Penulis Topik: Pendapat Subjektif  (Dibaca 284 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9342
  • Thanked: 57 times
  • Total likes: 382
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Pendapat Subjektif
« pada: Desember 17, 2016, 08:17:07 PM »
Nomor : PST.KI/Log-039/6829
Edisi : 17 Desember 2016
Judul : Pendapat Subjektif dan Objektif
Tujuan :
1) memahami pengertian pendapat subjektif
2) memahami pengertian pendapat objektif
3) dapat memberikan contoh kasus pendapat yang subjektif
4) dapat memberikan contoh kasus pendapat yang objektif
5) dapat mengidentifikasi pendapat yang subjektif maupun objektif
================

Pendapat Subjektif

Apa yang dimaksud dengan pendapat subjektif ? Pendapat subjektif adalah pendapat yang nilai benar-salahnya ditetapkan oleh subjek. dengan kata lain, nilai benar-salahnya tidak ditentukan oleh parameter tertentu.

misalnya :

Setiap A adalah B

silahkan anda, secara bebas menetapkan sendiri, apakah proposisi tersebut bernilai benar atau salah, tanpa perlu ada suatu alasan apapun. terserah kemauan anda saja. penetapan nilai seperti inilah yang dimaksud dengan "pendapat subjektif".

kadang-kadang suatu pendapat yang subjektif tampaknya memiliki alasan yang benar dan diklaim sebagai pendapat yang objektif, karena berdasarkan kepada parameter tertentu. tetapi ternyata itu subjektif ketika diketahui bahwa pendapat tersebut bukanlah proposisi, melainkan definisi yang kebenarannya sama sekali tidak ditakar oleh parameter tertentu.

contoh :

Atheis : Bagaimana anda membuktikan bahwa Tuhan itu ada ?
Theis : dengan kemustahilan tasalsul
Atheis : apa itu kemustahilan tasalsul ?
Theis : alam adalah bagian dari segala sesuatu. dan segala ssuatu itu bersebab. jadi, alam itu bersebab. dan sebab alam itu Tuhan.

"sebab alam itu Tuhan", pernyataan ini bukanlah proposisi, melainkan definisi sehingga tidak bernilai benar maupun salah. dan defiinisi itu bersifat subjektif, karena itu ditetapkan oleh subjek sendiri. tetapi, dalam pernyataan theis di atas, seolah-olah pendapat tersebut prposisi yang bernilai benar atau konkulsi logis yang argumentasinya vaild.

Pendapat Objektif

Berbeda dengan pendapat subjektif, nilai benar-salah pendapat yang objektif tidaklah ditentukan oleh subjek, melainkan ditentukan oleh parameter tertentu, seperti yang pernah dibahas dalam topik Parameter Kebenaran.

Contoh pendapat objektif :

1) Bedarkan undang-undang lalu lintas, benar bahwa menerobos lampu merah merupakan pelanggaran hukum
2) Berdarkan hukum fiqih, benar bahwa wanita haid tidak boleh shalat
3) berdasarkan aqidah Islam, tidaklah benar Allah itu memilki anak
« Edit Terakhir: Pebruari 20, 2017, 07:06:47 AM oleh Kang Asep »
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
1676 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 24, 2013, 06:59:35 AM
oleh Kang Asep
2 Jawaban
2138 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 13, 2013, 07:48:22 AM
oleh Kang Asep
6 Jawaban
3317 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 12, 2015, 06:28:06 PM
oleh Monox D. I-Fly
0 Jawaban
439 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 06, 2015, 09:54:39 AM
oleh Kang Asep
6 Jawaban
4171 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 21, 2015, 10:08:31 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
378 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 31, 2015, 01:04:51 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
696 Dilihat
Tulisan terakhir September 12, 2015, 10:09:29 AM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
479 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 27, 2016, 09:01:03 PM
oleh Sultan
0 Jawaban
165 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 23, 2017, 02:44:30 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
53 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 13, 2017, 03:53:46 AM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan