Penulis Topik: Intisari Ilmu Logika  (Dibaca 97 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9522
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 480
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Intisari Ilmu Logika
« pada: Pebruari 12, 2018, 12:53:19 PM »
Intisari Ilmu Logika
Edisi : 12 February 2018, 12:37:18

Bagaimana intisari ilmu logika ?

Intisari logika adalah bagaimana menghindarkan diri dari kesalahan berpikir. Ini tidak sama dengan menjadi pintar. Karena itu, menjadi ahli logika, tidak berarti menjadi tahu semua hal. Tapi justru menjadi sadar, tentang apa saja yang tidak diketahui. Intisari belajar ilmu logika adalah tentang "bagaimana kita menjadi jujur" dan "tahu apa yang tidak kita ketahui".

Ada dua cara menghindarikan diri dari kesalahan berpikir.

1) jangan berpikir
2) bila berpikir, patuhi hukum logika

Dalam bidang agama contohnya, munculnya penyimpangan-penyimpangan itu dikarenakan adanya kekeliruan-kekeliruan dalam hal menafsirkan. Untuk menghindari diri dari kekeliruan dalam soal menafsirkan al Qur`an, maka ada dua cara.

1) jangan berani membuat tafsiran apapun
2) kalo berani menafsirkan, patuhi hukum logika

Hal ini tidak berarti menguasai ilmu logika merupakan syarat seseorang boleh menafsirkan al Quran. Tanpa menggunakan ilmu logika, orang dapat menafsirkan al Quran dengan benar. Akan tetapi, penafsiran yang bertentangan dengan hukum-hukum logika sudah pasti keliru.

Saya tidak ragu menyebut diri saya sendiri "ahli logika", walaupu banyak orang yang benci dengan pengakuan saya. Tapi saya tidak menyebut diri saya sendiri sebagai "ahli Qur`an`". Dan saya selalu menunjuk "ulama" sebagai ahli Qur`an. Karena itu, walaupun saya ahli logika, untuk urusan penafsirannya yang sah, saya serahkan pada para ulama. Karena menurut hukum logika itu sendiri, tiada yang benar-benar mengerti maksud dari suatu kalimat, kecuali pemiliknya sendiri. Lalu, siapa pemilik kalimat-kalimat dalam al Qur`an ? Allah swt. Dan Allah telah menurunkan al Qur`an plus maknanya kepada nabi saw. Dan nabi saw mewariskannya kepada ulama. Jadi, menurut hukum logika, ulama itulah yang berhak menafsirkan al Qur`an. Ulama yang benar-benar pewaris nabi, mustahil membuat penafsiran yang bertentangan dengan hukum logika.

Dengan belajar ilmu logika, kita dapat mengidentifikasi penafsiran-penafsiran yang kontradiktif. Sedangkan yang namanya kontradiksi, mustahil benar secara bersama-sama. Dengan demikian, siapa yang membuat penafsiran-penafsiran kontradiktif, mustahil dia adalah ulama pewaris nabi saw.

Alat utama menjadi orang Islam itu bukan Quran, bukan Syariat,bukan fiqih, bukan kitab,  bukan Hadis. Alat utama itu akalmu, pikiranmu. (Cak Nun)[1]

Dan intinya, ilmu logika itu adalah hukum akal sehat yang diekplisitkan menjadi sebuah ilmu.  Di pesantren-pesantren, ilmu logika termasuk pada kategori ilmu alat, yaitu alat berpikir, juga seperti kata Cak Nun, merupakan alat berislam.

____________
1)
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
6 Jawaban
3703 Dilihat
Tulisan terakhir November 15, 2012, 07:27:10 AM
oleh ratna
0 Jawaban
688 Dilihat
Tulisan terakhir September 23, 2014, 10:39:47 PM
oleh Kang Asep
5 Jawaban
1236 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 02, 2015, 11:49:23 AM
oleh Agate
0 Jawaban
677 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 15, 2015, 04:13:20 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
369 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 13, 2017, 02:30:54 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
647 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 25, 2017, 06:38:10 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
136 Dilihat
Tulisan terakhir September 16, 2017, 07:55:36 PM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
185 Dilihat
Tulisan terakhir November 30, 2017, 02:28:34 AM
oleh Purnama
0 Jawaban
199 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 08, 2017, 03:12:48 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
126 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 24, 2018, 11:47:58 AM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan