Penulis Topik: Meliput dan Menentu  (Dibaca 1952 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9384
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 428
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Meliput dan Menentu
« pada: April 08, 2016, 09:01:17 AM »
Nomor : PST.KI/Log-030/6002
Edisi : 25 Nopember 2016
Judul : Meliput, Menentu dan Mengelompok
Tujuan :
1) memahami perbedaan term yang bersifat meliput, menentu dan mengelompok
2) dapat mengidentifikasi term yang bersfiat meliput, menentu dan mengelompok
===========

Setiap ayam adalah unggas
Seluruh rakyat Indonesia harus mematuhi undang-undang
Semua kucing berkaki empat
Ir. Soekarno adalah presiden RI yang pertama
POLRI meningkatkan kinerjanya dalam penegakan hukum

Setiap term subjek di atas, yaitu "ayam", "rakyat Indonesia", "kucing" ,"Ir. Soekarno" dan "POLRI" bersifat "meniap". dan sifat peniapan tersebut dibagi ke dalam tiga kelompok, yaitu :

1) Meliput
2) Menentu
3) Mengelompok

Pada contoh di atas term "ayam","rakyat Indonesia" dan "kucing" bersifat meliput.  adapun term "Ir. Soekarno" bersifat menentu. dan term "POLRI" bersifat mengelompok.

 suatu term yang bersifat meliput, menentu atau mengelompok, bentuk umumnya sama, yaitu "Setiap A adalah B" atau "Setiap A bukan B".

Misalnya, "Ir. Soekarno adalah presiden RI pertama" tidak biasa disebut "Setiap Ir. Soekarno adalah presiden RI pertama" atau "Seluruh Ir. Soekarno adalah presiden RI pertama". Tapi bila kalimat tersebut dikonversi ke dalam kalimat logika, maka bentuknya menjadi menjadi "Setiap A adalah B", di mana A = Ir. Soekarno, dan B = Presiden RI yang pertama. kenapa begitu ?

Karena berdasarkan hukum peniapan proposisi, Proposisi Kategori itu hanya ada empat bentuknya, yaitu :

1) meliput - menegas
2) meliput - menidak
3) membagi - menegas
4) membagi - menidak

hukum peniapan dalam empat bentuk proposisi tersebut adalah :

1) meniap-takmeniap
2) meniap-meniap
3) tak meniap-meniap
4) tak meniap-tak meniap


term yang menentu adalah term untuk menyebut nama pribadi, dan bukan nama lingkungan jenis. Misalnya, "Kusnadi", "Ir. Basuki", "Ir. Soekarno.", dll.  "manusia" bukanlah term menentu, karena "manusia" adalah nama dari lingkungan jenis. sedangkan "Ali" merupakan term menentu, karena ia adalah nama individu.

Nasrudin adalah manusia
Setiap manusia pasti akan mati
Jadi, Nasrudin pasti mati

Nasrudin <= term menentu
Setiap manusia <= term meliput

berbeda dengan :

1) Nasrudin adalah manusia
2) Manusia adalah nama species

dua kalimat tesebut tidak dapat disimpulkan bahwa "Nasrudin adalah nama species", karena term manusia pada kalimat kedua tersebut bersifat mengelompok, sehingga berbeda definisi dengan term "manusia" pada kalimat pertama.

Prinsipnya term yang mengelompok adalah term yang digunakan untuk menyebut nama kelompok tertentu, misalnya term TNI, POLRI, species manusia, Bangsa Indonesia, dsb. apabila term ini dapat digunakan sebagai lingkungan jenis, maka dia tidak menentu dan tidak mengelompok. karena ciri term menentu dan mengempok tidak dapat dijadikan sebagai lingkungan jenis. term mengelompok tidak memiliki indvidu, karena dia sebagai individu itu sendiri.

contohnya :

KPK menggeledah mr. X atas dugaan suap. adapun Rijal salah satu anggota KPK. tidak berarti rijal yang menggeledah mr. X.

"KPK" di situ berarti bersifat "mengelompok"
« Edit Terakhir: November 25, 2016, 03:39:53 PM oleh Kang Asep »
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Ziels

Re:Meliput dan Menentu
« Jawab #1 pada: April 08, 2016, 10:41:05 PM »
Saya mengerti, tanya pak, apakah ketiga jenis diatas mempunyai pengaruh/perbedaan pada tahap lanjutnya, semisal ketika kita terapkan pada silogisme?
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9384
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 428
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Meliput dan Menentu
« Jawab #2 pada: April 11, 2016, 03:12:35 PM »
ada. dengan memahami sifat menentu pada term, maka setidaknya seseorang tidak akan menafsirkannya dengan partial.

karena ada aturan bahwa term yang tidak disebut pembilangnya adalah term partial. tetapi bila diketahui bahwa suatu term itu bersifat menentu, maka tetap ditafsirkan sebagai term universal.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Ziels

Re:Meliput dan Menentu
« Jawab #3 pada: Juni 06, 2016, 08:07:37 PM »
ada. dengan memahami sifat menentu pada term, maka setidaknya seseorang tidak akan menafsirkannya dengan partial.

karena ada aturan bahwa term yang tidak disebut pembilangnya adalah term partial. tetapi bila diketahui bahwa suatu term itu bersifat menentu, maka tetap ditafsirkan sebagai term universal.

Saya mengerti keterangan yang ini, tapi maaf bukan ini yg saya maksud karena keterangan tsb menerangkan akan perbedaan karakter antara menentu dan tidak menentu yg partial.

Sedangkan yg ingin saya ketahui, apakah antara meliput dan menentu dan mengelompok mempunyai efek lanjut semisal ketika diterapkan pada silogisme? Terimakasih
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9384
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 428
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Meliput dan Menentu
« Jawab #4 pada: Juni 07, 2016, 07:40:05 AM »
@

agar saya dapat menjawab pertanyaan Anda, silahkan jawab dulu pertanyaan berikut :

1) sebagian manusia adalah laki-laki
2) sebagian manusia adalah perempuan
3) tidak ada manusia yang bukan laki-laki sekaligus bukan perempuan

jadi, apakah benar setiap manusia itu laki-laki atau perempuan ?
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Sandy_dkk

Re:Meliput dan Menentu
« Jawab #5 pada: Juni 07, 2016, 09:21:55 PM »
Kang Asep, saya masih kurang bisa membedakan antara term meliput dan mengelompok.

jika "wahabi" termasuk term mengelompok karena digunakan untuk menyebut suatu kelompok tertentu, maka bukankah "manusia" juga digunakan untuk menyebut suatu kelompok tertentu? yaitu suatu kelompok tertentu dari jenis hewan menurut definisi dari Aristoteles.
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9384
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 428
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Meliput dan Menentu
« Jawab #6 pada: Juni 08, 2016, 09:02:47 AM »
mengelompok itu hampir sama dengan "menentu". bedanya mengelompok untuk menyebut kelompok tertentu. sedangkan menentu untuk menyebut diri tertentu.

Kucing adalah hewan

setiap kucing adalah hewan
sebagian hewan adalah kucing

kucing "meniap" (meliput)
hewan "tak meniap" (membagi)

Pemenang pertandingan sepak bola tahun ini adalah persib

tidak dapat ditafsir "sebagian persib", walaupun hukum proposisi A adalah "meniap-tak meniap" atau I yang "tak meniap-tak meniap"
kalo dibalik ...

Persib adalah pemenang pertandingan sepak bola tahun ini.

tidak relevan dikatakan "setiap persib" atau "sebagian persib". itu namanya mengelompok.

Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Sandy_dkk

Re:Meliput dan Menentu
« Jawab #7 pada: Juni 08, 2016, 10:00:59 AM »
mulai merasa paham, tapi coba saya kroscek dulu dengan mencoba mengklasifikasi term pada proposisi berikut:

1) sebagian manusia adalah perempuan
2) manusia adalah laki2 atau perempuan

pada proposisi 1, term "manusia" merupakan term meliput yang diberi kuantor "sebagian (tak-meniap)", dan "perempuan" adalah term mengelompok.

pada proposisi 2, term "manusia" adalah term menentu, dan term "laki2 atau perempuan" adalah term tak-meniap.

sudah pas belum ya??
« Edit Terakhir: Juni 08, 2016, 10:02:44 AM oleh Sandy_dkk »
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9384
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 428
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Meliput dan Menentu
« Jawab #8 pada: Juni 08, 2016, 12:11:51 PM »
pada proposisi 1, proposisinya "tak meniap-tak meniap", sedangkan termnya "meliput-meliput"
pada proposisi 2, proposisinya "meniap-tak meniap", sedangkan termnya "menentu-meliput"
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9384
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 428
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Meliput dan Menentu
« Jawab #9 pada: Juni 08, 2016, 12:24:41 PM »
Apakah suatu term bersifat meliput, menentu atau mengelompok, maka bentuk umumnya sama, yaitu "Setiap A adalah B" atau "Setiap A bukan B".

pernyataan saya tersebut perlu saya koreksi. karena term yang meliput tidak berarti selalu dinyatakan dengan bentuk universal, "setiap". tapi bisa juga "sebagian".

sebagian manusia adalah perempuan
              (meliput)           (meliput)
              (tak meniap)      (tak meniap)


sebagian anggota forum ini adalah sandy
               (meliput)                        (menentu)
               (tak meniap)                   (tak meniap)

setiap emas adalah logam
          (meliput)      (meliput)
          (meniap)       (tak meniap)

setiap emas bukan kayu
          (meliput)      (meliput)
           (meniap)     (meniap)

Sebagian manusia bukan wanita
               (meliput)          (meliput)
               (tak meniap)     (meniap)

Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Sandy_dkk

Re:Meliput dan Menentu
« Jawab #10 pada: Juni 09, 2016, 08:52:24 AM »
Kutip dari: Kang Asep
pernyataan saya tersebut perlu saya koreksi. karena term yang meliput tidak berarti selalu dinyatakan dengan bentuk universal, "setiap". tapi bisa juga "sebagian".

saya setuju ini. bahkan anggapan saya jika proposisi berbentuk partial, maka sudah pasti subjeknya tidak bisa ditempati oleh term menentu.
(I) sebagian A adalah B
(O) sebagian A bukan B
variabel A pada kedua proposisi diatas tidak bisa ditempati oleh term menentu.
benar tidak ya?

tapi untuk proposisi berbentuk universal, maka term subjek bisa jadi meliput bisa jadi menentu.



Kutip dari: Kang Asep
sebagian manusia adalah perempuan
              (meliput)           (meliput)
              (tak meniap)      (tak meniap)


sebagian anggota forum ini adalah sandy
               (meliput)                        (menentu)
               (tak meniap)                   (tak meniap)

setiap emas adalah logam
          (meliput)      (meliput)
          (meniap)       (tak meniap)

setiap emas bukan kayu
          (meliput)      (meliput)
           (meniap)     (meniap)

Sebagian manusia bukan wanita
               (meliput)          (meliput)
               (tak meniap)     (meniap)

setiap proposisi bentuk afirmasi (A dan I) predikatnya selalu tak meniap walaupun mungkin menentu ya?
setiap proposisi bentuk negasi (E dan O) predikatnya selalu meniap ya?
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9384
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 428
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Meliput dan Menentu
« Jawab #11 pada: Juni 10, 2016, 08:39:45 AM »
setiap proposisi bentuk afirmasi (A dan I) predikatnya selalu tak meniap walaupun mungkin menentu ya?

benar. karena dari bentuk umumnya tidak dapat diketahui apakah predikat itu meliput, menentu atau mengelompok.

term meliput, menentu atau mengelompok sebenarnya sama, yaitu "universal". karena itu term B pada "sebagian A adalah B" jika diketahui universal karena menentu, maka berarti universal. tetapi, dalam bentuk umumnya harus dianggap partial. karena "B" bisa jadi menentu (universal) bisa jadi membagi (partial). seperti term yang tidak berkuantor, maka harus ditafsir "sebagian".

term itu pada mulnaya diklasifikasikan menjadi 2, yaitu meliput dan membagi. adapun term meliput, itu sebenarnya ada 3 bentuk, yaitu meliput, menentu dan mengelompok. ini agak rancu karena keterbasan istilah, sehingga nama jenis disebut pula di alam nama golongannya.

term meliput :

1) meliput
2) menentu
3) mengelompok

jika term hanya diklasifikasikan dengan sifat ini saja, maka term meliput itu bisa jadi dinyatakan dalam bentuk "setiap" maupun "sebagian". tapi untuk konsep yang lebih jelas, maka term yang sifatnya "sbagian", disebut "membagi" saja.

strukturnya sebagai berikut :

« Edit Terakhir: Juni 10, 2016, 08:41:37 AM oleh Kang Asep »
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Ziels

Re:Meliput dan Menentu
« Jawab #12 pada: Juni 16, 2016, 02:10:16 AM »
@

agar saya dapat menjawab pertanyaan Anda, silahkan jawab dulu pertanyaan berikut :

1) sebagian manusia adalah laki-laki
2) sebagian manusia adalah perempuan
3) tidak ada manusia yang bukan laki-laki sekaligus bukan perempuan

jadi, apakah benar setiap manusia itu laki-laki atau perempuan ?
apakah benar setiap manusia itu laki-laki atau perempuan ?
"itu"= adalah
tidak, karena keseluruhan manusia adalah kumpulan laki-laki dan perempuan.

lanjut kang asep.





 

Offline Ziels

Re:Meliput dan Menentu
« Jawab #13 pada: Juni 16, 2016, 03:27:31 AM »
jika proposisi berbentuk partial, maka sudah pasti subjeknya tidak bisa ditempati oleh term menentu.
(I) sebagian A adalah B
(O) sebagian A bukan B
variabel A pada kedua proposisi diatas tidak bisa ditempati oleh term menentu.
benar tidak ya?

Ada kang, tapi gak ngerti benar atau salah. Takut saya, soalnya bawa-bawa Allah. Ntar malah puasa-puasa ngomonhin Tuhan.











 

Offline Sandy_dkk

Re:Meliput dan Menentu
« Jawab #14 pada: Juni 16, 2016, 07:10:56 AM »
Ada kang, tapi gak ngerti benar atau salah. Takut saya, soalnya bawa-bawa Allah. Ntar malah puasa-puasa ngomonhin Tuhan.

maksudnya "ada" subjek menentu yang bisa diberi kuantor "sebagian" ya?

semestinya jangan takut salah. bagaimana jika benar? maka saya akan kehilangan pengetahuan yang bisa jadi berharga.
jika takut salah apakah nama Tuhan tidak bisa diganti dengan nama lainnya?
jika nanti ternyata terbukti salah, maka segera bertaubat jika dirasa perlu. dan jika pengetahuan kita sudah terbukti salah maka akan terjadi peningkatan kualitas pengetahuan, itu justru bagus.
jika takut puasa2 ngomongin Tuhan, maka boleh ditunda nanti sehabis buka puasa, hehe
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Tags:
 

GoogleTagged



Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan