Penulis Topik: Jujur dalam Menilai  (Dibaca 2945 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9592
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 483
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Jujur dalam Menilai
« pada: Desember 16, 2012, 04:50:36 PM »
   
Kejujuran dalam Menilai


Kuburan Putri Diana


makam Imam Khomeini


makam Gus Dur



Makam Raja Arab Saudi


makam Rasulullah saw.

makam siapa yang paling baik di sisi Allah, makam orang yang kuburannya sederhana itu atau makam yang paling mewah?

Kutipan (8) :

Usai Menyaksikan Jenazah Raja Fahd, Seorang Pendeta Italia Masuk Islam


Hidayah Allah datangnya tidak bisa diraba-raba. Apabila Allah menghendaki maka ia akan mendatangi hamba yang berbahagia itu. Demikianlah kisah seorang pendeta asal Italia.

Seorang pendeta terkenal di Italia mengumumkan masuk Islam setelah menyaksikan jenazah raja Arab Saudi, Fahd bin Abdul Aziz, untuk kemudian mengucapkan dua kalimat syahadat. Hal itu terjadi setelah ia melihat betapa sederhananya prosesi pemakaman jenazah yang jauh dari pengeluaran biaya yang mahal dan berlebihan.

Sang mantan pendeta telah mengikuti secara seksama prosesi pemakaman sang Raja yang bersamaan waktunya dengan jenazah yang lain. Ia melihat tidak ada perbedaan sama sekali antara kedua jenazah tersebut. Keduanya sama-sama dishalatkan dalam waktu yang bersamaan.

Pemandangan ini meninggalkan kesan mendalam tersendiri pada dirinya sehingga gambaran persamaan di dalam Islam dan betapa sederhananya prosesi pemakaman yang disaksikan oleh seluruh dunia di pekuburan ‘el-oud’ itu membuatnya masuk Islam dan merubah kehidupannya. Tidak ada perbedaan sama sekali antara kuburan seorang raja dan penguasa besar dengan kuburan rakyat jelata. Karena itulah, ia langsung mengumumkan masuk Islam.

Salah seorang pengamat masalah dakwah Islam mengatakan, kisah masuk Islamnya sang pendeta tersebut setelah sekian lama perjalanan yang ditempuh mengingatkan pada upaya besar yang telah dikerahkan di dalam mengenalkan Islam kepada sebagian orang-orang Barat. Ada seorang Da’i yang terus berusaha sepanjang 15 tahun untuk berdiskusi dengan pendeta ini dan mengajaknya masuk Islam. Tetapi usaha itu tidak membuahkan hasil hingga ia sendiri menyaksikan prosesi pemakaman Raja Fahd yang merupakan pemimpin yang dikagumi dan brilian. Baru setelah itu, sang pendeta masuk Islam.

Sang Muslim baru yang mengumumkan keislamannya itu pada hari prosesi pemakaman jenazah pernah berkata kepada Dr al-Malik, “Buku-buku yang kalian tulis, surat-surat kalian serta diskusi dan debat yang kalian gelar tidak bisa mengguncangkanku seperti pemandangan yang aku lihat pada pemakaman jenazah raja Fahd yang demikian sederhana dan penuh toleransi ini.”

Komentar :

Walaupuan Raja Arab tersebut wahabi, atau Arab Saudi identik dengan wahabi, tapi ini adalah hal-hal baik. Kesederhanaan adalah hal-hal baik. Jika benar, demikian sederhananya pemakaman raja Arab Saudi Fahd bin Abdul Aziz, maka harus jujur dikatakan bahwa itu adalah hal terpuji. Tidak boleh ada orang yang menutup mata dari hal-hal baik dan terpuji. Dan orang-orang yang tidak sekeyakinan dengan kaum wahabi, jangan karena tidak menyukai wahabi, lalu tidak mau melihat hal-hal baik yang ada pada wahabi, seorang wahabi atau komunitas wahabi.

Baik buruk, benar dan salah bukan milik suatu bangsa atau golongan. Pada suatua kelompok atau golongan, di sana mungkin ada hal yang salah dan ada hal yang benar. Katakan salah untk hal salah. Katakan benar untuk hal benar. Kita harus jujur dan adil dalam menilai. Tapi kebaikan seseorang, jangan pula membuat mata kita buta, bila memang ia pernah melakukan kesalahan, jangan berani berdusta dengan mengatakan bahwa orang ini tidak pernah bersalah.

Keterangan Nomor :

(8) http://myquran.org/forum/index.php/topic,83715
« Edit Terakhir: Desember 16, 2012, 05:00:58 PM oleh Kang Asep »
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline kang radi

  • Master
  • *
  • Tulisan: 1062
  • Thanked: 3 times
  • Total likes: 21
  • Jenis kelamin: Pria
  • Kemelekatan yang tak terasa
    • Lihat Profil
Re:Jujur dalam Menilai
« Jawab #1 pada: Desember 16, 2012, 07:05:55 PM »
   
Kejujuran dalam Menilai


Kuburan Putri Diana


makam Imam Khomeini


makam Gus Dur



Makam Raja Arab Saudi


makam Rasulullah saw.

makam siapa yang paling baik di sisi Allah, makam orang yang kuburannya sederhana itu atau makam yang paling mewah?

Kalau menurut adie makam puteri diana yang paling bagus, tapi Allah swt kan tidak menilai seuatu dari makamnya tapi dari  ketaqwaannyna.
 

Offline Monox D. I-Fly

Re:Jujur dalam Menilai
« Jawab #2 pada: November 13, 2015, 08:44:53 PM »
Kenapa yang Putri Diana nggak disebut makam juga? Cuma kuburan? Padahal artinya juga sama...
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
1857 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 08, 2012, 02:39:13 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1416 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 29, 2013, 04:16:46 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1251 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 19, 2014, 02:15:44 PM
oleh Kang Asep
6 Jawaban
4632 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 21, 2015, 10:08:31 AM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
1158 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 24, 2016, 12:57:53 AM
oleh Sultan
1 Jawaban
498 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 27, 2016, 09:01:03 PM
oleh Sultan
0 Jawaban
419 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 24, 2016, 12:52:05 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
189 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 02, 2016, 03:37:24 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
135 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 14, 2016, 01:28:25 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
79 Dilihat
Tulisan terakhir November 28, 2017, 01:43:36 PM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan