Penulis Topik: Konsistensi Bentuk Term  (Dibaca 1697 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9589
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Konsistensi Bentuk Term
« pada: Oktober 26, 2012, 07:42:11 PM »
Konsistensi Bentuk Term

Dalam cara pengungkapannya, Bahasa Logika memiliki cara yang berbeda dengan bahasa Sastra. Dalam bahasa sastra, konsistensi bentuk term tidak diperlukan, karena bentuk term bisa berbeda sama sekali, tetapi selama mengandung makna yang sama, maka hal itu dapat dibenarkan. Contoh :

“Sejak pagi, Pak Slamet melayani pembeli dengan ramah. Pegadang yang sabar dan ulet itu baru beristirahat menjelang matahari terbenam.” (Asul Wiyanto, Terampil Menulis Paragraf. Hal. 34)

Perhatikan term yang dicetak miring pada contoh di atas. Terdapat dua bentuk term yang berbeda, yaitu “Pak Slamet” dan “Pedagang yang sabar dan ulet”. Tapi sebenarnya keduanya mengacu pada makna yang sama, yaitu diri Pak Slamet. Bandingkan dengan kalimat yang menggunakan bahasa logika berikut :

“Sejak pagi, Pak Slamet melayani pembeli dengan ramah. Pak Slamet adalah pedagang yang sabar dan ulet. Pak Slamet baru beristirahat menjelang matahari terbenam.”

Penggunaan bahasa Logika formal seperti itu tentu saja akan terasa menjadi tidak enak, kalau kiranya terlalu kasar untuk dikatakan “menyakitkan”. Oleh karena bahasa sastra merupakan konvernter bahasa logika agar dapat dibaca atau didengar secara enak dan menyenangkan. Tetapi, dalam suatu dialog filsafat, seringkali penggunaan bahasa logika formal menjadi sangat penting. Terutama, apabila bahasa filsafat tersebut sudah menggunakan banyak istilah yang tidak mudah difahami oleh orang lain.

Ketika kita berkomunikasi dengan orang lain dalam kehidupan sehari-hari, biasanya kita menggunakan symbol-symbol bahasa yang kira-kira maknanya sudah difahami oleh orang lain. Seperti kalimat “Setiap pagi kakek pergi ke hutan untuk mencari kayu bakar”. Seluruh istilah yang terdapat pada kalimat tersebut sudah difahami oleh kebanyakan manusia. Sehingga apabila pada kalimat selanjutnya kata “kakek” di ganti dengan kata “Bapak Ayah saya”, pembaca akan mafhum bahwa maksudnya tetap mengacu pada kakek yang mencari kayu bakar tersebut. hal itu juga karena pembaca pada umumnya mengerti, apa yang dimaksud dengan “Bapak Ayah saya”. Bandingkan dengan bahasa filsafat berikut :

“Siapa yang telah sampai pada Akhir Ilmu, ia akan melihat bahwa ilmu hanyalah barang usang yang harus dibuang. Tidak ada sesuatupun yang bisa diketahui setelah Sidratul Mumtaha”.

Pembaca pada umumnya tidak mengerti apa yang dimaksud dengan Akhir Ilmu, dan juga Sidratul Mumtaha yang dimaksud, sehingga ia sulit melihat hubungan antara kalimat pertama dengan kedua. Bandingkan lagi bila digunakan bahasa logika formal :

“Siapa yang telah sampai pada Akhir Ilmu, ia akan melihat bahwa ilmu hanyalah barang usang yang harus dibuang. Tidak ada sesuatupun yang bisa diketahui setelah Akhir Ilmu”.

Kalimat tersebut belum kepada suatu penjelasan mengenai alasan, mengapa “ia” melihat ilmu sebagai barang usang yang harus dibuang, tetapi melihat hubungan yang jelas, bahwa kalimat pertama dan kedua sama-sama menjelaskan tentang “Akhir Ilmu”, kalimat pertama dan kedua sama-sama saling melengkapi, dan menajdikan pengetahuan seseorang tentang Akhir Ilmu menjadi semakin lengkap.

Dari paparan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa konsistensi bentuk term dalam bahasa logika formal perlu digunakan ketika bahasa yang digunakan oleh seseorang bukanlah bahasa biasa, melainkan bahasa filsafat yang menggunakan istilah-istilah yang sulit difahami oleh pulbik.



« Edit Terakhir: Oktober 26, 2012, 07:45:07 PM oleh Kang Asep »
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
Term

Dimulai oleh Kang Asep Term

0 Jawaban
2931 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 05, 2013, 03:09:12 PM
oleh Kang Asep
Midle Term

Dimulai oleh Kang Asep Term

0 Jawaban
864 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 16, 2014, 07:15:52 PM
oleh Kang Asep
Pemilik Term

Dimulai oleh Kang Asep Term

0 Jawaban
547 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 04, 2015, 10:36:25 AM
oleh Kang Asep
6 Jawaban
1201 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 15, 2015, 06:03:59 AM
oleh Kang Asep
5 Jawaban
1137 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 17, 2015, 09:35:49 PM
oleh Ziels
2 Jawaban
612 Dilihat
Tulisan terakhir September 09, 2015, 06:27:46 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
563 Dilihat
Tulisan terakhir April 03, 2016, 12:29:58 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
373 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 03, 2016, 08:16:58 PM
oleh Sandy_dkk
0 Jawaban
143 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 18, 2017, 07:57:25 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
267 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 28, 2017, 04:23:59 AM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan