Penulis Topik: TKBT AAI  (Dibaca 294 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9522
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 480
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
TKBT AAI
« pada: September 25, 2016, 09:52:51 PM »
Bentuk Umum TKBT AAI

Setiap A adalah B
Setiap C adalah A
jadi, Sebagian B adalah C

Contoh :

Setiap makhluk hidup itu bernafas
Setiap manusia adalah makluk hidup
jadi, sebagian yang bernafas adalah manusia.

ini adalah salah satu modus berpikir yang sah dari 19 modus berpikir yang sah. namun, karena ada yang meragukan keabsahan modus TKBT AAI, maka saya sampaikan ulasan berikut :


Nilai Proposisi adalah "benar" atau "salah", bukan "logis" atau "tidak logis", bukan pula "baik" atau "buruk", juga bukan "tepat atau "tidak tepat".

Logis atau tidak logis adalah nilai konklusi. tapi, konklusi itu juga berbentuk proposisi, sehingga proposisinya bernilai benar atau salah. karena itu ada yang disebut Logis dan Benar ada juga logis tapi tidak benar atau benar tapi tidak logis. contohnya dalam kasus berikut :

Setiap A adalah B
Setiap B adalah C
jadi, sebagian A adalah C

konklusinya benar, tapi tidak logis.

lho kok tidak logis ? karena term yang meniap berubah menjadi tak meniap dalam konklusi. sedangkan dalam Hukum Aristoteles, Term yang tidak meniap tidak boleh meniap dalam Konklusi.  dan sebaliknya. artinya, "term" yang meniap harus meniap dalam konklusi.

A = Setiap A adalah B
I = Sebagian A adalah B

jika A benar, maka I benar.
ternyata I benar,
tapi, belum tentu A benar.

K.A = Konklusi Propsisi A
K.I = Konklusi Proposisi I

Jika K.A benar, maka K.I pasti benar
Ternyata K.I benar
tetapi, belum tentu K.A benar


A) Setiap A adalah B
A) Setiap B adalah C
I) Jadi, sebagian A adalah C


konklusi tersebut melanggar hukum dasar logika atau tidak ? sedangkan modus berpikir KTTB AAI dikeluarkan dari kelompok modus berpikir yang sah. di dalam kerangka berpikir KTTB, hanya terdapat 4 modus berpikir yang sah, yaitu : AAA, AEE, IAI, IEO. jadi, tidak ada modus AAI.

tapi ada yang bertanya, "Jika K.A benar, maka K.I pasti benar." dengan demikian, semestinya konklusi I juga benilai benar pada ikat pikiran AA. bagaimana ?"

jawaban saya : ya, konklusi I juga bernilai benar dan pasti benar pada kerangka berpikir KTTB-AAI. Tetapi, harus diingat kembali, benar belum tentu logis. adapun sebuah konklusi yang sah wajib logis.

tapi bagaimana dengan kasus TKBT AAI ?

A) Setiap A adalah B
A )Setiap C adalah A
jadi, I) sebagian B adalah C

dimana peniapan para proposisi I adalah P-P (partial-partial). dengan demikian, dalam TKBT AAI term C yang di dalam premis bersifat meniap, tapi dalam konklusi tak meniap. bukankah ini pelanggaran terhadap hukum distribusi ke-2 ?

tidak, karena term C dalam konklusi di atas bersifat meniap. Kok bisa ?

Setiap mamalia itu hewan
Setiap yang memamah biak itu mamalia
jadi, sebagian hewan itu memamah biak

"memamah biak" pada konklusi di atas bersifat meniap, sehingga bila dibalik "setiap yang memamah biak adalah hewan".

contoh lagi

setiap benda pasti memiliki bentuk
setiap materi adalah benda
jadi, sebagian yang memiliki bentuk adalah materi

kalo dibalik, "setiap materi pasti memiliki bentuk".

jadi, terbukti bahwa proposisi I pada TKBT AAI bersifat Partial - Universal. dan itu merupakan proposisi A yang dibalik.

Penjelasan tambahan :

berdasarkan perbedaan peniapannya propsisi itu ada dua :

1) Prosisi I - PP, yaitu yang subjek dan predikatnya sama-sama partial
2) Propsisi I - PU, yaitu yang subjeknya Partial dan predikatnya Universal

tetapi, di dalam hukum peniapan tidak disebutnya adanya proposisi I - PU. kenapa ? karena ketika orang membut pernyaaan dalam bentuk proposisi I, tidak serta merta dapat diketahui bentuk I-PU, sehingga berdasarkan bentuknya diambil prinsip umum bahwa proposisi I bersifat PP (partial-partial). Tetapi, bila dapat diketahui bahwa proposisi itu bersifat PU, maka term predikat tidak perlu dianggap partial, dan bahkan harus dinyatakan sebagai universal.

contohnya :

A) Setiap A adalah B

bila propsisi tersebut dibalik, tapi maknanya tetap sama, maka bentuknya menjadi :

I) Sebagian B adalah A

term A yang tadinya "meniap" tentu harus tetap "meniap" ketika dibalik. karena itu, predikat pada proposisi I di atas bersifat universal. hal ini diketahui dari kalimat asalnya. (K/A) sehingga ketika propsisi berbentuk I tadi dibalik kembali, mesti kembali ke bentuk A lagi.

bandingkan dengan pernyataan "sebagian L adalah M". term M, tidak dapat dianggap meniap, karena tidak ada dasar untuk mengetahui peniapannya.



« Edit Terakhir: September 25, 2016, 10:19:57 PM oleh Kang Asep »
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 
The following users thanked this post: Sandy_dkk

Offline Ziels

Re:TKBT AAI
« Jawab #1 pada: September 25, 2016, 10:24:04 PM »
Saya paham dan setuju.
Uraiannya rinci, teratur dan jelas. MANTAP kang!!!

Jazakumullah khoiron katsiro.






Tags:
 

GoogleTagged

com


Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan