Komunitas Para Pemikir

Teori Logika => Teori Umum => Topik dimulai oleh: Kang Asep pada Mei 24, 2018, 07:48:50 AM

Judul: Menjelaskan Keyakinan
Ditulis oleh: Kang Asep pada Mei 24, 2018, 07:48:50 AM
Rumusan Masalah :
Menjelaskan suatu keyakinan seringkali bukanlah persoalan mudah. Terkadang kita mencoba menyatakannya dengan berbagai cara, namun rasanya hal itu masih belum dapat mewakili maksud hati, sehingga kita menjadi cemas orang lain akan menjadi salah faham karena kegagalan kita dalam menjelaskan.

Ilmu logika membantu kita untuk dapat menjelaskan suatu keyakinan secara lengkap, terstruktur, logis dan sistematis. Walaupun kemungkinan orang lain akan gagal faham tetap ada, tetapi tidak karena kita gagal menjelaskan. Seperti kita menyajikan laporan secara lengkap, terstruktur, logis dan sistematis, sehingga semua informasi yang diperlukan mengenai hal yang perlu diketahui ada di situ. Semua jawaban atas pertanyaan yang relevan tersedia. Apabila ada yang gagal faham, itu karena yang baca laporan tersebut kurang jeli saja, bukan karena laporannya tak lengkap.

Demikian pula, sebuah konklusi logis, disebut lengkap, terstruktur dan sistematis apabila memenuhi seluruh syaratnya, pertama  unsur-unsurnya terpenuhi yaitu :
1) premis minor
2) premis mayor
3) konklusi
4) term minor
5) term mayor
6) midle term

Dan kedua, lolos seleksi dari hukum dasar syllogisme.

Contoh sederhananya :

Setiap A adalah B
Setiap B adalah C
Jadi, setiap A adalah C

Syllogisme di atas disebut lengkap sebagai kelompok terkecil dari suatu struktur pemikiran, di mana validitasnya tidak dapat diragukan, dan kebenarannya tidak dapat disangkal apabila seluruh premisnya bernilai benar.

Tapi pemikiran manusia tidak sesederhana syllogisme ABC seperti di atas. Demikian pula ilmu ilmu logika, tidak sesederhana contoh syllogisme tersebut. Ilmu logika dapat membantu kita untuk mengungkapnya suatu struktur pemikiran yang lebih kompleks, namun di dalam pembahasan teori-teori ilmu logika, tentu saja diambil contoh A contoh sederhana karena keterbatasan ruang dan waktu.

Selain keperluan menyampaikan suatu struktur pemikiran pada orang lain, tentu manfaat pertama ilmu logika adalah bagi diri kita sendiri, mengenai bagaimana kita dapat mengoreksi dan memperjelas struktur keyakinan kita sendiri.

Dari banyaknya informasi yang kita terima, lalu kita membuat banyak sekali kesimpulan yang membentuk keyakinan-keyakinan baru. Namun bisa jadi, kita meragukan kesimpulan-kesimpulan kita sendiri , atau kita masih dalam proses penyelidikan tersebut. Ilmu logika memberi kita metoda penyelidikan sehingga kita dapat melihat jelas pada struktur konsep kita sendiri.

Tujuan :
- Menjelaskan Manfaat Ilmu Logika
- Memberikan contoh suatu keyakinan yang diungkapkan dengan ciri.khas bahasa logika
- mengubah pernyataan ke dalam ekspresi logika
- menguji validitas argumen dengan tablo
- melihat bagaimana suatu keyakinan diungkapkan secara lengkap, terstruktur, logis dan sistematis melalui metoda ilmu logika
==============

Contoh Kasus Pertentangan Keyakinan :

Ada orang menganut faham "Serba Ilusi", yakni segala sesuatu adalah ilusi, termasuk perasaan. Saya menyangkal keyakinan tersebut dengan berpendapat bahwa "tidaklah mungkin setiap perasaan adalah ilusi".

Dalam pertentangan keyakinan seperti ini, tentu saya harus mau mendengarkan bagaimana penjelasan orang lain atas keyakinannya, untuk melihat apakah struktur konsepnya jelas, terstruktur, logis dan sistematis dan apakah premis-premisnya bernilai benar. Di sisi lain, saya pun harus dapat menjelaskan dengan cara yang serupa itu.

Menegaskan Kontradiksi :
Segala keyakinan memiliki kontradiksinya. Hanya saja, ada orang yang menganut suatu keyakinan, namun dia tidak mengetahui kontradiksi dari keyakinannya. Orang yang demikian saya sebut " mati logika ". Karena tanpa melihat kontradiksi, maka logikanya tak dapat bekerja, sehingga saya sering menggunakan semboyan " Logika mulai bekerja dari kontradiksi-kontradiksi". Karena itu, penting dalam hal ini untuk dapat menegaskan kontradiksinya, sebagai berikut :

A) Setiap perasaan adalah ilusi
O) Sebagian perasaan bukanlah ilusi

Tidaklaj mungkin dua keyakinan tersebut sama benarnya. Karena itu, mana keyakinan Anda, A atau O ? Keyakinan saya adalah proposisi O dan akan saya jelaskan argumentasinya secara lengkap, terstruktur, sistematis dan logis. Apabila anda mempunyai keyakinannyang berlawanan dengan keyakian saya ini, silahkan Anda ungkapkan pula dengan cara yang sama.

Bentuk O dalam logika proposisional dapat diungkapkan dengan kalimat "tidak setiap perasaan adalah ilusi" dan ini tidak ekuivalen dengan "setiap perasaan adalah ilusi".

Argumentasi Keyakinan Saya :

Tidak setiap perasaan adalah ilusi. Kenapa ? Karena jika setiap perasaan adalah ilusi, maka manusia tidak akan dapat lepas dari ilusi. Sebab setiap kesadaran muncul selalu bersama dengan perasaan. Kebenarannya, manusia dapat lepas dari ilusi dan memang setiap kesadaran muncul bersama perasaan. Dengan demikian kesimpulannya, tidak benar setiap perasaan adalah ilusi.

Pertanyaannya, apakah struktur konsep dalam argumen di atas sudah lengkap, terstruktur, logis dan sistematis ? Untuk mengetahuinya, mari gunakan metoda logika.

Pertama, buatlah ekspresi Logikanya
Kedua, gunakan Tablo Semantik.

Lihat pada gambar berikut :

(https://s25.postimg.cc/tsbmzogkf/tablo_2018-05-24_07-47-13.jpg)

Pertanyaannya :
1) apa yang kurang dari tablo tersebut ?
2) Adakah bagian yang tidak terstruktur ?
3) Apakah kesimpulannya logis ?
4) Bukankah tablo tersebut telah sesuai dengan sistem logika ?

Jika tak ada unsur yang kurang pada tablo tersebut, tak ada bagian yang tak terstruktur, argumentasinya valid, konklusinya logis dan telah disajikan sesuai dengan hukum-hukum logika, maka disebut lengkap, terstruktur, logis dan sistematis.