Penulis Topik: Dialektika Logika  (Dibaca 390 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9458
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 472
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Dialektika Logika
« pada: November 09, 2016, 07:47:33 AM »
Tujuan :
1) Memahami pengertian Dialektika Logika
2) Mengetahui gambaran umum Praktik Dialektika Logika
3) Memahami tujuan dan manfaat dari Dialektika Logika
4) Mengamati praktik dialektika logika dalam berbagai diskusi
5) Mempraktikan dialektika logika
================== 



Dialektika Logika adalah metode analisa syllogisme  terhadap suatu pendapat melalui  kegiatan tanya jawab dengan tujuan untuk menemukan pengetahuan, pemahaman dan kesadaran baru atas pendapat tersebut. Dalam bahasa Yunani, dialektika logika dikenal dengan istilah Elenchos, yang secara bahasa berarti penyangkalan. Sebenarnya, dialektika logika ini digunakan sebagai cara untuk meyangkal suatu  pendapat. tetapi ini berbeda dengan cara berbantah-bantahan atau debat pada umumya. Dalam dialektika logika, seorang logicer hanya mengajukan pertanyaan-pertanyaan, melakukan analisa logis, memerika kontradiksi-kontradiksi, dan bila menemukan kontradiksi, maka ditunjukan pada pihak lawan bicara. jadi, jika ada penyangkalan, maka penyangkalan itu dilakukan oleh lawan bicara itu sendiri. Prinsipnya, dalam dialetika logika ini berprinsip pada dua hal :

1) kebenaran itu terdapat dalam diri setiap orang, sehingga tidak perlu diajari lagi, melainkan dibantu agar kebenaran itu keluarkan
2) jika seseorang memiliki keyakinan yang salah, maka pasti keyakinannya akan kontradiksi dengan dirinya sendiri

Metodanya sederhana, misalnya seperti dialog antara saya dengan teman :

teman : A adalah B
saya : benarkah B adalah C ?
teman : benar
saya : berarti A adalah c ?
teman : benar
saya : tetapi C bukanlah D. benar ?
teman : benar.
saya : jika demikian, A pastilah bukan D. benar ?
teman : benar
saya : jika demikia, mengapa anda sebelumnya mengatakan bahwa A adalah D ?

demikianlah gambaran dialektika logika. kita tidak mendebat. hanya mengajukan pertanyaan-pertanyaan, menganlisa dan mengkonfirmasikan kontradiksi-kontradiksi.

Dialektika Logika ini pertama kali diperkenalkan oleh Sokrates pada 400 SM di Yunani. 

Mulanya, Seseorang kawan Sokrates mendengar bisikan gaib yang mengatakan “tidak ada yang lebih bijaksana selain Sokrates”. Sokrates tidak percaya dengan bisikan gaib tersebut, karena merasa dirinya tidak bijaksana. Sokrates bertanya, "benarkah saya bijaksana ? mengapa saya ? memangnya saya siapa ?". dan kemudian Sokrates mencoba membuktikan bahwa bisikan gaib tersebut keliru.

Sokrates berkeliling kota Ahtena untuk bertemu dan mengajak orang-orang yang dianggap bijksana berbicara tentang filsafat.  Dalam berdialog dengan orang-orang bijaksana tersebut, Sokrates mengajukan banyak pertanyaan, mulai dari definisi-definisi, "Apa itu kebenaran ? apa itu keadilan ? apa itu kebahagiaan ? apa itu hebat ?" dan sebagainya. Pertanyaan tersebut mendorong orang-orang untuk menemukan essensi dari sesuatu, kemudian dengan definisi tersebut meninjau ulang keyakinan-keyakinan. Sokrates menanyakan alasan dari pendapat-pendapat, di mana alasan-alasan tersebut merupakan premis minor, kemudian Sokrates mendistribusikannya dengan premis mayor, sehingga apabila terjadi kesalahan dalam penalaran akan disadari dengan jelas. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh Sokrates berujung pada pengakuan akan ketidak-tahuan. gaya Sokrates dalam dialog filsafat ini disebut Dialektika Logika.  metoda Sokrates adalah "cara untuk mengungkap kebenaran menurut pemahamanmu sendiri." Apabila anda bertanya, "apa itu filsafat ?" maka saya dapat menjawabanya dengan "Filsafat adalah apa yang telah dilakukan dan dimulai oleh Sokrates dengan dialektika logikanya."

Setelah Sokrates berkeliling negeri, serta mengajak orang-orang bijaksana berdialog, maka tahulah Sokrates, mengapa bisikan gaib itu menyebut dirinya sebagai orang paling bijaksana, yaitu karena Sokrates sadar bahwa dirinya tidak tahu.

Sokrates meyakini bahwa kebenaran itu ada di dalam benak setiap orang. Sehingga orang-orang tidak perlu lagi diberi tahu tentang kebenaran itu. Mereka hanya perlu dibantu untuk mengeluarkan kebenaran itu dari dalam pikirannya, seperti seorang bidan yang bersungguh-sungguh membantu seorang ibu hamil yang hendak melahirkan anaknya. Cara mengeluarkan kebenaran dari dalam pikiran seseorang itu adalah dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan. Sokrates membandingkan apa yang dilakukannya dengan apa yang dilakukannya ibunya. Ibunya Sokrates adalah seorang bidan, sehingga Sokrates tahu betul bagaimana susah payahnya seorang bidan dalam membantu seorang wanita melahirkan. Demikian pula Sokrates berupaya membantu orang-orang mengeluarkan kebenaran yang terdapat di dalam pikirannya masing-masing. dengan demikian, menggunakan dialektika berarti menjadi Bidan Kebenaran.

Prinsip dasar dalam praktik dialektika logika ini adalah menguraikan suatu pendapat ke dalam bentuk syllogism. Untuk dapat memperkatikan dialektika logika diperlukan pengetahuan tentang teori-teori ilmu logika, terutama bab Klasifikasi, Definisi, Pertentangan Proposisi dan Syllogisme. Ilmu logika menjadi alat untuk menguraikan suatu pendapat ke dalam syllogismenya, sehingga bagian-bagian yang tersembunyi dari pendapat tersebut terkemukakan. dalam metoda ini, jika seseorang menganut keyakinan yang salah, tidak perlu disalahkan, melainkan hanya perlu ditanya, sehingga keuarlah konsekuensi-konsekunsi yang tidak dapat diterima oleh dirinya sendiri, sehingga dia menyangkal konsekuensi tersebut. menyangkal konsekuensi dari keyakinannya, berarti dia menyangkal keyakinannya sendiri. Beginilah cara dialektika logika meluruskan jalan pikiran, yaitu dengan cara menemukan kontradiks-kontradiksi di dalam pikiran seseorang.

Dialektika Logika dapat dimulai dari suatu pertentangan pendapat. Jika kita bertentangan pendapat dengan orang lain dalam bentuk Kontrari dan kontradiksi, maka mustahil keduanya benar. Pastilah salah satunya bernilai salah. Jika pendapat yang bertentangan tadi merupakan Enthymem, maka kita akan dapat menguraikannya ke dalam bentuk Syllogisme untuk memeriksa adakah yang salah di dalam syllogismenya ? lebih jauh, bagaimana definisi term-temnya, sehingga nilai-nilai proposisinya ditetapkan sebagai bernilai “benar” atau “salah”.

Langkah pertama dalam mempraktikan dialektika logika adalah dengan menanyakan argumentasi atau alasan atas suatu pendapat orang lain. Jika pendapat tersebut merupakan Konklusi,  Ini berarti yang perlu ditemukan adalah premis minor dan mayor. Jika pendapat tadi merupakan premis minor, maka perlu ditemukan premis mayor dan konklusinya. Dapat dilihat pada topic Enthymem.

Langkah kedua, setelah menemukan seluruh unsur syllogismenya, lalu melakukan analisa. Apakah syllogism tersebut sah atau tidak, konklusinya logis atau tidak, ditemukan kontradiksi-kontradiksi atau tidak, dan sebagainya.

Langkah ketiga, apabila ditemukan pelanggaran terhadap hukum-hukum logika, maka pertanyaan-pertanyaan harus diajukan,contoh-contoh kasus diungkapkan, sehingga dengan pertanyaan-pertanyaan tersebut si pemlik pendapat menyadari adanya kesalahan di dalam jalan pikirannya atau adanya pelanggaran terhadap hukum logika.

Dalam dialektika logika, kita sama sekali tidak boleh mencampuri pendapat orang lain, serta tidak mengajarkan suatu keyakinan apapun. Murni hanya mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang tujuannya untuk menguraikan syllogism pendapat tersebut, melakukan analisa dan mendorong si pemilik pendapat ikut serta bersama kita melakukan analisa tersebut.

Dialektika merupakan salah satu implementasi dari ilmu logika. dengan belajar ilmu logika, tidak membuat kita menjadi tahu segalanya, dan apalagi merasa mengetahui semuanya, melainkan membuat kita memiliki banyak pertanyaan perlu untuk diajukan, sehingga dengan banyaknya pertanyaan itu membuat kita sadar dan tahu bahwa begitu banyak persoalan yang kita tidak tidak tahu, sehingga merasa diri bodoh, tidak tahu dan terlalu malu untuk sombong dan mengaku tahu.

« Edit Terakhir: Agustus 11, 2017, 07:23:14 PM oleh Kang Asep »
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

GoogleTagged

com


Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
6 Jawaban
2377 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 12, 2013, 04:22:24 PM
oleh Kang Asep
17 Jawaban
4751 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 03, 2013, 11:13:50 AM
oleh Abu Hanan
6 Jawaban
1811 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 08, 2013, 10:43:59 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1648 Dilihat
Tulisan terakhir November 15, 2013, 06:24:07 PM
oleh Kang Asep
Logika

Dimulai oleh Kang Asep Definisi

0 Jawaban
2660 Dilihat
Tulisan terakhir November 22, 2013, 02:52:23 PM
oleh Kang Asep
5 Jawaban
1347 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 11, 2014, 07:22:11 PM
oleh Sandy_dkk
4 Jawaban
896 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 13, 2015, 09:11:54 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
361 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 13, 2017, 02:30:54 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
151 Dilihat
Tulisan terakhir September 19, 2017, 05:43:39 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
72 Dilihat
Tulisan terakhir November 11, 2017, 08:48:37 AM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan