Penulis Topik: Sindiran gaya pejabat  (Dibaca 2438 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 17
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Sindiran gaya pejabat
« pada: November 11, 2013, 11:29:46 PM »
Petinggi Demokrat Keroyok Jokowi
Kamis, 07/11/2013 | 09:50 WIB

Joko Widodo dan Susilo Bambang Yudhoyono

Terjadi pertarungan elite tingkat tinggi

JAKARTA – Saling sindir antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) terkait kemacetan berbuntut panjang. Tak ingin kalah, para petinggi Partai Demokrat ’mengeroyok’ Jokowi.

Salah satu diantaranya adalah anggota Komisi Perhubungan DPR RI, Mulyadi. Dia menyatakan kemacetan di Ibu Kota merupakan tanggung jawab Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Dia mengatakan jumlah kendaraan melebihi pertumbuhan jalan yang ada. "Jumlah kendaraan di Jakarta jauh lebih besar dari jalannya sendiri," kata dia.

Sebelumnya, SBY juga melempar tanggung jawab soal kemacetan Jakarta kepada Jokowi--sapaan akrab Gubernur DKI Jakarta. SBY menyampaikan hal itu setelah mendapat sindiran dari pimpinan negara Asia Tenggara dalam pertemuan East Asian Summit 2013.

Dia mengatakan, "Saya seperti tertusuk ketemu teman-teman PM (perdana menteri). Saya tidak enak ditanyakan solusi. Yang harus jelaskan bukan saya, tapi Gubernur-nya," kata SBY di Istana Bogor, Senin (4/11).

Menurut Mulyadi, Jokowi harus memikirkan bagaimana caranya agar masyarakat mau menggunakan transportasi massal yang ada sekarang. Masyarakat, menurut dia, enggan memakai jasa transportasi umum karena keadaannya yang kurang nyaman. "Itu tugas Gubernur DKI Jakarta untuk memikirkan jalan keluarnya," ujar dia.

Serangan Demokrat juga datang memakai “peluru” lain. Ketua Fraksi Demokrat DPR, Nurhayati Ali Assegaf, mengkritik kinerja setahun Jokowi. Ia sebelumnya juga mengatakan bahwa kebakaran sekitar 1.000 rumah di Kelapa Gading beberapa waktu lalu tidak pernah terjadi pada masa kepemimpinan Fauzi Bowo.

Nurhayati kembali menyindir Jokowi terkait sikapnya menolak mobil murah. Padahal, saat menjabat Wali Kota Solo, ujar Nurhayati, Jokowi getol mendorong proyek mobil murah Esemka. Politikus Partai Demokrat ini menilai Jokowi seharusnya tidak menolak mobil murah, melainkan menolak keberadaan mobil mewah. 

Jokowi sudah menangkis kritik SBY. Mantan Walikota Solo itu mengatakan, antara pemerintah pusat dan daerah tidak bisa saling melempar tanggung jawab dalam mengatasi kemacetan. Sebab, masing-masing telah mendapatkan kewenangan masing-masing. Kali ini Jokowi bahkan menyentil pemerintah pusat yang membuat kebijakan mobil murah yang dinilai akan memperparah kemacetan Jakarta.

"Dua-duanya harus saling mengisi, saling kerjasama, sinergi, tanggungjawab pusat itu jalan-jalan besar. Kemudian otoritas transportasi itu urusan pusat. Ada beberapa trotoar urusan pusat, mobil murah juga urusan pusat," ujar Jokowi.

Apakah selama ini Jokowi merasa mendapatkan dukungan dari pemerintah pusat dalam upaya mengentaskan kemacetan di Jalarta? "Ya didukunglah.." ujar Jokowi sambil tertawa.

Menurut Pengamat Politik Universitas Mercubuana Heri Budianto, pertarungan wacana politik antar presiden dan gubernur ini merupakan pertarungan elite tingkat tinggi. Sebab, kata dia, SBY adalah Ketua Umum Demokrat yang saat ini tengah mengalami penurunan kepercayaan publik.

Sementara Jokowi merupakan tokoh yang diharapkan banyak pihak dapat menjadi presiden tahun 2014. "Maka dari itu saya menilai ini adalah pertarungan antara presiden dan kandidat presiden masa depan," tutur Heri.

Pengamat politik dari Soegeng Sarjadi Syndicate, Toto Sugiarto, menilai Partai Demokrat sudah menaikkan level pertentangan dengan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Menurut dia, sejak awal Demokrat memang sudah mengambil posisi berseberangan dengan Jokowi yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu.

"Pada awalnya, cakupannya hanya di DKI Jakarta, dengan melawan semua kebijakan Jokowi. Kini sudah menasional," kata Toto saat dihubungi, Rabu (6/11). "Demokrat berusaha menjadikan Jokowi sebagai musuh bersama." ins


http://www.surabayapost.co.id
« Edit Terakhir: November 11, 2013, 11:55:28 PM oleh ratna »
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 17
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re: Sindiran gaya pejabat
« Jawab #1 pada: November 11, 2013, 11:52:45 PM »
Mungkin berita yang saya posting tersebut sudah basi. Dan saya pikir teman-teman semua sudah mengetahui, sebab peristiwa tersebut banyak mengisi ruang-ruang pemberitaan media masa nasional maupun media elektronik. Dan disini saya bukanlah hendak mengangkat topik tentang kemacetan ataupun ketidak harmonisan hubungan antara Pak SBY dengan Pak Jokowi yang masing masingnya berasal dari partai yang berbeda.

Akan tetapi pernyataan dari kutipan berikut ini sungguh menggelitik rasa penasaran saya :

Sebelumnya, SBY juga melempar tanggung jawab soal kemacetan Jakarta kepada Jokowi--sapaan akrab Gubernur DKI Jakarta. SBY menyampaikan hal itu setelah mendapat sindiran dari pimpinan negara Asia Tenggara dalam pertemuan East Asian Summit 2013.

Dia mengatakan, "Saya seperti tertusuk ketemu teman-teman PM (perdana menteri). Saya tidak enak ditanyakan solusi. Yang harus jelaskan bukan saya, tapi Gubernur-nya," kata SBY di Istana Bogor, Senin (4/11).

Nah yang ingin saya tanyakan adalah, bagaimana jika teman-teman adalah seorang presiden RI yang mendapat sindiran dari Pimpinan negara tetangga yang mana Pimpinan tersebut adalah dalam posisi sebagai tamu negara, maka jawaban diplomatis seperti apakah yang patut dikemukakan?
« Edit Terakhir: November 11, 2013, 11:56:04 PM oleh ratna »
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9342
  • Thanked: 57 times
  • Total likes: 388
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re: Sindiran gaya pejabat
« Jawab #2 pada: November 12, 2013, 03:33:56 AM »
ungkapan SBY tersebut tidak elit, tidak elegan, malah seperti curhat yang cengeng, tidak menggambarkan perlindungan dan pengayoman terhadap bawahan, serta malah menampakan ketidak kompakan di jajaran pemerintahan. seharusnya dia dapat menjawab, dapat menjelaskan. kalau saya di posisi SBY, ya saya mencoba menjelaskan problem-problem kemacetannya seperti apa, usaha-usaha yang sedang dan akan dilakukan seperti apa. tidak perlu sungkan. kalau ada kritik dan masukan dari perdana menteri negara lain ya itu bagus.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 17
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re: Sindiran gaya pejabat
« Jawab #3 pada: November 12, 2013, 10:54:14 AM »
Benar seperti itulah yang saya maksudkan Kang!
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
1 Jawaban
1711 Dilihat
Tulisan terakhir November 09, 2012, 10:36:01 AM
oleh ratna
3 Jawaban
1367 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 27, 2013, 12:00:57 PM
oleh Awal Dj
5 Jawaban
9577 Dilihat
Tulisan terakhir September 05, 2013, 11:08:13 AM
oleh Sandy_dkk
0 Jawaban
1737 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 29, 2014, 06:06:33 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
674 Dilihat
Tulisan terakhir April 27, 2014, 08:07:33 PM
oleh Asep
0 Jawaban
388 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 15, 2016, 12:33:20 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
232 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 03, 2017, 07:57:47 AM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
275 Dilihat
Tulisan terakhir April 28, 2017, 07:44:54 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
38 Dilihat
Tulisan terakhir November 07, 2017, 05:09:18 AM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan