Penulis Topik: Mencari Sebab  (Dibaca 1121 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9592
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Mencari Sebab
« pada: Agustus 12, 2015, 03:33:05 PM »
Berikut ini hasil diskusi di grup Whatsapp :

[9:03 12/08/2015]

Setelah memahami dua prinsip kausalitas ilmiah[1], selanjutnya kita pelajari lima metoda induksi untuk menguji kebenaran sebab-akibat yg terkandung dalam.pernyataan Jika-Maka.

Metoda Pertama disebut Persetujuan. Rumusannya sebagai berikut :

Jika terdapat fenomena Y pada peristiwa A, B, dan C. Ditemukan faktor yg sama pada A, B dan C, yaitu X. maka secara ilmiah dapat dikatakan  X merupakan sebab bagi Y.

Ada orang gemar marah2. Sebagian orang menduga orang ini akan marah2 kalo sedang banyak uang. yg lainnya lagi menduga karena sedang tak punya uang. Faktnya, tak punya uang dia marah2. punya uang juga marah2. sewaktu tak punya uang dia stress, mikirin jalan keluar agar memperoleh uang. ketika punya uang, dia stress mengingat uangnya tidak cukup untuk memrnuhi kebutuhan belanja. stress adalah faktor yg sama yg ada pada saat dia punya uang dan tidak punya uang. maka stress dapat dikatakan sebagai sebab dia marah2. setidaknya ini konklusi pertama berdasarkan fskta yg ada.

Tapi kemudian, ditemukan kondisi dia stress, tapi tidak marah2. maka kebrnaran konklusi sebab-akibat di atas gugur. ditemukan pula kondisi dia tidak stress ketika punya uang dan tak punya uang. maka apa sebrnarnya yg menjadi sebab dia marah2 ?

Ratno Golan: Uangnya tidak cukup
asepr78: Bagaimana bila ditemukan kondisi uangnya cukup, tapi dia marah2 jg ?
Ratno Golan: Berarti uang bukan sebab. Akan tetapi kasus diatas tidak ditemukan kondisi uang cukup

[10:04 12/08/2015] asepr78: Jika uang tidak cukup merupakan faktor yg ada pada semua peristiwa, maka benar "uang tidak cukup" merupakan sebab. tapi bila kasusnya saya tambahkan, dia marah2 ketika uang cukup, berarti "uang tak cukup" bukanlah sebab. begitulah seterusnya. kesimpulan ilmiah trrbuka untuk perubahan.

ade r: Misal ada kecelakaan pesawat. Kmudian dikatakan bahwa sebabnya adalah krusakan mesin,dan memang ada krusakan mesin, tetapi pada kasus lain ditemukan krusakan mesin pesawat tetapi tidak terjadi kcelakaan berarti konklusinya krusakan mesin bukan sebab kcelakaan. Bnar bgitu?


Hendra: Kerusakan mesin bukan satu-satunya penyebab kecelakaan..Kerusakan mesin bisa menjadi salah satu penyebab tunggal kecelakaan,atau,Kerusakan mesin harus dikombinasikan dgn faktor lain sehingga akhirnya bisa membuat kecelakaan..

Ratno Golan: Pada kasus kedua itu, berlaku prinsip kedua logika induksi. Sesuatu bukan sebab bagi akibat apabila dia dijumpai pada saat akibat tidak terjadi

Ratno Golan: Jadi konklusi nya menurut saya benar kang ..

Hendra: Si A naek sepeda, tiba2 remnya blong, kebetulan ada pengendara motor yg lewat, akhirnya tabrakan.. kecelakaan..

Si B naek sepeda, tiba2 remnya blong, namun saat itu jalanan lagi sepi, gak ada satupun pengendara lain yg lewat, akhirnya si B selamat sampai di rumah..

Bagaimana kesimpulan dari 2 kasus ini : apa penyebab kecelakaan ?

Rem blong, kondisi jalanan, atau kombinasi keduanya ?

 1. Lihat : Prinsip Ilmiah
« Edit Terakhir: Agustus 12, 2015, 03:57:07 PM oleh Kang Asep »
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9592
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re: Mencari Sebab
« Jawab #1 pada: Agustus 12, 2015, 03:38:01 PM »
 ade r: berarti Kecelakaan tidak pernah jd sebab meningalnya sesorang. Begitu pun penyakit. Benar?

asepr78: tidak benar.Bisa jadi, kecelakaan merupakan sebab meninggalnya seseorang. Ada perbedaan antara kecelalaan pesawat dgn kecelakaan pesawat MH-130.

Karena itu, bisa jadi sebab pesawat MH-130 jatuh adalah kerusakan mesin. tapi kerusakan mesin bukan sebab jatuhnya pesawat. karena terbukti banyak pesawat jatuh tanpa ada kerusakan mesin.

dan ada perbedaan antara kerusakan berat  dan ringan pada mesin. Karena itu bisa jadi kerusakan berat pada mesin merupakan sebab jatuhnya peswat, jika kerusakan berat pada mesin selalu ditemukan pada peswar jatuh.

Tapi, bila ternyata ada peswat yg jatuh tanpa ada kerusakan mesin berat, bisa pula kerusakan mesin berat merupakan sebab jatuhnya pesawat dengan menyempitkan klasifikasi. Misalnya sebab jatuhnya pesawat yg dioperasikan dengan prosedur benar. dengan demikian, faktor kelalaian di luar hitungan. sehingga adanya peswat yg jatuh dengan tanpa ada kerusaka  sama sekali tidak menyangkal kerusakan mesin srbagai sebab krcelakaan . demikian pula, ada perbedaan antara sebab orang meninggal dengan sebab seseorang meninggal.

asepr78: Bisa pula dikatakan "Kelalain merupakan sebab pesawat yg tidak mrngalami kerusakan mesin jatuh." tetapi, ini bahasa ilmiah. jika dslam bahasa berita, tentu tidak begitu, cukup dengan misalnya "Peswat itu jatuh akibat kelalaian pilot". ini sudah benar  Bahasa ilmiah, bahasa logika, dan bahasa berita itu punya perbedaan.

asepr78: Sejatinya, menjelaskan sebab sesuatu adalah menciptakan dan mengemukakan definisi dari sesuatu dengan lingkungan jenis "sebab".

Misalnya "Kerusakan mesin pesawat" , "Kelalaian", "tembakan rudal", semuanya dapat masuk ke dalan jenis sebab kecelakaa  pesawat. hanya saja kita perlu menemukan sifat pemisah  (differentia) yg memisahkan golongan kerusakan mesin dengan tembakan rudal.

kembangkan lingkungan jenisnya dan atau differentianya, maka kita temukan apakah sesuatu itu dapat disebut sebab dari suatu fenomena atau tidak.

Jika ada orang bersin di pesawat, kemudian peswar jatuh, maka tsk bisa "bersin" dimasukan ke dalam jenis "sebab kecelakaan pesawat", walaupun lingkungan jenis dan differentianya dikembangkan secara maksimal. Karena kita tidak akan dapat menemukan lingkungan jenis sebab dan differentia yg mampu mengimbangi "bersin" sebagai definiens.
« Edit Terakhir: Agustus 12, 2015, 04:01:43 PM oleh Kang Asep »
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
3 Jawaban
2656 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 16, 2013, 09:11:41 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
2939 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 28, 2012, 09:09:31 PM
oleh Kang Asep
22 Jawaban
4705 Dilihat
Tulisan terakhir November 01, 2014, 03:18:14 PM
oleh Sandy_dkk
4 Jawaban
1289 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 11, 2014, 09:08:31 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
713 Dilihat
Tulisan terakhir April 12, 2016, 04:52:56 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
426 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 02, 2017, 01:11:59 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
416 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 04, 2017, 11:31:54 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
202 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 09, 2018, 07:50:20 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
163 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 04, 2018, 04:57:52 PM
oleh comicers
0 Jawaban
190 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 24, 2018, 12:05:52 PM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan