Penulis Topik: Enthyemem dalam Implikasi  (Dibaca 43 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9202
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 342
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Enthyemem dalam Implikasi
« pada: September 29, 2017, 08:08:15 AM »
Daftar Isi
====================
1. Enthymem
1.1. Alur Silogisme Formal
1.2. Menguji Kebenaran Suatu Pendapat Dengan Syllogisme
1.3. Enthymem Dalam Implikasi

selanjutnya >>> Sorite
====================

1.3. Enthymem Dalam Implikasi
Edisi : 29 September 2017, 08:02:16

Orang dapat menghubungkan sesuatu dengan sesuatu yang lain, menyatakannya dalam bentuk implikasi dan meyakini kebenarannya bernilai benar, sementara kita meyakini bahwa implikasi tersebut bernilai salah. Kemudian kita menjadi ingin tahu, bagaimana seseorang menetapkan nilai benar pada implikasi tersebut.

Contoh implikasi yang pernah saya dengar :

1. Jika kita piknik ke laut, perusahaan kita akan bangkrut
2. jika jalan hidupmu lurus, maka kau kaya
3. jika kamu memiliki indera keenam, maka kamu akan dapat menyurutkan lumpur lapindo.

Implikasi-implikasi tersebut saya ambil dari kasus nyata dan si pemilik pernyataan meyakini nilai nya benar. Tapi, mari kita selidiki, apakah kebenaran implikasi tersebut ditetapkan secara objektif ataukah subjektif ?

Jika kebenarannya tidak subjektif, maka tentu harus ada parameter tertentu untuk mengukur kebenarannya. Salah satunya adalah syllogisme. Sebuah implikasi seringkali merupakan enthymem. Karena itu kebenarannya dapat diuji oleh syllogisme. Pertama-tama konversi  dulu implikasi ke dalam bentuk syllogisme formal. Contoh :

Premis minor : Perusahaan ini karyawannya piknik ke laut
Premis mayor : setiap yang karyawannya piknik ke laut akan bangkrut
Kesimpulan : jadi, Perusahaan ini akan bangkrut

sementara terlihat "Logis".  Tapi masih ada argumentasi yang validitasnya diragukan. Benarkah "setiap yang karyawannya piknik ke laut akan bangkrut ?"

Jika ditemukan satu kasus saya, ada perusahaan yang karyawannya piknik ke laut, tetapi tidak bangkrut, maka jelas kesimpulan tidak logis, karena middle term tidak terdistribusi. Dengan demikian implikasi bernilai salah. Sedangkan kita tahu, bahwa sangat banyak perusahaan yang memberangkatkan karyawannya piknik ke laut, namun masih berdiri tegak sampai sekarang setelah berpuluh tahun lamanya. Ini jelas, implikasi "jika kita piknik ke laut, maka perusahaan kita bangkrut" merupakan implikasi yang bernilai salah. Tetapi kawan saya, yang membuat pernyataan implikasi tersebut sangatlah meyakini bahwa pernyataannya benar. Kemudian saya tunjukan contoh perusahaan-perusahaan yang sejak bertahun lamanya memberangkatkan karyawannya piknik ke laut, namun mereka tak bangkrut. Contoh-contoh ini membatalkan kebenaran premis minor. Sehingga akhirnya, dia menyadari kekeliruan pernyataannya.

Kemudian dalam banyak kasus, orang sering memandang "kekayaan" merupakan tanda dari kebenaran. Karena itu, kemudian membuat pernyataan, "jika jalan hidupmu benar, maka kau kaya." ini berarti "jika kau tak kaya, maka jalan hidupmu tak benar." Mari kita kembalikan ke dalam bentuk syllogisme formal :

premis minor : kamu adalah menempuh jalan hidup yang tak benar
premis mayor : setiap yang menempuh jalan hidup yang tak benar tidaklah kaya
Jadi : jadi, kamu tidak kaya.

Seperti tadi, cara untuk membatalkan kebenaran premis mayor adalah dengan menemukan contoh. Jika kita menemukan satu saja contoh yang menyangkal kebenaran premis mayor, maka kesimpulan tak logis dan implikasi bernilai salah. Misalnya, "Qarun menempuh jalan hidup yang tak benar, tapi dia kaya" ini berarti "tak benar setiap orang yang menempuh jalan hidup yang tak benar tidaklah kaya".

Syllogisme lain :

premis minor : dia menempuh jalan hidup yang benar
premis mayor : setiap yang menempuh jalan hidup yang benar itu kaya
Kesimpulan : dia kaya

faktanya, bisa jadi memang dia kaya. Tapi, kebenaran premis mayornya masih harus diuji. Bila ditemukan satu contoh saja, ada yang menempuh hidup yang benar namun tak kaya, berarti nilai benar pada premis mayor batal, kesimpulan tak logis dan implikasi bernilai salah.  Dalam sebuah lagu qasidah saya mendengar, "Nabi Sulaiman kaya, tapi tetap sembahyang. Nabi Muhammad miskin, tapi tetap sembahyang." Tidak sedikit saya membaca kisah para sufi yang menempuh jalan spiritual yang benar, dan untuk itu dia harus melepaskan segala harta benda yang dimilikinya. Abu Bakar As Shidiq, menyedahkan hampir seluruh harta bendanya untuk fi sabilillah hingga beliau jatuh miskin. Maka dengan menimbang segala contoh tadi, masihkah seseorang akan meyakini bahwa benar "setiap yang menempuh jalan hdiup yang benar itu kaya".

Masih banyak kasus-kasus serupa yang saya dapati dalam komunikasi sehari-hari, maka apalagi dalam dialog-dialog filsafat, agama dan politik.

Suatu waktu, seorang pemuka agama dan bahkan bergeral "Master Agama" di depan jamaah menyindir saya, "Di sini, kita mempunya seorang tetangga yang mengaku memiliki indera keenam. Itu bohong ! Tak ada itu yang namanya indera keenam. Indera itu hanya lima dan disebut panca indera. Jika benar dia memiliki indera keenam, ayo buktikan ! Saya tantang dia untuk menyurutkan lumpur lapindo.  Jika ternyata benar dia bisa menyurutkan lumpur lapindo, maka saya percaya bahwa dia memiliki indera keenam."

Silahkan anda coba uraikan kesalahan implikasi dan penalaran orang tersebut dengan cara mengkonversi enthymem ke dalam bentuk syllogisme formal ! Atau silahkan membuat contoh-contoh kasus lainnya !


Selanjutnya >>> Sorite

Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
7 Jawaban
2167 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 29, 2013, 04:40:10 PM
oleh Sandy_dkk
7 Jawaban
2007 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 30, 2013, 10:12:21 PM
oleh Sandy_dkk
0 Jawaban
714 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 16, 2014, 06:31:47 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
649 Dilihat
Tulisan terakhir April 04, 2015, 07:40:37 AM
oleh Kang Asep
2 Jawaban
583 Dilihat
Tulisan terakhir April 07, 2015, 11:23:17 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
330 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 29, 2015, 10:53:05 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
400 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 29, 2015, 09:00:54 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
453 Dilihat
Tulisan terakhir September 09, 2015, 08:14:01 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
515 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 01, 2015, 07:49:38 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
152 Dilihat
Tulisan terakhir November 04, 2016, 10:12:49 AM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan