Penulis Topik: Logika Murni  (Dibaca 1182 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9384
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 428
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Logika Murni
« pada: Agustus 11, 2015, 07:37:56 AM »
Nomor : PST.KII/Log-068/5204
Edisi : 27 Maret 2017
Judul : Logika Murni
Tujuan : memahami pengertian dari Logika Murni
================

apa yang akan dijelaskan di sini, senada dengan materi sebelumnya yang berjudul : Objek Kajian Ilmu Logika. hanya saja di sini lebih dipertegas dan diperdalam, agar Anda tidak saja sekedar mengerti, tetapi juga memiliki pemahaman yang kuat.



Apa yang dimaksud dengan logika murni ?

Logika adalah Hukum Berpikir Tepat. Adapun yang dimaksud dengan Logika Murni adalah bentuk umum dari hukum berpikir tersebut, sebelum diterapkan kepada berbagai bidang disiplin ilmu lain seperti pada bidang agama dan filsafat. Tentu saja logika perlu diterapkan kepada berbagai bidang disiplin ilmu pengetahuan, tetapi juga sangat penting untuk memahami kemurnian logika itu sendiri.

Dalam Logika murni, kita tidak menggunakan asumsi, empirisme dan nilai-nilai yang terkandung dalam pernyataan-pernyataan ilmiah. Nilai kebenaran proposisi tidak diketahui dengan cara membandingkan antara pernyataan dengan realitas, melainkan dengan menentukan secara langsung nilai benar-salahnya. contoh : "Setiap A adalah B" merupakan propsisi bernilai benar. dan yang berhak memberikan nilai adalah orang yang membuat pernyataan. Bandingkan dengan pernyataan "Imam Mahdi telah lahir ke alam dunia". apakah ini bernilai benar atau salah ? jawabannya diperdebatkan. ada yang menilainya benar-dan ada yang menilainya salah. yang demikian itu berarti bukan objek kajian "Logika Murni".

Jika ada istilah "Logika Murni", maka adakah "Logika yang tidak murni"? ya ada. yaitu logika yang material syllogismenya merupakan produk filsafat dan ilmiah.  Logika yang tidak murni ini maksudnya adalah "Logika Terapan", yaitu logika yang diterapkan pada proposisi-prosisi ilmiah agama, filsafat, dll.

Contoh :

Setiap A adalah B

Pernyataan tersebut benar atau salah ?

Dengan logika murni, pernyataan tersebut bernilai netral dengan kata lain dia bukan proposisi, kecuali jika si pembuat pernyataan langsung memberikan nilainya. mislanya : "Setiap A adalah B" merupakan proposisi bernilai benar.

contoh lainnya :

Setiap A adalah B => true
Setiap B adalah C => true
jadi, Setiap A adalah C => true

apakah konklusi "setiap A adalah C" merupakan konklusi logis dan benar ? ya, itu logis dan benar.

Untuk memeriksa, apakah Anda dapat menggunakan logika murni atau tidak, maka cobalah mengubah berbagai trem-term yang terdapat dalam syllogisme dengan variabel a, b dan c.

contoh syllogisme1 :

Setiap Rasul Allah adalah nabi
Setiap Rasul Allah adalah laki-laki
jadi, sebagian nabi adalah laki-laki

apakah benar "sebagian nabi adalah lagi-laki" ?

ada yang menjawab "salah". kenapa ? karena dia berpikir, "jika seseorang menyatakan Sebagian nabi adalah laki-laki, berarti orang itu menyatakan bahwa sebagian nabi adalah perempuan. tanggapan seperti ini, menunjukan bahwa dia tidak menggunakan logika murni. mari kita ubah pernyataan tersebut ke dalam variabel-variabel.

A= Rasul Allah
B = Nabi
C = Laki-laki

Syllgosme2

Setiap A adalah B
Setiap A adalah C
jadi, sebagian B adalah C

apakah benar, "sebagian A adalah C" ? hal itu tidak terlihat salah, atau Anda tidak tahu apakah itu benar ataukah salah. ini pertanda Anda belum mengenal logika murni.

Bandingkan dengan contoh berikut :

syllogisme3 :

Setiap kerbau adalah makan tumbuhan
Setiap kerbau adalah herbivora
jadi, sebagian yang makan tumbuhan adalah herbivora

benarkah "sebagian yang makan tumbuhan merupakan herbivora"  ? benar. adakah yang makan tumbuhan yang bukan herbivora? ada. yaitu carnivora, yang makan tumbuhan juga makan hewan. contoh carvinora itu adalah manusia. karena, manusia makan tumbuhan juga daging hewan.

Bandingkan dua pernyataan berikut :

1) sebagian Nabi adalah laki-laki
2) sebagian yang makan tumbuhan adalah herbivora

jika Anda menilai bahwa kalimat yang pertama bernilai "salah" sedangkan yang kedua "benar", itu pertanda Anda belum mengerti "Logika Murni". perhatikan syllogsme2. jika variabelnya diganti dengan term-term yang terapat pada syllogisme3, maka semestinya konklusinya tetap sama, logis dan benar.  dalam Logika Murni, jika variabel A, B, C pada syllogisme diganti dengan term apapun, maka hasilnya harus tetap benar dan logis. maka sebenarnya pernyataan "sebagian Nabi adalah laki-laki" merupakan pernyataan yang benar dan logis. dan pernyataan tersebut tidak berarti "sebagian nabi adalah perempuan". Prinsipnya, "jika seluruhnya benar, maka sebagiannya benar pula". mustahil "seluruhnya benar, tapi sebagiannya salah". jika benar "semua nabi adalah laki-laki", maka pasti benar pula "sebagiannya juga  laki-laki". masa iya, "semua nabi adalah laki-laki", tapi "sebagainnya bukan laki-laki". itu kontradiksi.

contoh yang lebih sederhananya adalah "kelereng dalam botol". jika seluruh kelereng dalam botol berwarna kuring, maka pasti benar sebagiannya juga berwarna kuning. jadi, jika saya nyatakan "sebagian kelereng dalam botol berwarna kuning", maka pstilah itu pernyataan yang benar. jika saya nyatakan bahwa "sebagian kelereng dalam botol tidak berwarna kuning", maka pastilah salah. karena telah diketahui bahwa "seluruhnya kuning". tapi secara ajaib, dalam diskusi, jika saya menyatakan bahwa "sebagian A adalah B", seringkali ditafsirkan bahwa saya menyatakan "sebagian A tidak B". jika saya menyatakan "sebagian kelereng dalam botol berwarna kuning", maka sering ditafsirkan bahwa saya telah menyatakan "sebagian kelerng tidak berwarna kuning". demikian pula pernyataan saya tentang "sebagian nabi adalah laki-laki" telah mendapat banyak bantahan, seolah saya menyatakan "sebagian nabi adalah perempuan". itu pertanda adanya kesalahan dalam proses pemikiran mereka.

ada yang berkata, "jika kita sudah tahu bahwa seluruhnya laki-laki, mengapa harus dinyatakan sebagiannya laki-laki ?"

Jawabannya adalah untuk menghindari kesalahan berpikir dan melenyapkan fanatisme.

contoh :

Setiap A adalah B
Setiap A adalah C

jika dua proposisi di atas benar, maka proposisi berikut ..

1) setiap B adalah C
2) sebagian B adalah C
3) sebagian B bukan C

Mana yang benar ?

nomor 1 dan 3 itu mungkin saja benar. tapi sebagaimana telah dijelaskan bahwa logika tidak bergerak dia atas kemungkinan-kemungkinan. hal-hal yang tak pasti harus dibuang dari teori logika, yang diambil adalah yang pasti benar saja. dari ketiga proposisi di atas, maka yang pasti benar itu adalah proposisi yang nomor 2.

jika Anda menyimpulkan bahwa "Setiap B adalah C", maka kesimpulan Anda tidak dijamin kebenarannya, atau memiliki kemungkinan salah. tapi, jika Anda menyimpulkan bahwa "sebagian B adalah C", maka dijamin kebenarannya dan tidak mungkin salah.  walaupun sebegitu pastinya hukum logika, tetapi ketika diterapkan ke dalam term-term agama dan filsafat, akan tampak menjadi lebih rumit dan menjadi serba tidak tentu (relative), itu karena sifat fanatisme atau tidak menggunakan logika murni.

Sifat Fanatik terhadap ajaran tertentu, seringkali menjadi biang keladi tumpulnya logika. seseorang bisa sangat hebat logikanya ketika diterapkan ke dalam bidang matematika dan sains. tetapi mendadak tumpul ketika diterapkan pada bidang agama, bukan karena kurangnya wawasan, tetapi karena fanatisme dengan nilai-nilai yang telah dianut sebelumnya. untuk mengatasi hal ini, maka dapat digunakan logika murni, di mana seluruh term di dalam proposisi-proposisi yang ada harus dikonversi ke dalam variabel ABC. kalo term-temnya sudah dalam bentuk ABC, tak ada lagi fanatisme, karena seseorang tidak lagi mengkotak-kotakan proposisi dengan menyangkan - membencikan dan menguntungkan - merugikan.
« Edit Terakhir: Maret 27, 2017, 11:26:52 PM oleh Kang Asep »
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
1622 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 24, 2012, 09:18:58 PM
oleh Kang Asep
4 Jawaban
2077 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 17, 2012, 08:44:37 PM
oleh Sandy_dkk
6 Jawaban
2358 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 12, 2013, 04:22:24 PM
oleh Kang Asep
17 Jawaban
4620 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 03, 2013, 11:13:50 AM
oleh Abu Hanan
6 Jawaban
1796 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 08, 2013, 10:43:59 PM
oleh Kang Asep
2 Jawaban
1228 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 20, 2014, 04:53:09 PM
oleh ratna
0 Jawaban
716 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 02, 2014, 07:26:23 AM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
808 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 07, 2015, 10:37:56 PM
oleh ratna
4 Jawaban
887 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 13, 2015, 09:11:54 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
234 Dilihat
Tulisan terakhir November 25, 2016, 12:55:59 PM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan