Penulis Topik: Dilalatul Wadh'i Lafdzi  (Dibaca 18 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9526
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 481
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Dilalatul Wadh'i Lafdzi
« pada: Mei 15, 2018, 02:16:23 PM »
Dilalatul Wadh'i adalah objek buatan manusia yang bila mana manusia mengetahuinya, maka akal akan berpindah dari majhul (tidak tahu) menjadi ma'lum (mengetahui) daal dan madhlulnya. Dalam hal ini berpindahnya akal tadi bukan hanya terhadap objek yang yang diketahui (daal) tetapi juga kepada makna yang ditunjukan oleh objek tersebut (madhlul).

Objek buatan manusia ini dibagi kepada lafdzi dan ghairu lafdzi.

Lafdzi itu adalah lafadz, atau kata-kata yang diciptakan manusia. Seperti kata "singa". Kata "singa" adalah daal, sedangkan madhlul nya adalah pengertian, gambar, konsel, persepsi yang muncul dalam benak ketika kata "singa" disebut. Gabungan antaran kata "singa" dengan makna yabg muncul tadi disebut "dilalatul wadh'i lafdzi.

Dilalatul wadh'i ghairu Lafdzi adalah objek buatan manusia selain lafadz. Misalnya rambu-rambu lalu lintas. Contohnya simbol P dicoret memberi pemahaman bahwa di area tersebut dilarang parkir.

Kajian ilmu logika terbatas hanya pada pembahasan dilalatul wadh'i Lafdzi atau disingkat Dilalatul Lafdzi. Ia meruoakan bab yang paling dasar dari kajian ilmu logika. Sebelum mempelajari dilalatul Qadiyah dan Qiyas, dilalatul lafdzi atau hukum-hukum lafadz harus benar-benar difahami terlebih dahulu.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan