Penulis Topik: Arti Kata dan Makna Kata  (Dibaca 2971 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9592
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 483
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Arti Kata dan Makna Kata
« pada: Januari 24, 2012, 09:14:46 PM »
Nomor : PST.KII/Log-060/2
Edisi : 24 Januari 2012
Judul : Arti Kata dan Makna Kata
Tujuan :
1) dapat membedakan antara arti kata dan makna kata
2) mengetahui tiga jenis makna kata
===============

Kita tentunya sudah tahu tentang dua istilah "arti" dan "makna". Umumnya orang menanggap bahwa "arti" dan "makna" itu adalah sama. Padahal tidak demikian. Kedua istilah itu mengandung pengertian yang berbeda.

Arti adalah denotasi. Sedangkan makna adalah konotasi. Kadang-kadang "makna" itu selaras dengan "arti" dan kadang tidak selaras. Apabila makna sesuatu itu sama dengan arti sesuatu itu, maka makna tersebut disebut Makna Laras (Explicit Meaning). Apabila maknanya tidak selaras dengan "arti", maka sesuatu itu disebut memiliki Makna Kandungan (Implicit Meaning) atau Makna Lazim (Necessary Meaning).

Sebagai contoh kata "Sapi", ia memiliki arti dan makna. "Sapi" sudah memiliki arti sebelum kata tersebut dimasukan ke dalam kalimat, tapi ia belum memiliki makna, karena makna hanya akan terbentuk apabila kata itu sudah dimasukan ke dalam kalimat.

Sebagai contoh :

1. Barja membeli sapi
2. Barja memukul sapi
3. Barja menarik sapi

"Sapi" pada Kalimat no. 1 itu memiliki makna yang sama dengan artinya, yaitu sapi. Pengertian yang menyeluruh tentang sapi tersebut itulah yang disebut Makna Laras (Explicit Meaning). Ketika Barja membeli sapi, tentu yang dibeli adalah keseluruhan tubuh sapi itu, mulai dari kepala, kaki hingga ekornya. Oleh karena itu, makna "Sapi" dalam kalimat tersebut adalah sama dengan arti "Sapi", sehingga disebut memiliki Makna Laras.

Berbeda halnya dengan kalimat No.2. yang dipukul oleh Barja adalah sebagian dari tubuh sapi itu, mungkin pantatnya, mungkin kakinya saja, atau mungkin kepalanya saja. Oleh karena itu "Sapi" dalam kalimat No.2 tersebut tidak selaras dengan artinya, melainkan hanya kandungan dari arti tersebut. Oleh karna itu "Sapi" dalam kalimat No.2 tersebut disebut memiliki Makna Kandungan (Implicit Meaning).

Adapun kata "Sapi" dalam kalimat No.3 adalah memiliki Makna Lazim (Necessary Meaning). Karena ketika Barja menarik sapi, sebenarnya yang dipegang adalah talinya. Dia menarik tali itu, tidak secara langsung menarik tubuh sapi. Kendatipun yang Barja pegang dan dia tarik secara lansung adalah tali kendali sapi dan bukan sapinya secara langsung, tetapi sudah lazim dikatakan bahwa bahwa hal itu disebut "menarik sapi". Itulah mengapa disebut "Makna Lazim".

Jadi makna kata itu hanya terdiri dari tiga :

1. Makna Laras (Explicit Meaning)
2. Makna Kandungan (Implicit Meaning)
3. Makna Lazim (Necessary Meaning)

Untuk menerampilkan diri memahami perbedaan arti dan makna, serta mampu membedakan setiap kata kepada golongan maknanya masing-masing, maka silahkan amati setiap kata dalam kalimat kemudian sebutkan golongan maknanya masing-masing.
« Edit Terakhir: Maret 10, 2017, 04:39:01 PM oleh Kang Asep »
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9592
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 483
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Arti Kata dan Makna Kata
« Jawab #1 pada: Mei 03, 2017, 04:50:30 PM »
makna laras adalah makna kata yang pengertiannya seluruh unsur individu.
makna kandungan adalah makna kata yang pengertiannya sebagian unsur individu.
makna lazim adalah makan kata yang pengertiannya tidak menyentuh individu.

rumah <= individu
saya membeli rumah <= seuruh unsur yang membentuk rumah tersebut dibeli oleh saya. (makna laras)

saya mengetuk rumah anda <= sebenarnya saya tidak mengetuk seluruh unsur rumah, tidak mengetuk jendela atau atap rumah, melainkan sebagian dari unsur rumah. (makna kandungan)

saya kemarin ke rumah anda. tapi terlihat pagar luar dikunci, jadi saya balik lagi. <= saya tidak menginjak satupun unsur rumah anda, tidak lantai, dinding, pintu, jendela, apalagi atap rumah. tapi saya katakan " ke rumah anda". (makna lazim)
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
9 Jawaban
3187 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 30, 2012, 01:38:28 PM
oleh Kang Asep
3 Jawaban
4046 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 20, 2015, 12:59:23 AM
oleh Monox D. I-Fly
4 Jawaban
3922 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 19, 2013, 10:18:51 AM
oleh Awal Dj
1 Jawaban
2201 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 21, 2013, 09:06:56 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1499 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 24, 2013, 12:11:50 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1548 Dilihat
Tulisan terakhir April 28, 2013, 10:12:18 PM
oleh Kang Asep
5 Jawaban
4692 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 02, 2013, 06:46:30 AM
oleh ratna
3 Jawaban
1602 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 18, 2016, 05:10:06 PM
oleh Ziels
0 Jawaban
218 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 22, 2016, 07:42:28 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
87 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 04, 2017, 02:10:28 PM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan