Penulis Topik: Mafhum dan Misdaq  (Dibaca 1296 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9589
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Mafhum dan Misdaq
« pada: November 12, 2014, 10:26:42 PM »
Setiap lafadz (term), memiliki Arti Kata dan Makna Kata. Nama lain dari arti kata adalah mafhum, yaitu gambaran yang ada dalam benak.

Misalnya, jika saya katakan “manusia”, perhatikan apa yang terbayang dalam benak Anda! Mungkin terbayang dalam benak Anda bentuk-bentuk wajah manusia, orang kulit hitam, kulit putih, wajah orang eropa, wajah orang asia dan sebagainya. Keseluruhan gambaran yang muncul berkenaan dengan lafadz “manusia” adalah mahfum lafadz “manusia”. Tetapi satu persatunya gambaran tersebut disebut misdaq. “Orang kulit hitam” adalah misdaq dari mafhum” manusia”. Ringkasnya, dalam lafadz terkandung mafhum. Dalam mafhum terkandung misdaq.

Misdaq adalah diri yang cocok diterapkan ada suatu mafhum. Hubungan misdaq dangan mafhum adalah hubungan kategori, atau hubungan lingkungan jenis dengan lingkungan golongan, sebagaimana dibahas dalam bab klasifikasi.

Selain munculnya bayangan ragam manusia dalam benak, ketika mendengar lafadz “manusia”, mungkin pula muncul bayangan lainnya, seperti padang pasir, Oasis, pakain orang Arab, langit, awan dan lain sebagainya. Apapun gambaran yang muncul dalam benak tersebut tetap disebut mafhum. Di dalam mafhum tersebut terdapat misdaq-misdaq. Misdaq-misdaq tersebut ada yang merupakan misdaq dari mafhum lafadz yang terdengar tadi, ada pula yang bukan atau yang merupakan misdaq dari mafhum yang lain. Contohnya “Padang Pasir” bukanlah misdaq dari manusia, tapi misdaq dari mafhum “daratan”. Kemudian, bila kita membandingkan isi misdaq dari dua mafhum, maka akan muncul empat macam pola hubungan, yaitu :

Pertama, Tasawi
Bila misdaq dua mafhum adalah sama, maka pola hubungan ini disebut mafhum Tasawi.

Contoh :

“manusia” dengan “yang berpikir”
“ibuku” dengan “yang melahirkan aku”
“matahari” dengan “surya”
“Tuhan” dengan “Yang Maha Esa”


Kedua, Tabayun
Bila misdaq dua mafhum sama sekali tidak memiliki kesamaan, maka pola hubungan ini disebut mafhum Tabayun.

Contoh :

“Ganjil” dengan “Genap”
“Pohon” dengan “manusia”
“air” dengan “api”

Ketiga, Muthlaq
Bila seluruh afrad (diri) satu mafhum merupakan misdaq dari mafhum yang lain, maka pola hubungan ini disebut mafhum Muthlaq.

Contoh :

“besi” dengan “logam”
“ayam” dengan “hewan”
“air” dengan “zat”

Keempat, Min Wajhi
Bila dua mafhum memiliki misdaq yang serupa juga yang berbeda, maka pola hubungan disebut mafhum Min Wajhi.

Contoh :

“baju” dengan “putih”
”Kelipatan lima” dengan “kelipatan sepuluh”
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
15 Jawaban
8132 Dilihat
Tulisan terakhir April 07, 2013, 11:19:00 PM
oleh Sandy_dkk
10 Jawaban
6196 Dilihat
Tulisan terakhir November 08, 2012, 10:58:26 AM
oleh ratna
2 Jawaban
3826 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 06, 2013, 05:53:02 AM
oleh Abu Zahra
1 Jawaban
1815 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 10, 2013, 08:50:53 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
2147 Dilihat
Tulisan terakhir April 25, 2013, 06:18:47 PM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
3061 Dilihat
Tulisan terakhir April 28, 2013, 01:15:56 PM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
1111 Dilihat
Tulisan terakhir April 28, 2013, 01:26:52 PM
oleh Abu Zahra
11 Jawaban
3913 Dilihat
Tulisan terakhir September 06, 2013, 09:27:23 AM
oleh Abu Zahra
9 Jawaban
2146 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 16, 2014, 11:12:36 AM
oleh Sandy_dkk
0 Jawaban
933 Dilihat
Tulisan terakhir April 01, 2014, 09:11:48 PM
oleh Abu Zahra

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan