Komunitas Para Pemikir

Teori Logika => Term => Topik dimulai oleh: Kang Asep pada Mei 15, 2018, 02:16:23 PM

Judul: Dilalatul Wadh'i Lafdzi
Ditulis oleh: Kang Asep pada Mei 15, 2018, 02:16:23 PM
Dilalatul Wadh'i adalah objek buatan manusia yang bila mana manusia mengetahuinya, maka akal akan berpindah dari majhul (tidak tahu) menjadi ma'lum (mengetahui) daal dan madhlulnya. Dalam hal ini berpindahnya akal tadi bukan hanya terhadap objek yang yang diketahui (daal) tetapi juga kepada makna yang ditunjukan oleh objek tersebut (madhlul).

Objek buatan manusia ini dibagi kepada lafdzi dan ghairu lafdzi.

Lafdzi itu adalah lafadz, atau kata-kata yang diciptakan manusia. Seperti kata "singa". Kata "singa" adalah daal, sedangkan madhlul nya adalah pengertian, gambar, konsel, persepsi yang muncul dalam benak ketika kata "singa" disebut. Gabungan antaran kata "singa" dengan makna yabg muncul tadi disebut "dilalatul wadh'i lafdzi.

Dilalatul wadh'i ghairu Lafdzi adalah objek buatan manusia selain lafadz. Misalnya rambu-rambu lalu lintas. Contohnya simbol P dicoret memberi pemahaman bahwa di area tersebut dilarang parkir.

Kajian ilmu logika terbatas hanya pada pembahasan dilalatul wadh'i Lafdzi atau disingkat Dilalatul Lafdzi. Ia meruoakan bab yang paling dasar dari kajian ilmu logika. Sebelum mempelajari dilalatul Qadiyah dan Qiyas, dilalatul lafdzi atau hukum-hukum lafadz harus benar-benar difahami terlebih dahulu.