Penulis Topik: 64 bentuk silogisme  (Dibaca 1370 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Sandy_dkk

64 bentuk silogisme
« pada: Maret 21, 2016, 08:48:12 PM »
Ini mirip2 penasaran saya trhdap 256 bentuk silogisme sedangkan yg benar hanya 19 bentuk. Nah seandainya beliau masih hidup "pak aristoteles dapat dari mana 19 bentuk itu?"

mungkin maksudnya 64 bentuk silogisme Kang? dan hanya 19 yang sah. 64 sendiri kalo hitung cepat didapat dari 4x4x4 atau 43 yang mana 4 disini adalah 4 bentuk proposisi,
uraiannya:
A: setiap X adalah Y
E: setiap X bukan Y
I: sebagian X adalah Y
O: sebagian X bukan Y


kebalikannya:
A: setiap Y adalah X
E: setiap Y bukan X
I: sebagian Y adalah X
O: sebagian Y bukan X


sementara pasangannya:
A: setiap Y adalah Z
E: setiap Y bukan Z
I: sebagian Y adalah Z
O: sebagian Y bukan Z


kebalikannya:
A: setiap Z adalah Y
E: setiap Z bukan Y
I: sebagian Z adalah Y
O: sebagian Z bukan Y


jika dipasangkan, maka muncul lah 4 figur silogisme yang kita kenal:
hitam-hijau: KTTB
hitam-merah: KTBT
biru-hijau: TKTB
biru-merah: TKBT
yang mana setiap figur tsb memuat 4x4 pasangan proposisi, maka total seluruhnya adalah 4x4x4=64 pasangan proposisi.



dari pasangan-pasangan proposisi tsb, kita bisa telaah satu per satu yang mana saja yang bisa menghasilkan kesimpulan baru, maka didapatlah 19 pasang proposisi yang bisa diambil kesimpulan baru.

sebagai contoh kita ambil salah satu pasangan pada figur KTTB, yaitu AA:
setiap X adalah Y
setiap Y adalah Z
dapatkah pasangan proposisi ini menghasilkan kesimpulan baru?

bandingkan dengan contoh salah satu pasangan pada figur TKBT, yaitu OO:
sebagian Y bukan X
sebagian Z bukan Y
dapatkah pasangan proposisi ini menghasilkan kesimpulan baru?

jika dapat, maka ia bisa digunakan untuk membentuk proposisi baru dan jadilah ia sebagai silogisme yang sah. jika tidak dapat, maka ia tidak bisa digunakan untuk membentuk proposisi baru, dan jika dia dipaksa untuk membentuk proposisi baru maka jadilah ia sebagai silogisme yang tidak sah.
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 
The following users thanked this post: Kang Asep

Offline Sandy_dkk

Re:64 bentuk silogisme
« Jawab #1 pada: Maret 21, 2016, 10:26:58 PM »
selain dengan menelaah satu persatu setiap pasangan proposisi tsb (kalo saya biasanya menelaah hal ini dengan menggunakan semacam diagram venn untuk mendapatkan bukti "empiris"), kita bisa juga mencocokkannya dengan Enam Hukum Dasar Logika. jika ada hukum logika yang dilanggar, maka tak ada kesimpulan baru yang bisa didapat dan tidak bisa menjadi modus berpikir yang sah.
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline rusa

Re:64 bentuk silogisme
« Jawab #2 pada: Maret 21, 2016, 11:02:22 PM »
mungkin maksudnya 64 bentuk silogisme Kang? dan hanya 19 yang sah. 64 sendiri kalo hitung cepat didapat dari 4x4x4 atau 43 yang mana 4 disini adalah 4 bentuk proposisi,
ah iya benar 64 bentuk silogisme pak, dan 256 bentuk yg saya maksud adalah 64 bentuk tsb berikut hasil (kemungkinan hasil benar dan salah) yaitu 4 bentuk hasil A E I O. Jadi 64x4 lagi = 256

Kurang lebih yg saya maksud spt berikut:

Figur I
AAA
AAE
AAI
AAO
AEA
AEE
AEI
AEO
AI....
AO...
EA...
EE... dst

Figur II...Figur III...Figur IV...

Quote (selected)
uraiannya:
A: setiap X adalah Y
E: setiap X bukan Y
I: sebagian X adalah Y
O: sebagian X bukan Y


kebalikannya:
A: setiap Y adalah X
E: setiap Y bukan X
I: sebagian Y adalah X
O: sebagian Y bukan X


sementara pasangannya:
A: setiap Y adalah Z
E: setiap Y bukan Z
I: sebagian Y adalah Z
O: sebagian Y bukan Z


kebalikannya:
A: setiap Z adalah Y
E: setiap Z bukan Y
I: sebagian Z adalah Y
O: sebagian Z bukan Y


Yang ini mengerti, intinya harus terdiri dari 3 term ya pak?

Quote (selected)
jika dipasangkan, maka muncul lah 4 figur silogisme yang kita kenal:
hitam-hijau: KTTB
hitam-merah: KTBT
biru-hijau: TKTB
biru-merah: TKBT
yang mana setiap figur tsb memuat 4x4 pasangan proposisi, maka total seluruhnya adalah 4x4x4=64 pasangan proposisi.
sep mengerti.

Quote (selected)
dari pasangan-pasangan proposisi tsb, kita bisa telaah satu per satu yang mana saja yang bisa menghasilkan kesimpulan baru, maka didapatlah 19 pasang proposisi yang bisa diambil kesimpulan baru.

sebagai contoh kita ambil salah satu pasangan pada figur KTTB, yaitu AA:
setiap X adalah Y
setiap Y adalah Z
dapatkah pasangan proposisi ini menghasilkan kesimpulan baru?

bandingkan dengan contoh salah satu pasangan pada figur TKBT, yaitu OO:
sebagian Y bukan X
sebagian Z bukan Y
dapatkah pasangan proposisi ini menghasilkan kesimpulan baru?


Nah yg ini, saya blm mengerti yang dimaksud dgn "kesimpulan baru" dan "bukan kesimpulan baru" pak.

Maaf ngrepotin ya.
 

Offline rusa

Re:64 bentuk silogisme
« Jawab #3 pada: Maret 22, 2016, 12:13:53 AM »
Berkenaan dgn 6 hukum dasar, berdasarkan apa hal tsb ditetapkan? Karena kurang 1 poin saja bisa menambah jumlah susunan logika sah yg 19.

Penasaran saya lengkapnya spt ini, klo pada soal postulat halte bus pqrst, disitu tergambat jelas bahwa pembuat soal pada awalnya :

1. memberikan kemungkinan2 urutan PQRST,
2. membuahkan 120 kemungkinan bentuk.

setelah itu pembuat soal

3. Membatasi 120 kemungkinan tsb dgn 4 buah kondisi, yaitu jarak antara PQ RS TR dan QR.

4. Sehingga menghasilkan 12 kemungkinan.

Nah klo silogisme saya lihat jg seperti itu.

1. Bentuk kombinasi AEIO dan 4 figur.*
2. Menghasilkan 64 bentuk.*
3. Pembatasan2 tertentu (6 Hukum Dasar). *
4. menghasilkan 19 bentuk sah. *
* urutan mungkin tdk sesuai kenyataan.

Perbedaan antara keduanya:

Soal halte memang tergambar jelas bahwa ada sosok pembuat soal yg memberitahu bentuk pqrst dan pembatasannya kepada kita, nah klo silogisme, drmana bentuk AEIO dan 6 Hukumnya didapatkan oleh Pak Aris? kok cuma 4 dan 6 knp gak lebih? Berdasarkan empiris atau ilmu warisan atau pengamatan atau ilham?

Mohon maaf kang sebenarnya saya sendiripun gak terlalu berpikir keras tentang hal ini, hanya sekedarnya dan jg berhubung kang sandy sudah membuatkan thread tersendiri atas pernyataan saya disebelah, maka sudah seharusnya saya berterimakasih dgn tidak membuatnya repot brupa menjelaskan kesebenaran dari apa yg saya pikirkan. Ssbnarnya saya bimbang antara kl ngomong ntar jadi kepo klo gak ntar malah rumit...yah begitulah...

Lagian klo Pak Aris masih hidup pun paling2 beliau lebih menekankan kpd saya untuk mengambil manfaat dr ilmunya ini ketimbang merepotkan diri dari hal2 yg bersifat bukan utama.

Terimakasih :)





 

Offline Sandy_dkk

Re:64 bentuk silogisme
« Jawab #4 pada: Maret 23, 2016, 01:04:07 PM »
Kutip dari: rusa
Kutip dari: Sandy_dkk
dari pasangan-pasangan proposisi tsb, kita bisa telaah satu per satu yang mana saja yang bisa menghasilkan kesimpulan baru, maka didapatlah 19 pasang proposisi yang bisa diambil kesimpulan baru.

sebagai contoh kita ambil salah satu pasangan pada figur KTTB, yaitu AA:
setiap X adalah Y
setiap Y adalah Z
dapatkah pasangan proposisi ini menghasilkan kesimpulan baru?

bandingkan dengan contoh salah satu pasangan pada figur TKBT, yaitu OO:
sebagian Y bukan X
sebagian Z bukan Y
dapatkah pasangan proposisi ini menghasilkan kesimpulan baru?

Nah yg ini, saya blm mengerti yang dimaksud dgn "kesimpulan baru" dan "bukan kesimpulan baru" pak.



kita sudah punya proposisi yang menghubungkan antara dua variabel X dan Y, kita juga sudah punya proposisi yang menghubungkan antara dua variabel Y dan Z. nah, kesimpulan baru disini maksudnya adalah konklusi berupa proposisi baru yang menghubungkan antara dua variabel X dan Z.

setiap X adalah Y
setiap Y adalah Z
berdasar dua proposisi tsb, kita bisa membuat proposisi baru yang bisa dipastikan kebenarannya yaitu "setiap X adalah Z", mustahil "setiap X adalah Z" bernilai salah berdasarkan dua proposisi yang dijadikan premis.



kita bisa membuat beberapa model lain berdasar dua proposisi diatas, namun tak ada satu pun model dimana lingkaran X keluar dari lingkaran Z baik sebagian maupun keseluruhannya.
maka disini dikatakan bahwa pasangan proposisi ini dapat menghasilkan kesimpulan baru dan sah sebagai modus berpikir.



sebagian Y bukan X
sebagian Z bukan Y
berdasar dua proposisi tsb, kita tidak bisa membuat proposisi baru yang bisa dipastikan kebenarannya. bahkan kita bisa membuat beberapa model yang saling bertentangan mengenai hubungan antara X dan Z. saya tampilkan 2 saja:



pada gambar sebelah kiri, “setiap X adalah Z”. tapi pada gambar sebelah kanan, “setiap X bukan Z”.
maka disini dikatakan bahwa pasangan proposisi ini tidak dapat menghasilkan kesimpulan baru dan tidak sah sebagai modus berpikir.
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Sandy_dkk

Re:64 bentuk silogisme
« Jawab #5 pada: Maret 23, 2016, 01:04:41 PM »
tentang 6 hukum dasar logika, saya belum menemukan adanya penjelasan rinci dari Aristoteles dan selainnya. tapi ini tidak menjadi penghalang bagi kita untuk menyelidiki apakah hukum2 dasar tsb benar atau tidak. dan kalau saya boleh menduga, maka hukum2 dasar tsb terutama hukum azaz dan hukum peniapan ditemukan dengan cara menyelidiki bisa tidaknya setiap pasangan proposisi membentuk kesimpulan, seperti yang kita lakukan tadi. kemudian menelaah, apa yang menjadi penyebab sepasang proposisi bisa ditarik kesimpulan dan apa penyebab sepasang proposisi tidak bisa ditarik kesimpulan.

jadi kalo ditanyakan "apakah hukum logika didapat berdasarkan empiris atau ilmu warisan atau pengamatan atau ilham?", maka jawaban saya "pengamatan".

« Edit Terakhir: Maret 23, 2016, 01:09:17 PM oleh Sandy_dkk »
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline rusa

Re:64 bentuk silogisme
« Jawab #6 pada: Maret 30, 2016, 01:16:55 PM »

sebagian Y bukan X
sebagian Z bukan Y

maka disini dikatakan bahwa pasangan proposisi ini tidak dapat menghasilkan kesimpulan baru dan tidak sah sebagai modus berpikir.

Kenapa contoh diatas dianggap "tidak dapat menghasilkan kesimpulan baru" bukankah sebelumnya dikatakan bahwa mereka berdua mempunyai hubungan, yaitu "Setiap X bukan Z",
dan jg klo melihat dr gambar justru terlihat jelas bahwa "Setiap X bukan Z" dan sebaliknya.
 

Offline Sandy_dkk

Re:64 bentuk silogisme
« Jawab #7 pada: Mei 23, 2016, 11:25:32 PM »
Kenapa contoh diatas dianggap "tidak dapat menghasilkan kesimpulan baru" bukankah sebelumnya dikatakan bahwa mereka berdua mempunyai hubungan, yaitu "Setiap X bukan Z",
dan jg klo melihat dr gambar justru terlihat jelas bahwa "Setiap X bukan Z" dan sebaliknya.

pada gambar pertama terlihat bahwa "setiap X adalah Z" sementara pada gambar kedua terlihat bahwa "setiap X bukan Z", padahal kedua gambar tsb dihasilkan dari premis2 yang sama yaitu "sebagian Y bukan X" dan "sebagian Z bukan Y". maka jelas tak ada kesimpulan pasti yang bisa kita peroleh dari premis2 tsb karena menghasilkan kemungkinan2 yang bertolak belakang dan tidak ada titik temu hubungan X dan Z antara keduanya.
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
1788 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 19, 2012, 03:57:50 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1409 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 05, 2014, 10:04:57 PM
oleh Kang Asep
5 Jawaban
1356 Dilihat
Tulisan terakhir September 30, 2015, 06:12:16 PM
oleh Ziels
0 Jawaban
519 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 25, 2015, 11:09:57 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
461 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 25, 2015, 11:22:47 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
462 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 25, 2015, 11:34:48 AM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
529 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 28, 2015, 11:52:40 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
495 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 28, 2015, 10:24:23 PM
oleh Kang Asep
3 Jawaban
766 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 22, 2016, 09:38:36 PM
oleh Sandy_dkk
0 Jawaban
435 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 18, 2016, 05:18:28 PM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan