Penulis Topik: Untuk Mempermudah Bahasa  (Dibaca 12 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9384
  • Thanked: 60 times
  • Total likes: 416
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Untuk Mempermudah Bahasa
« pada: Pebruari 08, 2018, 10:52:59 PM »
SK : Manfaat Ilmu Logika
====================
1. Testimoni Manfaat Ilmu Logika
2. Untuk Mempermudah Bahasa

====================

2. Untuk Mempermudah Bahasa
Edisi : 08 February 2018, 22:41:31

1) Bahasa Logika lebih rumit dari bahasa sehari-hari
2) Bahasa sehari-hari lebih rumit dari bahasa logika
3) Bahasa Logika menjadikan bahasa sehari-hari yang mudah menjadi  rumit.
4) Bahasa logika menjadikan bahasa sehari-hari yang rumit menjadi mudah.

Dari empat Proposisi di atas, mana yang benar dan mana yang salah ?

Saya mempelajari Ilmu Logika dengan maksud agar mempermudah saya dalam menyampaikan suatu konsep pada orang lain, sehingga orang lain dapat memahaminya dengan mudah pula. Dengan demikian meminimalisir kesalah-fahaman. Tetapi, alih-alih menjadi mudah mengerti, terkadang bahasa logika terlihat lebih rumit dan menimbulkan lebih banyak kesalah-fahaman. Hal ini karena tidak selalu mudah untuk mengkonversi bahasa logika ke dalam bahasa sehari-hari yang sederhana, yang bisa dimengerti oleh mereka yang awam.  Sehingga muncul pertanyaan, sebenarnya apakah logika itu mempermudah atau memperumit teknis dalam menjelaskan suatu konsep ? Jawabannya adalah "tentu untuk mempermudah". Tetapi mengapa sebagian orang melihatnya seakan-akan logika mengubah bahasa yang sederhana menjadi lebih rumit ?

Sebagai contoh, saya dapat membuat pernyataan-pernyataan implikasi tentang gula pasir, seperti contoh berikut :
----------------------
Saya tidak menyangkal bahwa fungsi gula pasir adalah untuk pemanis makanan atau minuman. Agar kopi terasa manis, perlulah ditambahkan gula pasir. Jika setelah ditambahkan gula pasir ke dalam kopi, tetapi kopi belum terasa manis, itu bukan berarti fungsi gula pasir bukan sebagai pemanis makanan, akan tetapi bisa jadi takaran gula yang ditambahkan kurang banyak.

Ada implikasi, "jika gula  pasir ditambahkan kepada kopi, maka kopi akan terasa manis". Tapi ternyata gula ditambahkan kepada kopi, dan kopi tidak terasa manis. Itu berarti implikasi tadi bernilai bernilai salah. Dengan demikian, implikasi yang benar adalah "Jika kopi ditambahkan kepada kopi dengan takaran yang cukup, maka pasti kopi akan terasa manis." Ini tidak berarti, jika kopi terasa manis, maka telah ditambahkan gula pasir kepadanya. Karena bisa saja, bukan gula pasir yang ditambahkan kepadanya, melainkan gula merah.

Seandainya, tidak pernah ditemukan kasus di mana gula pasir ditambahkan kepada makanan atau minuman, tetapi makanan dan minuman tersebut tidak menjadi manis rasanya, maka tidak dapat dikatakan bahwa gula pasir merupakan pemanis makanan. Tetapi jika benar, "jika gula pasir ditambahkan pada makanan dengan kadar yang cukup, maka makanan terasa manis", maka dapat dikatakan bahwa gula pasir merupakan pemanis makanan.
===============

Bagi mereka yang telah mempelajari hukum-hukum implikasi, sangatlah mudah mencerna dan menafsir perkataan-perkataan tersebut. Tapi bagia mereka yang awam, pernyataan di atas akan tampak ruwet dan berbelit-belit. Itu seperti keluhan yang selam ini sering saya terima.

Terlihat lebih rumit, karena tidak mengetahui cara bacanya. Jika mengetahui cara bacaranya, maka terlihat lebih mudah. Karena itu bahasa-bahasa logika yang tampak sangat rumit, sebenarnya dapat diubah kepada bentuk bahasa sehari-hari yang sangat sederhana, akan tetapi menjadi sangat panjang dan memerlukan waktu lebih lama. Sebagai contoh ekspresi berikut :

((A ∧ (B →C)) ∧ (A→(B →(B →¬C)))→A
≡ ((A ∧ (¬B ∨ C )) ∧ (¬ A ∨ ( ¬B ∨ ¬C))) ∨ A                   
≡ (¬(A ∧ (¬B ∨ C )) ∨ ¬(¬ A ∨ ( ¬B ∨ ¬C))) ∨ A

Ekspersi Logika yang terdiri dari variabel ABC tersebut tampak rumit. Padahal sebenarnya itu merupakan penyederhanaan dari suatu bahasa yang kompleks, apabila ditulis dengan kalimat biasa. Lihat dalam tulisan "Operasi Penyederhanaan".  Jadi, memang fungsi logika untuk menyederhanakan konsep yang rumit sehingga lebih mudah dan cepat diemengerti.

Contoh penyederhanaan bahasa dengan variabel : [1]
-------------------------
Wakil Wakil Ketua DPR Fadli Zon, meluncurkan bukunya yang berjudul "Berpihak Pada Rakyat" sebagai catatan kinerja selama menjabat sebagai pimpinan DPR.

Peluncuran buku tersebut digadang-gadang akan menjawab pertanyaan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti tentang keberhasilan Fadli mempimpin DPR.
==============

Kalimat yang panjang tersebut, disederhanakan dalam logika dalam bentuk ekspresi sederhana berikut :

A ∧ B

Lebih pendek penulisannya, lebih ringkas dan cepat.  Ini bukti bahwa "Logika itu menyederhanakan", bukan "memperumit". Tetapi, untuk dapat membaca ekpresi logika yang pendek dan sederhana itu, kita perlu sedikit belajar tentang aturan-aturannya.

___________
1) http://nasional.kompas.com/read/2018/02/08/18070951/fadli-zon-keberhasilan-itu-relatif-silakan-masyarakat-menilai
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
1140 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 18, 2012, 10:25:23 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1462 Dilihat
Tulisan terakhir September 26, 2012, 10:16:34 PM
oleh Kang Asep
4 Jawaban
2676 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 28, 2015, 11:55:54 AM
oleh Sandy_dkk
4 Jawaban
3264 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 22, 2012, 08:17:02 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1279 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 01, 2013, 10:57:20 PM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
695 Dilihat
Tulisan terakhir September 16, 2014, 05:10:33 PM
oleh kang radi
0 Jawaban
809 Dilihat
Tulisan terakhir November 12, 2014, 11:51:01 AM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
559 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 10, 2016, 02:58:46 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
314 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 30, 2016, 05:25:12 PM
oleh kang radi
0 Jawaban
541 Dilihat
Tulisan terakhir April 28, 2016, 12:42:09 PM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan