Penulis Topik: Sahabat Terbaik  (Dibaca 518 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9264
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 353
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Sahabat Terbaik
« pada: Maret 05, 2016, 08:15:51 PM »
"Guru yang bijaksana adalah sahabat terbaik". demikianlah saya mendefinisikan "Guru yang bijaksana". ini sama artinya bahwa "sahabat terbaik adalah guru yang bijaksana". dengan demikian, tidak masalah jika semua orang jadi guru, yang berarti semua orang ingin menjadi sahabat terbaik bagi orang lain. Bolehlah Anda mengajari orang lain, menjadi guru orang lain, tapi apakah Anda sanggup menjadi sahabat terbaik baginya ?

Bandingkan dengan apa yang dikatakan oleh sdr. Von Edison, "Hal yang paling fenomenal di zaman edan ini ... adalah semua kepengen jadi guru. Bahkan banyak orang awampun menggurui ulama." tampaknya dalam pernyataan ini, merupakan hal yang salah jika semua orang kepengen jadi guru. ya saya setuju, bahwa hal itu salah, terutama bila guru hanya didefinisikan sebagai "orang yang ingin mengubah keyakinan orang lain menjadi sehingga menjadi satu keyakinan dengan dirinya." jika guru di definisikan seperti itu bukan hanya salah, tapi juga masalah. Tapi lihat, bagaimana saya mendefinisikan "guru yang bijaksana" dengan "sahabat terbaik".... Anda mau jadi guru, dia mau jadi guru, mereka mau jadi guru ? silahkan, tidak masalah. bukan hanya tidak salah dan gak masalah, bahkan menjadi sesuatu yang indah. karena berarti semua orang bersedia menjadi sahabat terbaik.

saya, ... jelas-jelas ingin menjadi guru dan mengajari Anda. Tapi saya sadar bahwa hal itu mustahil, kecuali bila saya mampu menjadi sahabat yang terbaik bagi Anda. Tapi lihat sekelompok orang yang berusaha mengubah keyakinan orang lain dengan cara mengajarkan segudang dali-dalil berujung pada rasa putus asa, karena dari pada berubah keyakinan, orang lain yang diajarinya itu malah semakin menguatkan keyakinannya. akhirnya mengobati diri sendiri dengan berkata, "saya hanya berusaha menunjukan kebenaran, hidaya itu urusan Allah." Kalimat yang haq untuk tujuan yang bathil. disebut bathil karena digunakan untuk melegitimasi cara-cara salah yang dilakukannya. cara yang salah bagaimana ? ingin mengajarkan sesuatu pada orang lain, tapi menempatkan orang lain itu sebagai musuhnya, bukan sebagai murid atau sahabatnya. bukan hanya salah, ini aneh bin konyol.

Jangan menempatkan orang lain atau pihak lain sebagai "musuh", jika Anda ingin mengajarkan sesuatu yang benar padanya. Tempatkan dia sebagai murid atau sahabat yang harus dipelakukan dengan kasih sayang ! Inilah cara yang benar menjadi guru.

Bagaimana kalau ada yang mengancam kita ? bukankah kita berhak menganggapnya sebagai musuh ? Tentu saja, kita boleh menanggap seseorang yang ingin mencelakakan kita sebagai musuh. Kita perlu waspada terhadapnya. Tetapi sebagian musuh menjadi takluk karena dia diperlakukan seperti sahabat oleh kita. Percayalah !

Kita telah banyak mendengar bagaimana baiknya perangai Rasululullah terhadap wanita Yahudi yang selalu melemparinya dengan kotoran setiap hari. Tapi pada saat wanita Yahudi ini sakit, Rasulullah saw adala orang pertama yang menjenguknya. Musuhpun hancur, dan terciptalah sahabat. Rasulullah saw menghancurkan musuh tidak saja dengan dalil-dalil qauliyah, tapi dengan budi pekerti yang menyentuh hati.

saya teringat dengan kisah Ki Amar, kakek saya. pada waktu itu, karena soal kecemburuan sosial seseorang merusak tanaman kebun kacang. Nenek saya menangis, karena tanaman yang hendak dipanen dirusak orang. Kakek saya menasihati nenek saya agar tidak bersedih karena kehilangan harta benda, justru harus berbelas kasihan pada manusia yang melakukan kejahatan, sebab akan ditimpa kemalangan akibat kejahatannya itu. Ki Amar berkata, "Orang yang telah mencabuti tanaman kita seperti mencabuti rambut kepalanya sendiri."

Keesokan harinya, warga kampung heboh. karena tiba-tiba ada seorang wanita setengah baya yang seluruh rambutnya rontok saat dia menyisir. akibatnya kepalanya menjadi botak.

satu lagi kisah Ki Amar, karena persoalan pengairan sawah, seorang lelaki bertubuh tinggi besar mengamuk. dengan membawa sebilah golok dia menghampiri ki Amar, mencaci makinya dan hendak membacoknya. Ki Amar tersenyum saja. Dia berkata, "Silahkan kawan ! Bila ada izin dari Tuhan, silahkan ! Apakah benar yang akan kau lakukan itu ? Apakah kamu tidak akan dihadapkan pada tuntunan di pengadilan akhirat dengan apa yang hendak kau lakukan ini ? silahkan !"

Ki Amar bukan orang yang cinta pada kehidupan, bukan orang yang gentar dengan kematian, yang mengetahui hakikat hidup dan mati, sehingga baginya tiada beda antara hidup dan mati. dia tidak menghendaki hidup maupun mati, semua di serahkan kepada kehendak yang Maha Suci. melihat ketabahan dan keikhlasan Ki Amar, lelaki itu bergetar tubuhnya. lalu menjadi luluh dan ambruk ke tanah sambil bercucuran air mata.

Anggaplah itu hanya dongeng yang diceritakan ibu kepada saya. Tapi saya percaya bahwa musuh Allah pasti akan dikalahkan Allah. yang harus kita lakukan bukanlah memusuhi orang-orang, melainkan bersahabat dengan Allah. Ali bin Abi Thalib r.a berkata, "janganlan dzalim pada hamba Allah ! jika kamu dzalim pada hamba Allah, maka Allah lah musuhnya. jika Allah musuhnya, maka hujjahnya pasti kalah."

Kita ingat juga kisah Rasulullah saw saat tidur siang di bawah pohon. Lalu kafir Quraisy menodongkan pedang pada leher sang Nabi dengan membentak, "hai Muhammad, sekarang kau sendirian. siapa yang akan menyelamatkanmu ?"

Dengan tenang dan keyakinan penuh, Rasulullah saw menjawab, "Allah !"

orang Quraisy itu bergetar hatinya, bukan hanya karena lafadz Allah. Tetapi Rasulullah saw menyebutnya dengan penuh keimanan, ketenangan dan keikhlasan. Kekuatan jiwa inilah yang menggetarkan orang kafir tadi, sehingga bergetarlah hati dan tubuhnya, pedangnya jatuh ke tanah dan diapun tunduk pada kebenaran.

Kesimpulan : jadilah guru untuk semua orang dalam arti jadilah sahabat terbaik bagi semua orang! jika Anda guru yang hebat, maka musuhpun akan menjadi sahabat Anda.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
607 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 18, 2013, 09:33:10 PM
oleh Awal Dj
2 Jawaban
1739 Dilihat
Tulisan terakhir November 03, 2013, 06:45:40 AM
oleh Kang Asep
5 Jawaban
1400 Dilihat
Tulisan terakhir November 25, 2015, 11:41:48 PM
oleh Monox D. I-Fly
14 Jawaban
3167 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 17, 2014, 01:32:56 AM
oleh Kang Asep
19 Jawaban
2853 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 27, 2014, 05:47:01 AM
oleh wa2nlinux
1 Jawaban
921 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 16, 2014, 12:58:36 PM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
1876 Dilihat
Tulisan terakhir November 29, 2015, 09:55:14 PM
oleh Monox D. I-Fly
0 Jawaban
1151 Dilihat
Tulisan terakhir April 29, 2015, 10:27:24 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
457 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 01, 2015, 09:19:54 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
198 Dilihat
Tulisan terakhir September 05, 2016, 01:14:00 PM
oleh Kang Erik

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan