Penulis Topik: Delapan Kesatuan Arti  (Dibaca 1653 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9591
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Delapan Kesatuan Arti
« pada: Oktober 25, 2012, 08:50:36 PM »
Aristoteles (384-322 SM) merumuskan bentuk-bentuk keterangan yang mengandung pertentangan. Akan tetapi, Abu Nashar al Farabi (873-950 M), ahli pikir Islam terbesar itu berpendapat bahwa tidak cukup sekedar pertentangan bentuk saja. Ia menciptakan sebuah persyaratan bagi pertentangan tersebut, yaitu pinggir-pinggir keterangan mesti mengandung kesatuan pengertian.

(A). Setiap minuman keras adalah memabukan
(O). Sebagian minuman keras tidak memabukan

Sepanjang rumusan bentuk, maka pertentang kedua keterangan mengurai itu bersifat kontradiksi. Tapi ternyata kedua pernyataan di dalam keterangan mengurai itu bisa sama-sama benar.

Tuan X dengan kata “minuman keras” itu mengartikan ialah (sesudah diminum). Tapi tuan Y dengan kata “minuman keras” mengartikannya ialah “sebelum diminum”, yakni sewaktu masih berada di dalam botol ataupun kendi. Jadi di situ tidak ada kesatuan kesatuan pengertian pada pinggir keterangan. .

Contoh lainnya :

(A). Ir Soekarno adalah bapak rakyat
(E). Ir Soekarno bukan bapak rakyat

Sepanjang rumusan bentuk, maka pertentangan bentuk (A) dengan bentuk (E) itu disebut kontradiksi. Salah satu ciri kontradiksi adalah “tidak bisa sama-sama benar”. Tapi ternyata kedua keterangan mengurai di atas itu bisa sama-sama benar. Tuan X dengan kata “Bapak” itu memaksudkannya dengan “Pemimpin”. Tapi tuan Y dengan kata “Bapak” itu memaksudkannya dengan “turunan darah”. Jadi di situ tidak ada kesatuan pengertian pada pinggir keterangan.

Al Farabi merumuskan Delapan Kesatuan Pengertian (Tsamaniyat al Wihdat) bagi setiap pertentangan, yaitu kesatuan pada pinggir pokok, pinggir sebutan, tempat, tempo, daya dan kerja, bagian dan seluruh, sebab dan hubungan.

sumber : Joesoef Sou`yb, Logika, Hal. 87-88
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9591
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Delapan Kesatuan Arti
« Jawab #1 pada: Oktober 25, 2012, 08:56:04 PM »
sebenarnya tidak perlu ditambahkan lagi dengan delapan kesatuan arti, sebab Aristoteles telah merumuskan tentang 10 kategori, yaitu zat, sifat, jumlah, tempat, tempo, hubungan, kedudukan, kepunyaan, perbuatan dan akibat. apabila dua term yang sama bentuk, tapi tidak memiliki fakta yang sama di dalam 10 kategori tersebut, berarti sebenarnya term tersebut adalah dua hal yang berbeda.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
1789 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 26, 2013, 02:14:11 PM
oleh Kang Asep
4 Jawaban
1583 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 02, 2018, 06:42:14 PM
oleh Sultan
41 Jawaban
12301 Dilihat
Tulisan terakhir September 04, 2013, 06:04:13 AM
oleh Sandy_dkk
0 Jawaban
721 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 09, 2015, 10:04:28 AM
oleh comicers
0 Jawaban
631 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 01, 2015, 07:49:38 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
466 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 21, 2016, 01:55:35 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
627 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 06, 2016, 04:47:20 PM
oleh Sandy_dkk
0 Jawaban
217 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 22, 2016, 07:42:28 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
209 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 19, 2017, 08:56:37 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
39 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 11, 2018, 01:35:59 PM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan