Penulis Topik: Enthymem  (Dibaca 259 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9342
  • Thanked: 57 times
  • Total likes: 383
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Enthymem
« pada: November 02, 2016, 06:36:24 PM »
Nomor : PST-KI/Log-025/6750
Edisi : 18 Nopember 2016
Judul : Enthymem
Tujuan :
1)   Memahami Pengertian Enthymem
2)   Mengenal 6 bentuk Entymem
3)   Dapat mengindentifikasi Entymem dalam komunikasi sehari-hari
4)   Dapat mengkonversi enthymem ke dalam syllogism formal
=================== 

Enthymem adalah Syllogisme tersembunyi, merupakan penggunaan syllogism dalam bahasa sehari-hari.

Dalam kehidupan sehari-hari, setiap orang mempergunakan syllogisme, tetapi ada yang menyadarinya dan ada yang tidak menyadarinya. Belajar Logika berarti upaya menyadarinya. Para Logicer harus dapat mengindentifikasi Konklusi yang diungkapkan seseorang dalam bahasa sehari-hari, serta dapat mengkonversinya ke dalam bentuk syllogisme formal, yaitu yang terkemuka seluruh bagian syllogismenya.

Sebagaimana telah dipelajari sebelumnya, dalam Hukum Azas bahwa setiap syllogisme terdiri dari tiga Term dan tiga Proposisi, tidak boleh kurang maupun lebih. Tapi dalam bahasa sehari-hari, seringkali orang mengungkapkan syllologisme dalam bentuk yang tidak utuh dalam 6 bentuk, sebagai berikut :

1)   Hanya konklusinya
2)   Hanya premis minor
3)   Hanya premis mayor
4)   Hanya Konklusi dan premis minor
5)   Hanya Konklusi dan premis mayor
6)   Hanya Premis mayor dan premis minor

Contoh  :
 Seseorang berkata tentang orang lain yang melakukan tindak korupsi, “
Dia harus dihukum.”

Pernyataan tersebut hanyalah konklusi. Sedangkan premis minor dan mayornya tidak dikemukakan. Jika entymem ini dikembalikan ke pada syllogisme formal, maka bentuknya sebagai berikut :

A)   Dia itu koruptor
B)   Setiap koruptor harus dihukum
C)   Jadi, dia harus dihukum

Selain hanya mengungkapkan konklusinya saja, bisa saja seseorang mengungkapkannya dalam bentuk-bentuk Enthymem sebagai berikut :

Dia itu koruptor  (hanya premis minor)

Setiap koruptor harus dihukum (hanya premis mayor)

Dia itu koruptor, jadi harus dihukum (premis minor dan konklusi)

Setiap koruptor harus dihukum. Sedangkan dia itu koruptor (premis mayor dan konklusi)

Dia itu koruptor dan setiap koruptor harus dihukum (premis minor dan mayor)

Demikian demikian, ketika seseorang menggunakan bahasa Enthymem, kita harus dapat mengenali, premis apa yang tersembunyi. Sehingga kita mengetahui, apa yang harus ditemukan untuk menguji validitas argumennya.

Ketika orang lain membuat sebuah pernyataan, maka perlu diidentifikasi apakah pernyataan tersebut merupakan definisi, proposisi ilmiah, implikasi, atau syllogism. Jika itu sebuah syllogism, berarti pernyataan tersebut memiliki argument atau pernyataan tersebut merupakan argumentasi itu sendiri,  maka dapat diuji validitasnya dengan hukum-hukum syllogisme. Tetapi tidak semua pernyataan merupakan syllogism, sehingga tidak semua dapat diuji validitasnya dengan hukum-hukum syllogism. Contohnya pernyataan definisi, harus diuji dengan hukum definisi itu sendiri, bukan dengan syllogism.

Sebelum dapat menguji validitas argumentasi seseorang, terlebih dahulu harus dapat mengindentifikasi syllogism dalam pernyataan seseorang. Caranya mudah, yaitu sebagai berikut.

1)   Mencermati alasan dari suatu pernyataan
2)   Mencermati tujuan dari pernyataan

Contoh kasus 1 :

Rijal dan Fulan.

Fulan berkata, “Kamu harus membela Islam.”

Rijal, “kenapa ?”

Fulan, “Karena kamu muslim.”

Rijal, “Oh, berarti Setiap muslim harus membela islam?”

Fulan, “benar”

Yang dilakukan oleh Rijal adalah mengidentifikasi syllogism dengan mencermati alasan.

Jika dikembaliikan ke syllogism formal, maka bentuk yang teridentifikasi adalah :

A)   Kamu adalah muslim
A)   Setiap muslim harus membela Islam
A )  Kamu harus membela Islam


Contoh kasus 2 :

Rijal dan Fulan.

 Dalam suatu perdebatan dengan Rijal, Fulan terdesak argumentasinya, lalu mengutip pendapat seorang ulama, dan lalu berkata tentang ulama tersebut, “Dia itu ulama besar.”

Rijal berpikir, “apa tujuan Fulan mengatakan ‘Pendapat ini  adalah pendapat ulama besar’. Tampaknya ini premis minor. Dia bermaksud mengatkan , bahwa setiap pendapat ulama besar pasti benar. Jadi, menurutnya pendapat ini pasti benar”

Nah yang dilakukan oleh Rijal itu adalah mengidentifikasi syllogism dengan mencermati tujuan dari suatu pernyataan. Tentu saja, apa yang dipikirkan oleh Rijal itu merupakan asumsi atau dugaan. Untuk memastikannya harus diklarifikasikan. Bentuk yang teridentifikasi adalah :

A ) pendapat ini adalah pendapat ulama besar
A ) setiap pendapat ulama besar pasti benar
A ) jadi, pendapat ini pasti benar

silahkan anda berlatih mengidentifikasi entymem dan mengkonversinya ke dalam bentuk syllogisme formal.
« Edit Terakhir: November 18, 2016, 08:35:47 AM oleh Kang Asep »
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
116 Dilihat
Tulisan terakhir November 19, 2016, 03:12:59 PM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan