Penulis Topik: Tantangan Sayyidina Ali bin Abi Thalib  (Dibaca 4117 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9384
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 428
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Tantangan Sayyidina Ali bin Abi Thalib
« pada: Desember 14, 2013, 11:14:49 PM »
Imam Ali bin Abi Thalib menantang agar orang-orang bertanya tentang apapun padanya, niscaya ia akan menjawabnya dengan cepat, tepat dan benar. Sayyidina Ali bin Abi Thalib berkata, “Alangkah banyaknya pengajaran, namun sedikit sekali yang memetik pelajaran[1]. Maasyirannas.. bertanyalah kalian kepadaku, sebelum kalian kehilangan aku. Inilah wadah ilmu. Inilah air liur Rasulullah saw. Inilah yang Rasulullah saw tuangkan kepadaku berkali-kali. Bertanyalah kepadaku! Karena aku mempunyai ilmu orang-orang terdahulu dan orang-orang yang akan datang.[2]

Kemudian beliau as menunjuk ke dadanya dan berkata, “Di sini, terdapat ilmu pengetahuan yang tiada batas, tetapi orang yang mencarinya sangat sedikit. Umat tidak lama lagi  baru akan merasakan penyesalannya, yaitu ketika aku tiada di dunia ini lagi.

Sebelum aku meninggalkan kalian, tanyakanlah kepadaku tentang al Quran! Demi Allah! Tidak satupun dari ayat al Quran yang turun, kecuali Rasulullah membacakannya untukku, dan mengajarkan tafsirnya.[3] Aku mampu memberi penjelasan kepada pengikut Taurat tentang Taurat sehingga Taurat seakan-akan berkata Dia[4] benar dan tidak berbohong. Dia telah menjelaskan kepada kalian apa yang diturunkan Allah di dalamku. Dan aku mempu menjelaskan kepada para pengikut Injil tentang injil, sehingga seakan-akan Injil berkata Dia benar dan tidak berbohong. Dia telah menjelaskan kepada kalian apa yang diturunkan Allah di dalamku. Dan aku mampu menjelaskan kepada para pengikut al Quran tentang al Quran, sehingga seakan-akan al Quran berkata Dia benar dan tidak berbohong. Dia telah menjelaskan kepada kalian apa yang diturunkan Allah di dalamku. Seandainya tidak ada ayat, Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan, dan di sisi-Nya-lah terdapat Umulkitab (Lohmahfuz).[5]Aku akan beritahu kalian apa yang telah terjadi, yang sedang terjadi dan akan terjadi sampai hari kiamat.

Jika kalian bertanya tentang ayat per ayat, kapan turun, di malam hari atau di siang hari, apakah turun di Mekkah atau di Madinah, apakah dalam perjalanan atau tidak dalam perjalanan, apakah nasikh atau mansukh, apakah muhkam atau mutasyabih, dan bagaimana takwil atau tafsirnya, maka semua itu akan aku jawab.[6]


Tantangan tersebut bukanlah omong kosong. Dalam berbagai riwayat, Imam Ali selalu menjawab persoalan apapun yang diajukan kepadanya dengan cepat, tepat dan benar. Bahkan khalifah Umar bin Khatab keheranan dengan Jawaban Cepat Imam Ali. Tidak satupun riwayat di mana Ali bin Abi Thalib menjawab pertanyaan dengan jawaban “aku tidak tahu”. Imam Ja`far Shadiq a.s yang merupakan cicit dari Imam Ali bin Abi Thalib berkata, “Kami[7] dibangkitkan  bukan untuk menjawab pertanyaan dengan jawaban aku tidak tahu”. Imam Ali bin Abi Thalib menyatakan dirinya sebagai sebagai Imam Mubin yang pengetahuannya meliputi segala sesuatu[8].

Imam Ali selalu menjawab setiap pertanyaan, bahkan untuk pertanyaan-pertanyaan yang diajukan sekedar untuk memperolok sekalipun, ia tetap menjawab dengan tepat dan benar. Bahkan ia menjawab pertanyaan-pertanyaan yang mustahil terjawab oleh orang selainnya.

Amar bin Yasir bertutur : Pada salah satu peperangan, aku dan Imam Ali Bin Abi Thalib as melewati sebuah gurun yang dipenuhi oleh semut. Akupun berkata kepada Imam Ali as, “Wahai Tuanku, apakah ada yang mengetahui jumlah semut ini?”

Imam Ali bin Abi Thalib as berkata, “Ya,  wahai Ammar, aku mengetahuinya!”

“Dari mana engkau mengetahuinya?” Tanya Ammar

Imam Ali menjawab, “tidaklah engkau membaca surah Yaasin 36:12? “

Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Imamim Mubin[9]

“aku sudah berkali-kali membaca surah itu.” Jawab Ammar

“yang dimaksud Imam Mubin dalam surah itu adalah Aku.” Ujar Imam Ali[10].

Kisah yang diturukan oleh Ammar bin Yasir tersebut menjelaskan bahwa Imam Ali bin Abi Thalib memang sanggup menjawab segala jenis pertanyaan yang diajukan kepadanya.

Selain Ali bin Abi Thalib, ada juga ulama yang membuat  tantangan serupa, tapi tidak terbukti bahwa mereka dapat menjawab tantangan tersebut. dan mereka telah dipermalukan akibat tantangannya itu. contohnya dapat Anda baca dalam artikel berjudul Hukum Korban dan Siapa yang memotong Rambut Adam?.

Ada juga kisah Qatadah yang menantang orang agar bertanya kepadanya[11]. Qatadah berkata, “Bertanyalah tentang sunah-sunah Rasulullah sehingga aku menjawabnya!’

Para hadirin berkata kepada Abu Hanifah, “Berdirilah dan bertanyalah kepadanya!’

Abu Hanifah berdiri dan bertanya kepadanya tentang hukum istri yang ditinggalkan oleh suami, lalu istrinya menikah lagi. Setelah lama, suaminya itu kembali lagi. Tapi Qatadah tidak mampu menjawab. Qatadah berkata, “Aku tidak dapat menjawab tentang hal seperti itu, bertanyalah tentang al Quran!”

Abu Hanifah bertanya tentang tafsir surah An Naml ayat 60, “Siapakah orang itu?” tanya Abu Hanifah.

“Dia adalah anak pamannya Sulaiman bin Dawud. Dia mengetahui nama Allah yang sangat Agung.”

“Apakah Sulaiman mengetahui nama itu?” tanya Abu Hanifah.

“Tidak.” Jawab Qatadah.

“Subhanallah, berarti di hadapan seorang nabi, ada yang lebih pandai darinya?” tanya Abu Hanifah.

Qatadah berkata, “Aku tidak dapat menjawab tentang tafsir al Quran, bertanyalah kepadaku tentang yang diperselisihkan umat!”

“Apakah ada seorang yang beriman?” tanya Abu Hanifah.

“Aku harap begitu.” Qatadah merendah.

Tidakkah Anda lebih baik berkata seperti perkataan Ibahim, ketika ditanya, apakah kamu belum beriman, Ibrahim menjawab, Ya. Aku beriman [/nb]Q.S 2:260[/nb]

Qatadah merasa malu, lalu ia berkata, “Peganglah tanganku. Demi Allah, aku tidak akan ke kota ini lagi!”[12]

Hanya Ali bin Abi Thalib yang menantang orang agar bertanya kepadanya, dan terbukti beliau mampu menjawab semuanya. Tapi banyak ulama lain yang membuat tantangan yang sama, berakhir dengan rasa malu, karena tidak mampu menjawab pertanyaan yang diajukan kepadanya.

 1. Ali Shofi, dalam bukunya : Kisah-kisah Imam Ali bin Abi Thalib
 2. Muhammad Ridha al Hakimi, Mengungkap Untaian Kecerdasan Ali bin Abi Thalib, Hal. 11
 3. Ali Shofi, Kisah Imam Ali, Hal. 37
 4. Ali bin Abi Thalib
 5. Q.S 13:39
 6. Muhammad Ridha al Hakimi, Mengungkap Untaian Kecerdasan Ali bin Abi Thalib, Hal. 85-86
 7. Para Imam Ahlul Bait
 8. Baca dalam artikel : Pengetahuan para Imam Ahlul Bait Memang Meliputi Segala Sesuatu
 9. Q.S. 36:12
 10. Ali Shofi, Kisah Imam Ali, Hal. 40
 11. Muhammad Ridha al Hakimi, Mengungkap Untaian Kecerdasan Ali bin Abi Thalib, Hal. 13-16
 12. al Intiqa, Hal. 156
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
4 Jawaban
5004 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 13, 2012, 06:45:33 PM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
15497 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 03, 2013, 03:51:11 PM
oleh Sandy_dkk
0 Jawaban
2848 Dilihat
Tulisan terakhir April 06, 2013, 04:12:24 PM
oleh Awal Dj
0 Jawaban
1142 Dilihat
Tulisan terakhir April 27, 2013, 04:52:10 PM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
1446 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 20, 2013, 08:20:58 AM
oleh Kang Asep
2 Jawaban
1458 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 07, 2013, 04:17:26 AM
oleh Kang Asep
2 Jawaban
1164 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 27, 2013, 11:07:30 AM
oleh kang radi
0 Jawaban
1427 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 07, 2014, 07:11:22 AM
oleh Kang Asep
8 Jawaban
2339 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 05, 2014, 11:23:13 PM
oleh ratna
0 Jawaban
757 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 27, 2015, 04:51:06 PM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan