Penulis Topik: Yesus Sebagai Juru Selamat  (Dibaca 60 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Sultan

  • Sang Pengembara Yang Mencari Kepingan - Kepingan Pecahan Cermin Kebenaran Yang Berserakan Di Segala Penjuru Alam Semesta
  • Sahabat
  • ***
  • Tulisan: 180
  • Thanked: 1 times
  • Total likes: 21
  • Jenis kelamin: Pria
  • Spiritualitas dan Kebatinan
    • Lihat Profil
Yesus Sebagai Juru Selamat
« pada: Oktober 06, 2017, 04:49:16 AM »
Juru selamat adalah pribadi yang telah menghapus Dosa Asal[1] ; dosa warisan turun - temurun pada manusia akibat dari pengkhianatan Adam dan Hawa terhadap perintah Allah di Taman Eden dalam pasca peristiwa penciptaan mereka[1 Korintus 15 : 21 -22]-[Mazmur 51 : 5] - [Kejadian 2 : 15 - 17]-[Kejadian 3 : 1-7]. Akibat dari dosa ini, manusia harus terpisah dari Allah. Jurang pemisah antara Allah dan manusia juga tercipta akibat dari Dosa Asal ini.
Dosa ini juga menjadi kutukan bagi manusia secara turun - temurun semenjak terjadinya peristiwa pengkhianatan Adam dan Hawa terhadap perintah Allah di Taman Eden hingga berakhir pada peristiwa penyelamatan oleh Yesus Kristus dengan penyalibannya sesuai dengan skenario yang telah ditentukan ; sesuai dengan yang dikehendaki Allah dalam tujuan pengutusan Yesus Kristus ke Bumi.

Yesus Kristus sendiri adalah pribadi yang telah ditetapkan oleh Allah sebagai juru selamat manusia dalam pengutusan-Nya. Karena besarnya kasih Allah kepada manusia. Ia ingin agar manusia bisa kembali mengenal dan bersama - sama dengan-Nya kembali seperti Adam dan Hawa yang bergaul kepada Allah secara langsung di Taman Eden sebelum terjadinya peristiwa Dosa Asal. Dan ia juga berkehendak untuk memperbaiki hubungan-Nya kembali dengan manusia sehingga jurang pemisah antara .
Tetapi selama Dosa Asal tersebut belum terhapus, maka hal tersebut tidak akan terjadi.
Sebab konsekuensi dari Dosa Asal tersebut harus terjadi, yaitu neraka.
Sehingga mustahil manusia berhubungan baik dengan-Nya ; bergaul dan bersama - sama dengan-Nya sekaligus masuk neraka. Mustahil.

Oleh karena hal itulah Yesus Kristus diutus ke tengah - tengah manusia.
Untuk menghapus Dosa Asal tersebut pada manusia dengan cara yang sudah ditentukan, yaitu penyaliban diri-Nya.
Sebab ada tertulis "Upah dosa ialah maut" [Roma 6:23].
Dengan demikian, berarti Yesus Kristus telah mengorbankan diri-Nya ; mati untuk menebus dosa warisan turun - temurun tersebut (Dosa Asal) agar manusia terselamatkan.
Untuk memperbaiki kembali hubungan manusia dengan Allah yang sempat terputus akibat dari Dosa Asal.
Supaya dimungkinkan bagi manusia untuk mengenal Allah kembali dengan benar, bergaul dan bersama - sama dengan-Nya kembali seperti semula, hingga untuk bisa bermanunggal dengan-Nya.
Dengan alasan inilah Dia menjadi Juru Selamat manusia.
Dan ia juga mengutus kedua belas murid-Nya (12 Rasul Kristus/Hawayirun) untuk mengabarkan jalan keselamatan-Nya kepada bangsa - bangsa lain di dunia ; untuk menjadikan bangsa - bangsa lain sebagai murid-Nya dan membaptis mereka dalam 3 nama pribadi Ilahi : Allah (Bapa), Yesus Kristus, dan Roh Kudus [Mathius 28 : 16-20]-[Markus 16 : 15-20]-[Lukas 24 : 44-49]-[Yohanes 21 : 15-17]. Sebagai suatu ketetapan Allah yang harus terjadi yang telah Ia janjikan pada Abraham dahulu bahwa ia, lebih tepatnya lagi keturunannya, akan menjadi berkat bagi bangsa lain [ Kejadian 11:10–19:38].
Apakah berkat yang dimaksud ?
Yaitu pengenalan akan Allah yang benar beserta kehendak - kehendak-Nya yang bila di-imani dan dijalani akan berbuah berkat - berkat Ilahi yang lebih banyak lagi untuk manusia. Lebih daripada sekedar kenikmatan dari berkat - berkat duniawi.
Sebab, sebelum diutusnya Yesus Kristus untuk penggenapan perjanjian baru (masa pernjanjian lama) Allah-Israel masih menjadi Tuhan bagi bangsa Israel saja. Dia belum berkenan membuka diri untuk menjadi Tuhan bagi bangsa - bangsa lain.
Setelah Yesus Kristus diutus dan perjanjian baru (Injil) telah genap, Allah baru berkenan membuka diri untuk menjadi Tuhan bagi bangsa - bangsa lain juga. Ini adalah berkat Ilahi bagi bangsa - bangsa lain dari diutusnya Yesus Kristus. Sebab Dialah yang kemudian mengutus kedua belas murid-Nya atau para rasul untuk mendakwahkan ajaran - ajaran-Nya kepada bangsa - bangsa lain di dunia.

Sesungguhnya Yesus Kristus memang hanya diutus oleh Allah dan datang untuk bangsa Israel [Mathius 15 : 21-28]. Tetapi untuk dapat mendakwahkan ajaran - ajaran-Nya kepada bangsa - bangsa lain, ia mengutus kedua belas murid-Nya.

Alkitab banyak membicarakan tentang peran Yesus Kristus sebagai Juru Selamat manusia di berbagai Injil dalam berbagai pasal dan ayat yang beberapa di antaranya adalah :

Yesus Kristusmenghapus dosa dunia : [Yohanes 1 : 29].
Yesus Kristus diutus Allah untuk menyelamatkan dunia :
[Yohanes 3 : 16-17].
Keselamatan datang dari bangsa Yahudi :
[Yohanes 3 : 22]
Yesus adalah Kristus dan juru selamat :
[Yohanes 4 : 25-26]-[Mathius 1:16]-[Lukas 2 : 11]-[Yohanes 17 : 3]
Yesus Kristus datang ke dunia untuk memberi kesaksian tentang kebenaran :
[Yohanes 18 : 37]

Yesus Kristus mengajarkan jalan keselamatan untuk manusia. Dengan bermaterikan pengenalan tentang Allah yang benar beserta kehendak - kehendak-Nya yang sesungguhnya untuk di-imani dan dijalani ketekunan dan konsistensi sepanjang hidup. Dan barangsiapa yang benar - benar mengamalkan segala ajaran-Nya dengan ketekunan dan konsistensi sepanjang hidup, maka ia akan selamat.
Barangsiapa yang percaya kepada-Nya, maka ia akan selamat. Dan orang yang percaya kepada-Nya, adalah orang yang percaya terhadap ajaran - ajaran-Nya dan mengamalkan-Nya dalam kehidupan sehari - hari.

Ajaran - ajaran Yesus Kristus sejati-Nya lebih daripada sekedar beragama Kristen secara formal seperti pada umumnya, bahkan lebih lanjut lagi ajaran - ajaran-Nya lebih daripada agama.
Sejatinya ajaran - ajaran Yesus Kristus adalah ajaran kebatinan dan spiritualitas ketuhanan yang lebih tinggi tingkatannya daripada sekedar beragama secara formal atau lebih tegasnya lebih daripada sekedar menjadi "agamis".
Sebab tidak setiap orang yang beragama dan agamis memiliki kapasitas kebatinan dan spiritual dalam dirinya.
Lebih banyak orang beragama yang hanya sekedar memenuhi kewajiban atau "tuntutan" syariat dari agamanya masing - masing, hanya menjadikan ibadah dan sembahyang sebagai kegiatan rutin atau rutinitas namun kosong dari spiritualitas dan kebatinan.
Karena lebih banyak orang yang beribadah hanya dengan gerak tubuhnya, tidak dengan hatinya ; rasa batinnya; jiwa dan rohnya.
Oleh karena sebab itulah hanya ada sedikit orang yang benar - benar mendapatkan "pencerahan spiritual" dari kehidupan keagamaannya.

Dan Yesus Kristus dalam ajaran - ajarannya melarang hal yang demikian.
Yesus Kristus dalam firman-Nya mengajarkan manusia untuk menyembah Allah dalam roh dan kebenaran [Yohanes 4 : 24].
Sebab Allah itu adalah Roh, dan wajib menyembah-Nya juga dalam roh dan kebenaran.
Benar dalam artian dengan cara yang benar, tulus, bebas dari dusta dan kepalsuan.
Dalam roh dengan pengertian menggunakan rasa, karsa, batin, jiwa ; hati kita terfokus dan terkonsentrasi padanya.
Bebas dari dusta dan kepalsuan dalam arti bebas dari segala niat buruk ; pamer, beribadah hanya ketika ada maunya saja, ingin dipuji serta diperhatikan oleh orang lain, dan sebagainya.

Segala ajaran Yesus Kristus bertujuan untuk menjadikan manusia sebagai Anak - Anak Allah.
Anak - Anak Allah yang dimaksud disini adalah manusia yang terlahir baru karena Allah ; meninggalkan dosa - dosanya yang lama, membentuk diri menjadi pribadi yang selaras dengan kehendak - kehendak-Nya, membentuk kehidupan pribadi sesuai dengan yang dikehendaki-Nya, serta tinggal dan berlindung di dalam firman - firman-Nya untuk lebih lanjut lagi bisa bermanunggal dengan-Nya.
Dan hal ini tidak bisa hanya dilakukan dengan beragama, beribadah, bersembahyang dengan rutin secara formal semata.
Anda juga harus mengamalkan Kehendak - Kehendak-Nya ("K" besar) dalam kehidupan sehari - hari.
Anda tidak bisa dikatakan mengamalkan kehendak - kehendak Allah bila misalkan anda tetap bersembahyang secara khusyuk dengan membiarkan tetangga sebelah anda mati kelaparan. Sebab anda tidak mengamalkan hukum kedua "Kasihilah sesamamu manusia seperti mengasihi dirimu sendiri".
Anda tidak dapat dikatakan mengamalkan kehendak - kehendak Allah bila misalkan anda adalah orang yang rajin bersembahyang formal namun anda gemar membenci dan dengki terhadap orang lain. Sebab anda tidak berupaya sama sekali untuk mengasihi musuh - musuh anda dan berbuat baik terhadap orang yang membenci anda.
Hukum kedua ini tingkatannya lebih tinggi daripada segala bentuk sembahyang formal apa pun.Dan harus lebih diutamakan dan dinomorsatukan daripada segala bentuk sembahyang formal apa pun.
Sebab inilah kehendak dari Allah-Israel.

Yesus Kristus adalah juru selamat manusia dengan kelahiran-Nya.

God Bless U !


Selanjutnya → Yesus Kristus Sebagai Mesias..
 1. https://id.m.wikipedia.org/wiki/Juru_Selamat?_e_pi_=7%2CPAGE_ID10%2C8244625032
« Edit Terakhir: Oktober 06, 2017, 09:54:30 AM oleh Sultan »
Kebenaran itu ibarat cermin yang pecah berkeping - keping. Masing - masing kepingnya adalah kebenaran. Namun kepingan - kepingan pecahan cermin tersebut berserakan di segala tempat. Tugas kitalah untuk memungut kepingannya satu per satu kemudian menyusunnya agar menjadi cermin yang utuh.
 

Tags:
 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
2 Jawaban
2068 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 28, 2012, 06:59:13 PM
oleh Kang Asep
5 Jawaban
2805 Dilihat
Tulisan terakhir April 07, 2013, 10:51:45 PM
oleh Sandy_dkk
5 Jawaban
1344 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 24, 2015, 11:57:34 PM
oleh Monox D. I-Fly
3 Jawaban
1244 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 30, 2015, 11:56:16 PM
oleh Monox D. I-Fly
0 Jawaban
1097 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 23, 2013, 01:47:42 PM
oleh kurnia
0 Jawaban
636 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 08, 2014, 02:55:22 PM
oleh comicers
1 Jawaban
770 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 02, 2014, 03:26:01 PM
oleh ratna
1 Jawaban
840 Dilihat
Tulisan terakhir September 09, 2014, 09:13:13 AM
oleh Kang Asep
3 Jawaban
968 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 30, 2014, 12:24:53 PM
oleh kang radi
0 Jawaban
416 Dilihat
Tulisan terakhir September 23, 2015, 11:05:57 PM
oleh Monox D. I-Fly

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan