Penulis Topik: Mustahil Terjadi  (Dibaca 66 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9592
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 483
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Mustahil Terjadi
« pada: Mei 10, 2018, 05:26:38 AM »
Rumusan Masalah :
Kita belajar ilmu logika, salah satu tujuannya adalah untuk membuat kita lebih mudah memahami sesuatu. Dengan demikian, semestinya dengan logika, kita mengetahui metoda yang mempermudah kita mengerti sesuatu. Tapi ini tidak berarti selalu cepat dalam mengerti dan tidak berarti selalu dapat membuat orang lain mudah mengerti argumentasinya. Bahkan sebaliknya, akibat dari "ketajaman mata logika", seorang logicer dapat menemukan micro fakta logic, yaitu fakta yang tidak dapat dilihat, kecuali dilihat dengan kacamata logika, sehingga fakta-fakta tersebut sulit untuk dikemukakan pada mereka yang awam logika. Seperti bahasa mesin yang terdiri dari 1 dan 0, di mana programmer dapat membacanya seolah-olah membaca kalimat-kalimat dalam cerpen, tapi bagi orang awam, itu hanya sekumpulan angka 1 dan 0 yang tak ada artinya. Demikian pula bahasa logika Filsafat, ia terlihat aneh, asing dan nyaris tak berarti, bila tak dilihat dengan kaca mata logika.

Tentu, semua bidang ilmu seperti itu juga. Bila seoeang guru fisika membuat coretan rumus-rumus fisika di papan tulis, dan saya belum cukup mengerti dasar-dasar dari fisika, maka rumus-rumus tadi nyaris tak dapat difahami dan dianggap tak berarti.

Berikut saya kemukakan kajian "kupas logika" berjudul "Mustahil Terjadi", kajian yang berisi analisis terhadap suatu pernyataan yang tampak kontradiktif, sebagai contoh " bahasa aneh " bagi Anda yang belum cukup mempelajari teori-teori logika. Tapi, bagi Anda telah belajar teori logika setidaknya hingga pada bab tabel kebenaran, maka dapat membaca tulisan ini semudah membaca cerpen.

Tujuan :
- memahami problem bahasa logika
- memahami fungsi dari kaca mata logika
- melihat karakteristik bahasa Logika Filsafat
------------------

Misal ada orang berkata,"jika seseorang lari dari hukum, maka dia pengecut". Tapi kemudian di lain waktu dia berkata,"Jika seseorang lari dari hukum, maka tidak berarti dia pengecut". Apakah perkataan orang tersebut kontradiksi ? Tabel kebenaran tidak dapat membuktikan bahwa hal tersebut kontradiksi. Namun bagaimana kedua pernyataan tersebut dapat disimpulkan ?

Kesimpulannya "jika seseorang lari dari hukum, maka dia pengecut atau bukan pengecut". Ini adalah tautolology. Artinya, apakah dua pernyataan di atas bernilai benar atau salah, tetap kesimpulannya bernilai benar. Tetapi pertanyaannya, Apakah pernyataan tadi bernilai benar atau salah ? Jika kesimpulan tautology, maka pasti ada yang kontradiksi bila dikonvert ke bentuk konjungsi. seperti "A atau bukan A" merupakan tautology, dan menjadi kontradiksi bila dinyatakan dalam bentuk konjungsi "A dan Bukan A". Ini contoh kontradiksi dan tautology pada ekspresi. Lain lagi dengan kesimpulan, hubungan kontradiksinya bukan antar argumen, melainkan antara argumen dengan kesimpulan, sehingga bila A dan B adalah argumen, sedangkan C adalah kesimpulan, maka jika A dan B, maka C merupakan tautology. Sedangkan bila dinyatakan dalam bentuk konjungsi A, B, dan - C, semestinya menjadi kontradiksi.

Jika A, maka B dan Jika A, maka tidak B

Keduanya tidak kontradiksi, sehingga bila konjungsi diganti dengan disjungsi, maka tidak menjadi tautologi. Lalu, mana kontradiksinya ? Yaitu negasi dari A

Kembali ke kasus " Lari dari Hukum",/Dengan  kesimpulan tadi sama saja mengatakan bahwa mustahil terjadi seseorang lari dari hukum (negasi A). Kesimpulan ini tidak dapat bernilai salah sekalipun argumentasinya salah. Tapi juga tidak dapat dipastikan bahwa ada yang salah dalam argumen. Bisa jadi argumentasinya memang benar dua-duanya, tapi tidak dapat salah dua-duanya. Dengan demikian dua pernyataan tadi merupakan sub kontrari implikasi. Sedangkan terdapat hubungan kontradiksi antara kesimpulan dan argumen, bila dinyatakan dalam bentuk konjungsi. Karena itu, mana yang salah, apakah pada argumen atau isi kesimpulan ?

Untuk memastikan tidak ada yang salah dalam pernyataan sub kontrari tadi, maka dibutuhkan fakta argumen lain. Notasinya sebagai berikut :

Premis 1 :Jika A, maka B
Premis 2 : Jika A, maka tidak B
-----------------------
Jadi,

Kang Asep, [09.05.18 06:33]
jika A, maka B atau tidak B
Ekuivalensinya mustahil A. Kontradiksinya A.
Jadi semestinya benar Mustahil A
Tapi bila Faktanya, tidak benar mustahil A.
Dengan demikian, pastilah salah satu pernyataan premis bernilai bohong.

Benarkah mustahil terjadi orang lari dari hukum ? Bila tidak benar, maka pastilah ada yang bohong dari dua pernyataan "jika lari dari hukum, maka dia pengecut" dan "jika lari dari hukum, maka tidak berarti dia pengecut".

Lain dengan kasus "proposisi bernilai ganda" sebagai berikut :

Jika proposisi bernilai benar dan salah (ganda) sekaligus, maka setiap proposisi bernilai benar.
Jika proposisi bernilai ganda, maka setiap proposisi tidak bernilai benar.
Dengan demikian, jika proposisi bernilai ganda, maka setiap proposisi bernilai benar atau tidak benar. Ekuivalensinya "mustahil terjadi proposisi bernilai ganda". Dan bila faktanya memang mustahil terjadi, berarti tidak ada yang salah dalam argumen.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
10 Jawaban
4642 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 14, 2012, 05:26:48 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1067 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 22, 2013, 02:27:57 PM
oleh Awal Dj
0 Jawaban
2312 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 22, 2013, 02:51:41 PM
oleh Awal Dj
3 Jawaban
2358 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 19, 2015, 12:52:35 AM
oleh Monox D. I-Fly
1 Jawaban
990 Dilihat
Tulisan terakhir September 03, 2013, 09:43:44 PM
oleh comicers
1 Jawaban
1232 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 08, 2013, 06:35:56 PM
oleh Sandy_dkk
0 Jawaban
669 Dilihat
Tulisan terakhir November 30, 2013, 11:03:37 PM
oleh Kang Asep
18 Jawaban
3920 Dilihat
Tulisan terakhir November 12, 2015, 02:21:24 PM
oleh Monox D. I-Fly
1 Jawaban
722 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 21, 2016, 08:48:49 PM
oleh Sandy_dkk
0 Jawaban
28 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 09, 2018, 05:12:43 AM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan