Penulis Topik: Perjanjian Damai  (Dibaca 437 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 22
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Perjanjian Damai
« pada: Januari 11, 2015, 03:01:52 PM »
...
Begitu laki-laki delegasi Quraisy itu sampai, maka berkatalah Muhammad,” Orang-orang Quraisy berarti benar-benar menginginkan perdamaian untuk waktu yang cukup lama ”. Akhirnya, dicapailah kata sepakat dengan Muhammad atas semua persyaratan yang diajukan. Kini tinggal menuangkan penulisan perjanjian tersebut diatas sehelai kertas.

Untuk itu Muhammad memanggil Ali ibn Abi Thalib untuk mendiktekan kepadanya redaksi perjanjian damai tersebut.
“ Tulislah dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,” ucap Muhammad.
Tetapi laki-laki dari delegasi Quraisy itu segera berkata,” Aku tidak tahu dengan redaksi itu. Tapi tulislah ‘dengan namamu ya Allah.”  Muhammad menyetujui keinginan delegasi Quraisy tersebut. Dia memerintahkan kepada Ali agar menulis ‘Dengan NamaMu Ya Allah.”
Kemudian Muhammad mendiktekan lagi kepada Ali,” Ini adalah perjanjian damai yang ditetapkan oleh Muhammad Rasulullah!”
Tapi, lagi-lagi delegasi Quraisy itu menolak,” Andaikata kita menyaksikan engkau ini adalah Rasulullah sudah tentu kita tidak akan memerangimu. Karena itu tulislah namamu dan nama Bapakmu.”
“Baik. Hapuslah kata “Rasulullah”. Tulislah, ini adalah perjanjian damai yang ditetapkan oleh Muhammad ibn Abdullah.”
Sampai pada redaksi tersebut, tangan Ali tidak mau menulis lagi. Dengan suara gemetar penuh emosi, Ali berkata pada Muhammad,” Tidak! Demi Allah aku tak sudi menghapus kata itu.”
Luapan emosi Ali ini adalah ledakan yang ada dari balik dada orang-orang Islam, sebagai suatu ketegasan sikap.
Mengapa Muhammad mau menerima begitu saja pada delegasi Quraisy itu? Mengapa Muhammad mau menerima begitu saja untuk menghapus prolog perjanjian damai yang dibuat oleh orang-orang islam pada delegasi Quraisy itu? Muhammad tidak mendapatkan seorangpun dari sahabat-sahabatnya yang menyetujui untuk menghapus klausul “Rasulullah.”
Selembar kertas itu selanjutnya dia ambil dari tangan Ali. Kemudian dia sendiri yang menulis prolog perjanjian damai menurut redaksi yang disodorkan oleh delegasi Quraisy itu.

Pada lembaran itulah, Dia menulis untuk pertama kalinya, sejak dia terbiasa memperhatikan huruf-huruf yang didiktekannya pada para penulis Al Quran.
...



Muhammad Sang Pembebas, hal 302
Abdurrahman asy syarqowi

 

Tags:
 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
1160 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 22, 2014, 10:34:40 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
877 Dilihat
Tulisan terakhir April 17, 2015, 04:13:11 PM
oleh comicers
0 Jawaban
436 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 14, 2015, 07:05:19 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
532 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 31, 2016, 03:53:52 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
152 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 06, 2018, 02:59:20 AM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan