Penulis Topik: Strategi Pembalikan  (Dibaca 70 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9384
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 428
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Strategi Pembalikan
« pada: Januari 06, 2018, 07:41:08 AM »
strategi pembalikan
Edisi : 06 Januari 2018, 07:03:45

Strategi dalam pengerjaan AML adalah dengan strategi pembalikan, yaitu dengan memberikan nilai F pada Kesimpulan, untuk melihat apakah nilai F pada kesimpulan dapat muncul bersama premis-premis dengan nilai T. Jika dapat, berarti Argumentasi tidak valid. Sedangkan apabila tidak dapat, berarti argumentasinya valid.

Alasan mengapa harus menggunakan strategi pembalikan ? Atau mengapa harus memberikan nilai F pada kesimpulan ? Hal itu karena nilai F pada kesimpulan hanya dihasilkan dari satu kondisi, sedangkan nilai T dihasilkan dari berbagai kondisi. Jika premis pertama bernilai T dan Premis kedua bernilai F, maka kesimpulan mestilah bernilai F. Dengan demikian apabila terdapat satu kondisi saja di mana premis-premis yang seluruhnya bernilai T, bersama dengan kesimpulan yang bernilai F, maka hal itu cukup untuk menunjukan bukti bahwa argumentasi tidaklah valid. Ini diesebut dengan counter model.


Contoh Kasus :  Japar dan Surti adalah suami istri

Jika Japar berkelakukan baik, maka Surti merasa senang. Jika Surti tidak merasa senang, maka Surti minta cerai. Jadi, jika Surti tidak minta cerai, maka Japar berkelakukan baik.

Apakah argumentasi di atas valid ? Mari kita uji dengan Strategi Pembalikan.

A = Japar berkelakuan baik
B = Surti merasa senang
C = Surti minta cerai

Expresi Logika :
{A→ B, ¬ B → C } ⊨ ¬ C → A

Berikan dulu nilai F untuk kesimpulan. V(¬ C → A) ≡ F

Kemudian lakukan langkah-langkah berikut :

Pertama, Cek dengan kesimpulan
1) Jika V(¬ C → A) ≡ F, maka pasti V(¬ C) ≡ T, sedangkan V(A) ≡ F
2) Jika V(¬ C) ≡ T, maka pasti V(C) ≡ F
3) Jadi, V(A) ≡ F dan V(C) ≡ F

Kedua, Cek dengan premis 2
1) jika V(¬ B → C) ≡ T, sedangkan  V(C) ≡ F, maka pasti V(¬ B) ≡ F
2) Jadi,  V(¬ B) ≡ F , dan V(B) ≡ T

Ketiga, Cek dengan premis 1
Jika V(A→ B) ≡ T, sedangkan V(A) ≡ F dan  V(B) ≡ T, maka hal ini merupakan kondisi yang mungkin, karena F-T ≡ T

Keempat, kesimpulan
Jadi, terdapat kondisi di mana V(A→ B) ≡ T dan V(¬ B → C) ≡ T, sedangkan  Jika V(¬ C → A) ≡ F

Dengan demikian, argumentasi pernyataan di atas tidaklah valid.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
6 Jawaban
2412 Dilihat
Tulisan terakhir September 24, 2013, 08:43:11 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
262 Dilihat
Tulisan terakhir November 06, 2016, 10:19:07 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
144 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 20, 2017, 01:27:39 PM
oleh wandi09
0 Jawaban
125 Dilihat
Tulisan terakhir September 08, 2017, 07:14:07 PM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan