Penulis Topik: Adakah kebenaran yang pasti ?  (Dibaca 3555 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9591
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Adakah kebenaran yang pasti ?
« pada: Oktober 30, 2013, 01:20:07 PM »
Adakah kebenaran yang pasti ? ada. Salah satunya adalah kebenaran logika. Jika Setiap A adalah B. dan Setiap B adalah C. maka pasti benar, bahwa A adalah C. menyangkal kepastian kebenaran ini adalah mustahil, bahkan mustahil dalam seluruh khayalan yang mungkin. Contoh kebenaran pasti lainnya adalah “segala sesuatu pasti sama dengan dirinya sendiri, memiliki persamaan dan perbedaan selain dengan dirinya sendiri”. dan satu contoh lagi “Setiap benda itu memiliki bentuk”. Tidak ada yang menyangkal kebenaran-kebenaran yang pasti itu, kecuali orang yang tidak waras alias gila.

Walaupun kebenaran logika bersifat pasti, tetapi dalam ranah ilmiah, kebenaran ilmiah ini menempati posisi sebagai hipotesa. Jika hipotesa ini menyangkut ranah ilmiah, maka harus dibuktikan secara ilmiah. Ketika pembuktian ilmiah menunjukan bahwa hipotesa logika tadi salah, maka dipastikan yang keliru tidak terletak pada hukum logika, tetapi kemungkinan pada material syllogisme yang keliru. sehingga dengan ketidak sesuaian konklusi tersebut, akhirnya mendorong orang untuk menyelidiki kebenaran dari material syllogisme tersebut.

Sebagai contoh : jika Anda membakar kertas di atas piring berisi air, lalu menutupnya dengan gelas, maka api akan mati dan air akan masuk ke dalam gelas.

Ada logika yang bekerja pada hipotesa di atas. Tidak perlu saya uraikan satu persatu bentuk logikanya, karena uraiannya mungkin akan terlalu panjang. Tapi yang jelas, hipotesa tersebut bisa lahir dari kesimpulan-kesimpulan logis. Untuk membuktikannya, perlu dipraktikan. Jika ternyata hasil percobaan tidak sama dengan kesimpulan logis, maka yang harus diperiksa adalah kebenaran material syllogisme dan kesamaan makna midle term. Jika keduanya sudah dipastikan benar, maka mustahil kesimpulannya tidak sesuai dengan fakta ilmiah. Ketidak sesuaian pembuktian ilmiah dengna konklusi hanya mungkin karena ada kesalahan dalam salah satu dari dua faktor tadi atau kesalahan keduanya.

Jika suatu hipotesa menyangkut ranah agama dan filsafat, maka harus dikonfirmasikan kepada si pemilik proposisi. Sebagai contoh : Jika Rasululllah adalah adz Dzikra. Dan Adz Dzikra itu adalah al Quran. Maka tidak diragukan lagi, bahwa Rasulullah adalah al Quran. Atau sebaliknya, bila benar Al Quran adalah Adz Dzikra. Dan Adz Dzikra adalah Rasulullah, berarti al Quran adalah Rasulullah. Kesimpulan ini valid, dan pasti benar. Kecuali bila ternyata susun pikiran tersebut mengandung empat term, yakni tiadanya midle term, karena makna yang berbeda pada term adz Dzikra dalam premis mayor dan minor. Dan untuk memastikan kesamaan makna midle term tersebut butuh konfirmasi kepada pihak yang berwenang, yaitu Allah, Rasulullah, para Imam atau para ulama. Ini adalah cara membuktikan kebenaran hipotesa logic untuk persoalan agama dan filsafat. Jika ternyata makna dari midle term itu benar-benar sama, maka

Setelah midle termnya dipastikan memiliki kesamaan makna, maka langkah terakhir adalah konfirmasi kepada si pemilik term tentang kebenaran konklusi. Seharusnya si pemilik term mengakui kebenaran konklusinya. Jika tidak, maka tidak ada kemungkinan lain dari penyangkalan lain, kecuali karena si penyangkal sudah tidak waras lagi. Penyangkalan yang tidak berlandas pada hukum-hukum logika ini merupakan hal yang  mustahil dilakukan oleh Rasulullah dan para imam yang suci.

Jadi, Logika merupakan kebenaran yang pasti yang mustahil dalam disangkal oleh siapapun, kecuali orang gila. Logika bersifat objektif, bukan subjektif. Logika menghancurkan ideologi sesat yang mengatakan kebenaran itu relatif atau subjektif. Kata mereka, “apa yang Anda anggap benar, bisa jadi dianggap salah oleh orang lain. demikian pula sebaliknya. Karena itu tidak ada kebenaran yang pasti.” Ini adalah suatu bentuk kebodohan yang nyata. Jika Ahmad mengatakan bahwa “Setiap A adalah B”, sedangkan Umar mengatakan bahwa “Setiap A bukanlah B”, maka musthil kedua-duanya benar. Pastilah yang benar itu Cuma satu. Masalahnya, ketika orang bodoh tidak bisa menemukan argumentasi yang pasti tentang mana pernyataan yang benar dan mana yang salah, lalu menyimpulkan bahwa kebenaran itu relatif. Mustahil dia akan mengatakan keduanya benar, bila akalnya waras.

Walaupun kebenaran logika merupakan kebenaran yang pasti, tetapi di forum ini saya membuat disclaimer bahwa setiap informasi yang tersedia di forum ini merupakan informasi untuk didiskusikan kebenarannya, bukan yang dipastikan kebenarannya. Itu maksudnya, informasi-informasi yang tersedia di forum ini diklaim sebagai informasi yang fungsi utamanya untuk didiskusikan kebenarannya. Adapun informasi-informasi yang memiliki kebenaran yang pasti, itupun difungsikan sebagai informasi untuk didiskusikan dengan mereka yang belum dapat melihat kepastian kebenarannya.

Sebagian informasi di forum ini merupakan informasi yang belum jelas benar atau salahnya. Dan sebagiannya lagi merupakan informasi yang sudah jelas benar dan salahnya. Kepastian dan ketidak pastikan ini merupakan sifat informasi berdasarkan logika. Sedangkan “ketidak pastian” yang terdapat dalam disclaimer itu merupakan fungsi informasi bagi pembaca. Secara logika, suatu informasi bisa dikatakan “pasti benar”. Tapi saya tidak menggunakan “informasi yang pasti benar” ini sebagai “informasi yang pasti benar” bagi pembaca, melainkan difungsikan sebagai informasi untuk didiskusikan.

Lalu, mengapa saya tidak menyatakan dalam disclaimer bahwa sebagian informasi yang tersedia di forum ini adalah informasi yang pasti benar ? pernyataan seperti itu tidak keliru, tapi tidak akan sesuai dengan tujuan dari disclaimer. Pernyataan disclaimer itu dibuat untuk mendorong para pembaca menyelidiki sendiri setiap kebenaran informasi yang ada di forum ini. Hendaknya mereka tidak percaya begitu saja, ini benar dan itu salah, ini pasti benar atau itu pasti salah, sebelum menyelidikinya sendiri. pernyataan bahwa “sebagian informasi di forum ini merupakan informasi yang pasti benar” merupakan pernyataan yang tidak berguna, bila pembaca tidak melihat sendiri bukti-bukti kebenaran itu. oleh karena, dengan difungsikan sebagai “informasi untuk didiskusikan”, bukan “informasi yang dipastikan benar”, disclaimer bertujuan mendorong pembaca menyelidiki sendiri kebenaran informasinya dan bertanggung jawab penuh atas setiap tindakan yang diambil berdasarkan kesimpulannya yang diambilnya dari hasil penyelidikan tadi.

Dengan demikian, menjawab judul topik ini, saya nyatakan kebenaran yang pasti itu ada. Informasi yang kebenarannya pasti, merupakan santapan kegemaran para Logicer. Pernyataan saya di dalam Disclaimer adalah pernyataan tentang fungsi informasi di forum ini, bukan menyangkal adanya kepastian kebenaran pada suatu informasi.

Artikel disarankan :

mencari argumentasi yang valid
paragraf argumentasi
akal & kebodohan
pernyataan-pernyataan yang menghancurkan akal sehat
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Sandy_dkk

Re: Adakah kebenaran yang pasti ?
« Jawab #1 pada: Oktober 30, 2013, 02:43:44 PM »
saya sepakat!

kebenaran logika adalah kebenaran yang pasti. tidak ada yang menyangkal kebenaran logika melainkan kegilaan, tidak ada yang meragukan kebenaran logika melainkan kebodohan.

kebenaran ilmu pengetahuan ilmiah adalah kebenaran relatif, berubah seiring waktu yang memungkinkan para ilmuwan menemukan adanya material2 silogisme baru. namun begitu, untuk pengembangan teknologi yang relatif ini harus dianggap benar, sementara untuk kemajuan ilmu pengetahuan ilmiah itu sendiri yang relatif ini tetap diposisikan sebagai sesuatu yang relatif. sementara logika sebagai kerangka terbitnya ilmu pengetahuan ilmiah kebenarannya mestilah bersifat mutlak, tak dipengaruhi oleh waktu.

perubahan material silogisme hanya merubah isi konklusi, sama sekali tidak berpengaruh terhadap logika dan cara pengambilan konklusi.


menjadikan dunia ilmiah sebagai acuan kebenaran mutlak adalah kesalahan yang sangat besar, merusak pengembangan ilmu pengetahuan itu sendiri, dan menimbulkan kebodohan ilmiah. lihatlah tersebarnya berita hoax islami akibat anggapan ini yang beberapanya saya tuangkan dalam tulisan. bukan hanya umat islam yang tejatuh dalam kesalahan ini, banyak umat lain juga demikian, namun saya merasa lebih penting untuk mengangkat hoax islami terlebih dahulu.

berbeda dengan orang lain yang jika dia beragama islam maka akan memuja2 berita yang mendukung kebenaran agamanya, padahal hanya terbatas pada dunia ilmiah yang relatif.



"bahkan pada wilayah singularitas, dimana pengetahuan ilmiah menjadi buyar olehnya, kebenaran logika tidak akan terpengaruhi"
bahkan, pengetahuan atas adanya singularitas terbit dari logika, pengetahuan atas buyarnya ilmu pengetahuan di wilayah singularitas pun terbit dari logika.


logika dianggap relatif mungkin karena ditemui kebenaran logika tidak sesuai dengan kebenaran yang diyakininya. padahal, jika tidak sesuai dengan kebenaran logika, maka atas dasar apa sesuatu bisa diyakini benar? tidak akan ada keyakinan bagi orang yang meragukan logika. jika dia mau jujur, tak ada keyakinan, yang ada hanya anggapan.

jika ilmu pengetahuan bisa dianggap benar, ini bertujuan untuk pengembangan teknologi umat manusia.
jika agama hanya dianggap benar, apa tujuannya?
« Edit Terakhir: Oktober 30, 2013, 02:45:51 PM oleh Sandy_dkk »
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline sky

Re:Adakah kebenaran yang pasti ?
« Jawab #2 pada: Desember 12, 2013, 08:22:07 AM »
al baqarah:147
Cogito ergo sum
 

Offline kang radi

  • Master
  • *
  • Tulisan: 1062
  • Thanked: 3 times
  • Total likes: 21
  • Jenis kelamin: Pria
  • Kemelekatan yang tak terasa
    • Lihat Profil
Re:Adakah kebenaran yang pasti ?
« Jawab #3 pada: Desember 12, 2013, 10:04:54 AM »
setuju sekali karena dunia ilmiah itu terus berkembang seperti bumi itu datar maka bertahun2 kemudian menjadi bumi itu bulat atau matahari mengelilingi bumi maka bertahun2 kemuadian menjadi bumi lah yang mengitari matahari, tidak menutup kemungkinan malah akan berbalik kembali menjadi bumi yang menjadi pusat sehingga matahari mengelilinginya.

Berbeda dengan logika yang mempunyai patokan rumus dari dulu sampai sekarang dalam keadaan tetap,
tapi siapa tau akankah Logika mengalami perubahan?
 

Offline sky

Re:Adakah kebenaran yang pasti ?
« Jawab #4 pada: Desember 12, 2013, 10:22:43 AM »
tidak ada yang tau dan tidak ada yang bisa membuktikan kecuali waktu.
Cogito ergo sum
 

Offline Sandy_dkk

Re:Adakah kebenaran yang pasti ?
« Jawab #5 pada: Desember 12, 2013, 02:14:51 PM »
hehe

ya mungkin saja tahun depan, jika setiap A adalah B, dan setiap B bukan C, maka sebagian C adalah A. jika saat itu tiba, maka alam ini tak akan mampu bertahan, kemusnahan tak bisa terelakkan.
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline kang radi

  • Master
  • *
  • Tulisan: 1062
  • Thanked: 3 times
  • Total likes: 21
  • Jenis kelamin: Pria
  • Kemelekatan yang tak terasa
    • Lihat Profil
Re:Adakah kebenaran yang pasti ?
« Jawab #6 pada: Desember 12, 2013, 02:48:00 PM »
hehe

ya mungkin saja tahun depan, jika setiap A adalah B, dan setiap B bukan C, maka sebagian C adalah A. jika saat itu tiba, maka alam ini tak akan mampu bertahan, kemusnahan tak bisa terelakkan.
Hahaha  rumus meniap yang baru yach ^_^, bener kemusnahan yang tak terelakan
 

Offline Sandy_dkk

Re:Adakah kebenaran yang pasti ?
« Jawab #7 pada: Desember 13, 2013, 01:38:32 AM »
pernahkah anda bermimpi bahwa setiap kambing adalah hewan, dan bahwa setiap hewan bukanlah tumbuhan, serta bahwa sebagian tumbuhan adalah kambing?

tidak mungkin! karena alam mimpi yang penuh keajaiban pun masih tunduk pada hukum2 logika!



mampukah anda berkhayal bahwa setiap kambing adalah hewan, dan bahwa setiap hewan bukanlah tumbuhan, serta bahwa sebagian tumbuhan adalah kambing?

tidak mungkin! karena dunia khayalan yang penuh fantasi pun takkan sanggup menghindar dari hukum2 logika!
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Anwar

Re:Adakah kebenaran yang pasti ?
« Jawab #8 pada: September 17, 2014, 05:11:35 PM »
Adakah kebenaran yang pasti?
Kebenaran bersifat benar; dan itu bersifat pasti.
a) Sekiranya kebenaran itu tidak pasti benar, maka kebenaran bisa berarti salah (=tidak benar); kebenaran bisa sama dengan ketidakbenaran; nah, akibatnya timbul kontradiksi yg harus kita tolak.
b) Misalkan kita menyatakan bahwa "kebenaran yang pasti itu tidak ada". Kita ajukan pertanyaan "Apakah pernyataan tadi bersifat pasti benar? Jika dijawab "ya", maka pernyataan tadi itu adalah satu kebenaran yg pasti. Jika dijawab "tidak", maka pernyataan tadi bersifat salah & harus ditolak; Pernyataan "kebenaran yg pasti itu tidak ada" adalah salah, sehingga yg benar adalah kebalikannya, yaitu: kebenaran yg pasti itu ada.
Saya senang baca tulisan & diskusi di medialogika.org. Salam.
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9591
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Adakah kebenaran yang pasti ?
« Jawab #9 pada: September 17, 2014, 07:25:41 PM »
Luar biasa! tanggapan Anda bagus sekali.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Sultan

  • Sang Pengembara Yang Mencari Kepingan - Kepingan Pecahan Cermin Kebenaran Yang Berserakan Di Segala Penjuru Alam Semesta
  • Sahabat
  • ***
  • Tulisan: 203
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 27
  • Jenis kelamin: Pria
  • Spiritualitas dan Kebatinan
    • Lihat Profil
Re:Adakah kebenaran yang pasti ?
« Jawab #10 pada: Mei 26, 2016, 12:55:24 PM »
Kata mereka, “apa yang Anda anggap benar, bisa jadi dianggap salah oleh orang lain. demikian pula sebaliknya. Karena itu tidak ada kebenaran yang pasti.”

Dianggap salah dan dianggap benar  tentunya berbeda dengan salah dan benar di dalam dirinya sendiri .
Sesuatu itu bila dianggap benar atau salah tidak serta merta membuat sesuatu itu menjadi benar atau salah di dalam dirinya sendiri karena hal tersebut masih termasuk dalam kategori anggapan atau pendapat yang masih harus di buktikan kebenarannya — atau dengan kata lain hanya di anggap benar atau salah saja.
Hal itu pun juga berlaku untuk sebaliknya jika sesuatu itu sudah benar atau salah di dalam dirinya sendiri ,
maka apakah mau dianggap benar atau salah itu tidak akan merubah hakikat dari sesuatu tersebut karena sesuatu tersebut sudah benar dan salah di dalam dirinya sendiri.
« Edit Terakhir: Mei 26, 2016, 12:57:44 PM oleh sultanisme »
Kebenaran itu ibarat cermin yang pecah berkeping - keping. Masing - masing kepingnya adalah kebenaran. Namun kepingan - kepingan pecahan cermin tersebut berserakan di segala tempat. Tugas kitalah untuk memungut kepingannya satu per satu kemudian menyusunnya agar menjadi cermin yang utuh.
 

Offline Sultan

  • Sang Pengembara Yang Mencari Kepingan - Kepingan Pecahan Cermin Kebenaran Yang Berserakan Di Segala Penjuru Alam Semesta
  • Sahabat
  • ***
  • Tulisan: 203
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 27
  • Jenis kelamin: Pria
  • Spiritualitas dan Kebatinan
    • Lihat Profil
Re:Adakah kebenaran yang pasti ?
« Jawab #11 pada: Mei 26, 2016, 01:13:33 PM »
tidak ada yang tau dan tidak ada yang bisa membuktikan kecuali waktu.

Waktu pun tidak akan bisa merubah hukum - hukum logika di dalam dirinya sendiri.Entah 100 tahun 10000 tahun bahkan sampai 1 juta tahun pun , waktu tidak akan bisa merubah hukum - hukum logika.
Karena apa ? karena waktu hanyalah serangkaian kejadian yang dapat di kategorikan sebagai masa lalu , masa sekarang , dan masa depan.
Seberapa lama waktu berlalu selama tidak ada yang berkuasa untuk merubah hukum - hukum logika di dalam dirinya sendiri , maka hukum - hukum logika tidak akan pernah bisa berubah.

« Edit Terakhir: Mei 26, 2016, 01:16:15 PM oleh sultanisme »
Kebenaran itu ibarat cermin yang pecah berkeping - keping. Masing - masing kepingnya adalah kebenaran. Namun kepingan - kepingan pecahan cermin tersebut berserakan di segala tempat. Tugas kitalah untuk memungut kepingannya satu per satu kemudian menyusunnya agar menjadi cermin yang utuh.
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
1958 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 16, 2012, 02:10:02 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1153 Dilihat
Tulisan terakhir September 11, 2012, 11:30:07 PM
oleh Kang Asep
3 Jawaban
3198 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 31, 2012, 08:38:03 PM
oleh perduto
1 Jawaban
1748 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 01, 2013, 06:43:21 PM
oleh Abu Zahra
1 Jawaban
911 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 29, 2014, 03:15:05 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1223 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 22, 2015, 07:29:39 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
775 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 22, 2016, 04:45:55 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
303 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 08, 2016, 12:04:11 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
498 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 01, 2016, 04:36:30 AM
oleh Kang Asep
8 Jawaban
354 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 12, 2018, 07:57:07 PM
oleh vishnux

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan