Penulis Topik: Mutlak dan Nisbi  (Dibaca 838 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9591
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Mutlak dan Nisbi
« pada: April 04, 2016, 11:44:11 AM »
Nomor : PST.KII/Log-062/5993
Edisi : 13 Maret 2017
Judul : Mutlak dan Nisbi
==============

Sifat Term dalam diklasifikasikan dengan "Mutlak dan Nisbi".

Term mutlak adalah term yang tidak bergantung kepada term lainnya. contohnya :

1) Huruf A
2) Kuda
3) Ahmad
4) Botol
5) Pusing

Term Nisbi adalah term yang bergantung pada term lainnya. contohnya :

1) ayah
2) pemimpin
3) anak
4) pendengar
5) benar

Nisbi berasal dari kata bahasa Arab, berhubungan dengan kata Nasab. Nasab dalam pengertian ilmu fiqih artinya hubungan kekerabatan. Dalam ilmu logika term nisbi mengandung arti term tersebut dapat difahami karena hubungannya dengan term lain. semisal kata "ayah" hanya dapat dimengerti karena hubungannya dengan "anak". Jika tidak karena "anak", niscaya seseorang itu tidak disebut ayah. inilah mengapa kata "ayah" disebut sebagai term nisbi.

sifat nisbi jangan dicampur adukan dengan hubungan sebab-akibat. karena ada yang berkata, "Anak disebabkan ayah. dan ayah disebabkan anak." hal ini dapat menimbulkan kerancuan di dalam dunia filsafat maupun ilmiah. karena menjadi tidak jelas antara mana sebab dan mana akibat. itu disebut daor, alias berputar. memang benar, seseorang disebut ayah karena dia memiliki anak. dan itu namanya ayah nisbi dengan anak, bukan ayah disebabkan anak.

Ada juga yang berkata, "orang tidak akan mengenal benar, jika dia tidak mengenal salah. dia tahu benar, karena dia tahu salah. tidak akan ada sesuatu yang disebut benar, kalau tidak ada sesuatu yang disebut salah." sepintar, pendapat tersebut benar. padahal keliru, jika itu maksudnya "mengetahui salah, merupakan sebab dari mengetahui benar." pertanyaannya, apa sebabnya dia mengenal salah ? apa karena mengenal benar ? jadi untuk mengenal salah, bukankah harus kenal benar dulu ? nah.. jadi daor lagi. terkadang, pendapat tersebut dijadikan legitimasi untuk membenarkan perbuatan salah. bahkan ada yang berpikir, orang harus berbuat salah dulu, agar mengerti perbuatan benar. itu salah kaprah. "benar" itu nisbi dengan "salah", artinya keduanya muncul secara bersamaan, tidak ada satu lebih dulu dari yang lain, sehingga yang satu tidak dapat disebut sebab bagi yang lainnya.
« Edit Terakhir: Maret 13, 2017, 07:40:45 PM oleh Kang Asep »
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
20 Jawaban
6663 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 12, 2015, 09:19:55 PM
oleh Agate
0 Jawaban
6819 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 28, 2015, 11:53:25 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
449 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 29, 2015, 07:18:06 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
846 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 13, 2016, 11:09:50 AM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan