Penulis Topik: Modus Berpikir Ke-38  (Dibaca 1103 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9592
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 483
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Modus Berpikir Ke-38
« pada: September 11, 2012, 10:03:20 PM »


(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.   (Q.S 1:7)

Proposisi Pertama : Nikmat tsb adalah yang dianugrahkan kepada mereka.

Hai Bani Israel, ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu, dan penuhilah janjimu kepada-Ku niscaya Aku penuhi janji-Ku kepadamu; dan hanya kepada-Ku-lah kamu harus takut (tunduk). (Q.S 2:40)

Proposisi Kedua : Nikmat tsb adalah yang dianugrahkan kepada Bani Israel.

Lapadz yang mungkin dapat menjadi midle term dalam kedua proposisi tersebut adalah “Nikmat”. Tetapi lapadz nikmat ini bisa jadi bukan midle term karena adanya kata “tsb” (tersebut) yang disandarkan kepada nikmat. Maksudnya, bisa jadi nikmat yang dimaksud pada proposisi pertama dan kedua adalah berbeda makna, sehingga “nikmat tsb” tidak bisa dijadikan midle term. Jadi, di sini kita melihat ada dua kemungkinan, yaitu kemungkinan lapadz tersebut midle term dan mungkin pula bukan midle term.

Jika keduanya adalah midle term, maka kesimpulan apa yang dapat diambil dari kedua proposisi tersebut? Tidak bisa dan tidak boleh kedua proposisi tersebut melahirkan suatu kesimpulan. Kenapa? Kesimpulan yang terlahir dari kedua propsisi tersebut melanggar hukum logika. Jika dipaksakan, maka hasil kesimpulan dapat menyesatkan.

Tetapi mungkin saja ada orang yang tidak mengetahui bahwa dari kedua proposisi tersebut tidak boleh ada kesimpulan yang terlahir, sehingga kemudian dia mengambil kesimpulan dari padanya. Ia tidak mengetahui hukum logika apa yang telah dilanggar, dan sama sekali tak merasa bahwa kesimpulan yang diambil tidak sejalan dengan akal sehat. Terlebih, jika kedua term “nikmat tsb” memang bukanlah midle term.

Modus berpikir yang terdapat di dalam kedua ayat tersebut adalah modus berpikir ke-38. bentuk umumnya adalalah sebagai berikut :

Sebagian A adalah B
Sebagian A adalah C
Jadi : X

X = Tiada kesimpulan.

Bandingkan dengan modus berpikir ke-33 :

Setiap A adalah B
Setiap A adalah C
Jadi : Sebagian B adalah C

Pelanggaran Hukum Logika Modus ke-38 adalah :

   
  • melanggar hukum logika ke- 5 : Premis yang sama-sama partial seharusnya tidak melahirkan kesimpulan apapun
  • melanggar hukum logika ke-3 : midle term seharusnya terdistribusi
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
1084 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 25, 2012, 05:45:42 PM
oleh Kang Asep
6 Jawaban
1495 Dilihat
Tulisan terakhir September 22, 2014, 07:12:54 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
448 Dilihat
Tulisan terakhir April 15, 2015, 02:01:34 PM
oleh comicers
0 Jawaban
694 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 18, 2015, 06:13:56 AM
oleh Akang
3 Jawaban
712 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 10, 2017, 02:13:39 AM
oleh cimot
0 Jawaban
268 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 09, 2016, 12:39:45 PM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
601 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 15, 2016, 06:28:28 AM
oleh Sandy_dkk
0 Jawaban
780 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 20, 2016, 03:33:18 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
291 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 27, 2016, 06:12:32 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
321 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 28, 2016, 12:27:34 PM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan