Penulis Topik: Mata Logika  (Dibaca 480 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9592
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 483
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Mata Logika
« pada: Juni 07, 2016, 07:31:11 AM »



Nomor : PST.KII/log-069/6145
Edisi : 29 Maret 2017
Judul : Mata Logika
Menjelaskan :
1) pengertian dari "Mata Logika"
2) Apa yang dapat dilihat dan tidak dapat dilihat oleh Mata Logika
Landasan Pengetahuan yang dibutuhkan :
1) Objek Kajian Ilmu Logika
2) Logika Murni
3) Buta Makna
4) Empat Bentuk Proposisi
5) Parameter Kebenaran
6) Syllogisme
===============

Mata Logika adalah kemampuan memililah dan memilh mana objek kajian ilmu logika dan mata yang bukan.

Untuk menajamkan pemahaman tentang "Mata Logika", sering saya katakan bahwa "Logika itu Buta Makna". apa yang dimaksud buta makna ? seperti halnya buta warna, apakah pernyataan yang ditulis itu berwarna hitam, biru atau merah, sama saja. selama dapat dilihat dan dibaca, warna tidak mengubah isi dari tulisan.  karena itu, tidak perlu membedakan warna untuk memehami apa isi suatu pernyataan. Demikian pula, dalam logika, apapun maknanya, tidaklah peduli. karena sebanyak-banyak manusia dalam membuat pernyataan, itu hanya terdiri dari "empat bentuk proposisi".

Setiap A adalah B

apa maknanya kalimat di atas ? apapun maknanya, itu tidak penting. bila menggunakan mata logika, apapun maknanya, pernyataan tersebut adalah proposisi bentuk A.

Jika Anda tidak tahu makna dari suatu pernyataan, maka tentu Anda juga tidak tahu, apakah pernyataan tersebut bernilai benar atau salah. Lalu dari mana nilai benar-salahnya suatu proposisi diketahui ? dari parameternya atau dengan ditetapkan secara subjektif. misalnya, ditetapkan bahwa proposisi pertama"Setiap A adalah B" bernilai benar. karena itu, proposisi kedua, yakni "sebagian A bukan B",  secara objektif pasti bernilai salah berdasarkan parameter proposisi pertama tadi. Tidak peduli apapun makna kalimat tersebut, maka pastilah begitu kebenarannya. karena itu saya katakan, "mata logika itu buta makna,dan harus buta makna. mata logika tidak dapat, tidak boleh dan tidak perlu melihat jauh ke dalam makna, cukup melihat pada bentuk-bentuk kalimatnya saja.

apapun proposisinya :

1) setiap emas adalah logam
2) setiap kambing itu mamalia
3) setiap hari saya pergi kerja
4) Setiap murid berkewajiban menghormati gurunya

semua itu terbaca oleh mata logika sebagai "Setiap A adalah B".

contoh kasus :

Bentuk Umum :

Setiap A adalah B
Setiap A bukan C
Jadi, sebagian B adalah C

Contoh 1 :

Setiap emas adalah logam
Sebagian emas bukan kayu
Jadi, sebagian logam bukan kayu

Kok "sebagian logam? Bukankah semestinya "Setiap logam bukan kayu ?"

"Setiap logam bukan kayu" merupakan proposisi yang bernilai benar. Tetapi konklusi yang tepat dan logis dari premis - premis di atas adalah "Sebagian emas bukan kayu" Mengapa ? Karena hukum logika harus bersifat pasti benar dan dapat diterapkan terhadap semua kasus. Jika seseorang menilai bahwa konklusi tersebut keliru, itu karena dia sebelumnya telah memiliki pengetahuan ilmiah tentang logam dan kayu. Tetapi ingat, objek Logika adalah sintak kalimat itu sendiri dan mata logika itu "buta makna". Seperti ketika anda membaca dua premis berikut :

Setiap A adalah B
Setiap A bukan C

Anda tidak tahu, apa makna atau term yang akan dimasukkan ke dalam variabel ABC di atas.  Karena itu bagaimana anda mengetahui kesimpulan yang benar, apakah "sebagian B" ataukah "Setiap B" ? Jika Anda menyimpulkan "Setiap B", maka tidak pasti benar. Tetapi apabila menyimpulkan "sebagian B", maka pasti benar, tepat dan logis.

Pada sebagian kasus, kesimpulan "Setiap B" bisa benar, tapi dalam kasus lain jadi salah. Karena itu kesimpulan "Setiap B" tak pasti benar.

Contoh :

Setiap Pipit adalah burung
Setiap Pipit bukan pemakan daging
Jadi, Setiap burung bukan pemakan daging ?

Jelas tidak benar, "Setiap burung adalah pemakan daging".

Karena itu untuk modus TKTB - AE, konklusi nya mesti bentuk O. Jika bentuk E, tidak dijamin kebenarannya. Karena dapat menimbulkan terjadinya kesalahan.

Karena itu, untuk menajamkan Mata Logika Anda,  maka Anda dapat melatihnya dengan cara mengkonversi kalimat-kalimat yang anda temukan ke dalam variabel ABC, sehingga kalimat-kalimat tersebut dapat dianalisa dalam kondisi bebas makna.

« Edit Terakhir: Maret 29, 2017, 01:39:20 PM oleh Kang Asep »
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
1 Jawaban
1282 Dilihat
Tulisan terakhir September 28, 2012, 08:50:32 AM
oleh kang radi
14 Jawaban
8947 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 20, 2013, 07:43:31 PM
oleh Kang Asep
2 Jawaban
2743 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 14, 2013, 08:44:36 PM
oleh Kang Asep
2 Jawaban
3435 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 31, 2013, 10:10:26 PM
oleh comicers
1 Jawaban
523 Dilihat
Tulisan terakhir September 30, 2015, 11:00:59 AM
oleh joharkantor05
3 Jawaban
1143 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 20, 2016, 09:17:34 PM
oleh rusa
1 Jawaban
517 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 07, 2016, 05:38:00 PM
oleh kang radi
5 Jawaban
1204 Dilihat
Tulisan terakhir April 20, 2016, 07:55:48 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
187 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 23, 2016, 11:20:07 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
97 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 28, 2017, 08:28:50 PM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan