Penulis Topik: Logika Pada Zaman Keemasan Islam  (Dibaca 4940 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline molecullarafric

Re:Logika Pada Zaman Keemasan Islam
« Jawab #15 pada: Januari 13, 2014, 12:18:38 AM »
untuk meluruskan bahwa disini saya tidak bermaksud menuduh, tapi justeru mencari tahu dari sudut netral. beberapa hari ini saya sampe buka-buka internet lagi pemikiran2 Mu'tazilah dari awal buat nyari pernyataan langsung dari tokoh Mu'tazilah sendiri


menurut Khalifah al-Makmun yang menganut paham Mu'tazilah memaksakan pendapat bahwa al-Quran adalah makhluk...

bertentangan dengan mayoritas ulama Fiqih dan Ahli Tafsir yg berpendapat bahwa Al-qur'an itu Qadim

http://al-amindaud.blogspot.com/2009/02/al-quran-itu-qadim.html



mungkin buat awalnya boleh saya tanyakan pendapat kang Sandy dahulu, benarkah Mu'tazilah berpendapat seperti itu?
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9384
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 428
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Logika Pada Zaman Keemasan Islam
« Jawab #16 pada: Januari 13, 2014, 04:37:31 AM »
harus ditanyakan dulu, apakah yang dimaksud oleh khalifah Makmun tersebut al quran Daniyah atau al Quran Aliyah

kalau al Quran Daniyah, seperti yang kita pegang, tertulis dalam lembaran-lembaran kertas, maka al Quran ini makhluk. berarti pandangan Mu`tazilah benar. jika yang dimaksud adalah al Quran Aliyah, yaitu al Quran yang terdapat di Lauhil Mahfudz, maka dia qadim. berarti pandangan Mu`tazilah keliru.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Sandy_dkk

Re:Logika Pada Zaman Keemasan Islam
« Jawab #17 pada: Januari 13, 2014, 09:23:24 PM »
untuk meluruskan bahwa disini saya tidak bermaksud menuduh, tapi justeru mencari tahu dari sudut netral. beberapa hari ini saya sampe buka-buka internet lagi pemikiran2 Mu'tazilah dari awal buat nyari pernyataan langsung dari tokoh Mu'tazilah sendiri


menurut Khalifah al-Makmun yang menganut paham Mu'tazilah memaksakan pendapat bahwa al-Quran adalah makhluk...

bertentangan dengan mayoritas ulama Fiqih dan Ahli Tafsir yg berpendapat bahwa Al-qur'an itu Qadim

http://al-amindaud.blogspot.com/2009/02/al-quran-itu-qadim.html



mungkin buat awalnya boleh saya tanyakan pendapat kang Sandy dahulu, benarkah Mu'tazilah berpendapat seperti itu?

apakah benar mu'tazilah berpendapat seperti itu? jika Khalifah al-Makmun adalah mu'tazilah, dan ia berpendapat bahwa al-Quran adalah makhluk, maka benar bahwa ada mu;tazilah yang berpendapat seperti itu.

namun perlu diketahui, bahwa mu'tazilah adalah golongan yang unik. seorang murid mu'tazilah yang berguru pada guru mu'tazilah, belum tentu memiliki pendapat yang sama dalam beberapa hal ataupun setiap hal.

orang pertama yang disebut mu'tazilah dalam sejarah adalah Washil bin Atha. orang ini disebut oleh gurunya al-Hasan al-Bashri sebagai pelaku i’tazala (memisahkan diri) karena telah menyelisihi pendapat gurunya dalam hal status keimanan para pelaku dosa besar.

seorang mu'tazilah, selalu menimbang2 dengan akal mengenai sesuatu hal yang disampaikan kepadanya, sehingga dapat dimaklumi adanya perbedaan pandangan antara sesama mu'tazilah. tidak asal karena hal tsb dikatakan oleh sang guru, maka itu lah kebenaran tanpa perlu mendapat pertimbangan akal (mungkin ini sebabnya mu'tazilah terkesan oleh pihak luar sebagai yang "menuhankan" akal).


jadi, adanya seorang tokoh mu'tazilah yang berpendapat bahwa al-Quran adalah makhluk (terlepas apapun definisi al-Quran dan definisi makhluk yang digunakannya), tidak berarti semua mu'tazilah akan membeo menyuarakan hal yang sama.
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline molecullarafric

Re:Logika Pada Zaman Keemasan Islam
« Jawab #18 pada: Januari 14, 2014, 02:01:52 AM »
harus ditanyakan dulu, apakah yang dimaksud oleh khalifah Makmun tersebut al quran Daniyah atau al Quran Aliyah

ya... saya sertakan juga pengertian Qadim disini yang berarti yang Baqa, yang Azali “tidak bermula dengan masa dan tidak berakhir dengan waktu”. bahasa kerennya mungkin 'Causa Prima'. Para Ulama Fiqih berpendapat demikian karena menganggap Al-qur'an itu sendiri adalah bagian dari Allah, KalamAllah... ini dengan pengertian Al-qur'an

sedangkan lawan dari 'Causa Prima' itu Makhluk.. berarti yang diciptakan... yang berasal dari suatu sebab(penciptaan)


jadi sudah tersirat Khalifah Al-Ma'mun disini mengumandangkan Al-qur'an sebagai Makhluk jelas merupakan antitesis dari Tafsir Ulama Fiqih...
ini berdasarkan studi sejarah juga tentang pertentangan antara kaum Ulama dengan Khalifah Al-Ma'mun ibn Al-Rashid
http://www.arrahmah.com/read/2011/11/22/16490-mengapa-para-ulama-tidak-mengkafirkan-khalifah-al-mae28099mun.html


Quote (selected)
kalau al Quran Daniyah, seperti yang kita pegang, tertulis dalam lembaran-lembaran kertas, maka al Quran ini makhluk. berarti pandangan Mu`tazilah benar. jika yang dimaksud adalah al Quran Aliyah, yaitu al Quran yang terdapat di Lauhil Mahfudz, maka dia qadim. berarti pandangan Mu`tazilah keliru.

saya rasa ini pandangan yang merupakan jalan tengah...


sebenarnya saya pribadi kurang paham Istilah Daniyah dan Aliyah disini...
kalau asumsi saya benar bahwa yg kang Asep maksud Daniyah itu Al-qur'an sebagai Buku sedangkan Aliyah adalah kandungan ayatnya yang merupakan Firman Allah langsung
berarti Khalifah Al Ma'mun tidak salah... begitu juga dengan Jumhur Ulama Fiqih juga tidak salah...

yang ada hanya salah faham.


 

Offline molecullarafric

Re:Logika Pada Zaman Keemasan Islam
« Jawab #19 pada: Januari 14, 2014, 02:13:11 AM »
apakah benar mu'tazilah berpendapat seperti itu? jika Khalifah al-Makmun adalah mu'tazilah, dan ia berpendapat bahwa al-Quran adalah makhluk, maka benar bahwa ada mu;tazilah yang berpendapat seperti itu.

namun perlu diketahui, bahwa mu'tazilah adalah golongan yang unik. seorang murid mu'tazilah yang berguru pada guru mu'tazilah, belum tentu memiliki pendapat yang sama dalam beberapa hal ataupun setiap hal.

orang pertama yang disebut mu'tazilah dalam sejarah adalah Washil bin Atha. orang ini disebut oleh gurunya al-Hasan al-Bashri sebagai pelaku i’tazala (memisahkan diri) karena telah menyelisihi pendapat gurunya dalam hal status keimanan para pelaku dosa besar.

seorang mu'tazilah, selalu menimbang2 dengan akal mengenai sesuatu hal yang disampaikan kepadanya, sehingga dapat dimaklumi adanya perbedaan pandangan antara sesama mu'tazilah. tidak asal karena hal tsb dikatakan oleh sang guru, maka itu lah kebenaran tanpa perlu mendapat pertimbangan akal (mungkin ini sebabnya mu'tazilah terkesan oleh pihak luar sebagai yang "menuhankan" akal).


jadi, adanya seorang tokoh mu'tazilah yang berpendapat bahwa al-Quran adalah makhluk (terlepas apapun definisi al-Quran dan definisi makhluk yang digunakannya), tidak berarti semua mu'tazilah akan membeo menyuarakan hal yang sama.

hmm...  saya asumsikan Mu'tazila yang menuhankan Akal disini adalah karena lawan diskusi saya yang JIL dengan semangatnya mengangkat2 aliran Mu'tazila sebagai dasar argumennya untuk mendahulukan 'Akal' sebelum 'Aqidah' dalam berislam. inilah yang saya permasalahkan diawal Thread kenapa saya harus bertanya mengenai Mu'tazila. apakah benar Mu'tazila itu seperti yang digambarkan teman saya yang JIL itu yang mendahulukan Akal dibanding Aqidah?



jikalau itu ternyata salah dan itu cuma asumsi orang2 yg ngedompleng Mu'tazila begitu berarti saya sudah berdosa karena menggeneralisir setiap penganut Mu'tazila



Syukron dan Jaza-Kallah Khairan, semoga tidak timbul bibit kesombongan di hati kita sekecil apapun
« Edit Terakhir: Januari 14, 2014, 02:02:59 PM oleh molecullarafric »
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9384
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 428
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Logika Pada Zaman Keemasan Islam
« Jawab #20 pada: Januari 14, 2014, 07:13:31 AM »
Kutip dari: molecul
yang ada hanya salah faham.

benar. seperti pada sunni syiah. kalau saya selidiki, tidak ada perbedaan antara ajaran sunni syiah. yang ada hanyalah kesalahan fahaman dari pihak sunni maupun syiah. kalau tidak karena keslah fahaman, niscaya keduanya adalah umat yang satu.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
1593 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 25, 2012, 10:10:45 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1892 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 02, 2012, 05:09:42 AM
oleh Kang Asep
6 Jawaban
8158 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 28, 2015, 01:12:01 AM
oleh Ziels
3 Jawaban
1376 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 27, 2013, 12:00:57 PM
oleh Awal Dj
1 Jawaban
1317 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 12, 2013, 11:41:22 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
736 Dilihat
Tulisan terakhir September 02, 2013, 09:10:03 AM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
469 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 27, 2015, 04:16:02 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
641 Dilihat
Tulisan terakhir April 29, 2015, 08:16:48 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
206 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 30, 2016, 09:01:45 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
108 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 29, 2016, 09:16:50 AM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan