Penulis Topik: Pulang Dengan Membawa Kenangan Manis  (Dibaca 26 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9589
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Pulang Dengan Membawa Kenangan Manis
« pada: Maret 11, 2018, 05:59:12 AM »
Pulang dengan Membawa Kenangan Manis
Edisi : 6 Maret 2018

Masa lalu memang sudahlah berlalu. Namun masa lalu itu menyisakan kenangan yang dalam di lubuk hati masing-masing orang. Ada kenangan yang pahit dan ada kenangan yang manis. Ada kenangan yang terlupakan dan ada kenangan yang dilupakan. Namun ada juga kenangan yang tidak terlupakan dan tidak dapat dilupakan.

Sebagian orang mengalami penderitaan hidup yang berat karena dihantui kenangan yang pahit. Sebagian orang mengalami kebahagiaan hidup karena hari-hari nya senantiasa ditemani oleh kenangan kenangan yang manis. Dan tiada kenangan termanis dalam hidup kita selain ketika kita berbuat kebajikan karena mencintai, mengasihi, dan berbelas kasihan pada sesama makhluk Tuhan.

Kullu nafsin dzaiqatul maut. Semua orang akan menemui ajal maut nya masing-masing. Menjelang ajal tiba, semua kenangan yang terkubur akan hadir kembali dalam ingatan, dengan bayangan yang terasa sangat nyata, seolah-olah kita mengulang kembali seluruh kehidupan. Tetapi mereka yang hidup penuh dengan kebencian dan perilaku jahat, semuanya kenangan manis nya akan tetap terkubur. Dan segala kenangan pahitnya akan menjelma menjadi hantu hantu mengerikan. Tiada kekuatan untuk lepas dari ingatan yang menyakitkan itu. Jiwa yang tertindas oleh kenangan buruk tadi, akan dihantui pula dengan masa depan yang akan dihadapinya, yaitu alam neraka.

Seseorang yang pernah memukul temannya dengan tongkat karena kebencian, saat menjelang ajal tongkat itu akan muncul di dalam ingatan nya, lalu berubah menjadi seperti seekor ular dengan taring taring yang runcing, bersiap mematuk dan seolah mengejar ngejar.

Seseorang yang pernah berkata-kata buruk dan menyakitkan orang lain, maka semua perkataan buruk itu terkenang kembali. Seolah dia dicaci maki oleh kata-katanya sendiri. Dia melihat mulutnya membusuk dan penuh dengan belatung.

Semua orang yang pernah disakiti seolah berkumpul dengan sorot mata kebencian dan berkata,"apa kau sakit ? Itulah kesakitan yang kau buat pada diri kami dahulu." Yang lain berkata,"malang nian nasibmu, kini kamu akan pergi ke tempat yang sangat buruk." Yang lainnya berkata,"kami tak rela kau sakiti, maka berikanlah pahala kebaikanmu sebagai ganti rugi bagi kami."

Suasana mencekam. Segala makhluk datang untuk menuntut balas. Namun tak ada seorang pun yang datang untuk menolong, untuk membebaskan dia dari keadaan yang mengerikan itu.

Janganlah main-main dengan kehidupan ini, karena kelak kita akan menghadapi sesuatu yang sangat serius. Dan segala apa yang pernah kita perbuat harus dipertanggung jawabkan. Takutlah pada perbuatan buruk dan akibatnya.

Marilah kita menciptakan kenangan yang paling manis dengan semua orang. Jangan gemar mengatakan hal yang buruk-buruk tentang diri sendiri maupun tentang orang lain.

Hidup di dunia sangatlah singkat masa nya. Tak lama lagi kita akan pergi meninggalkan semua yang kita cintai atau semua yang kita cintai meninggalkan kita. Benar-benar waktunya hanya sekejap lagi.

Dalam waktu yang sekejap masa nya ini, janganlah kita menciptakan kenangan-kenangan yang buruk. Setiap pertemuan harus dilihat sebagai kesempatan untuk berbuat kebaikan sebanyak-banyaknya dan jangan menyakiti perasaan orang lain. Maafkanlah setiap kesalahan orang lain, sebagaimana diri kita pun sangat berharap segala kesalahan kita dimaafkan. Berbelas kasihan lah pada mereka yang hidup dalam kekurangan. Dan berempati lah pada mereka yang memperoleh keuntungan. Tolonglah mereka yang sangat membutuhkan pertolongan. Berilah makan orang-orang yang kelaparan. Semoga semua itu akan menjadi kenangan manis pada saat kita harus pulang ke kampung akhirat, menghadap Tuhan.

Mereka yang pulang dengan membawa kenangan manis, akan mengingat seluruh kehidupan yang telah dilalui dengan penuh kebahagiaan. Bukan berarti dia hidup tanpa dosa dan kesalahan, namun dia melihat Tuhan telah mengampuni nya, sebagaimana dia telah mengampuni dirinya sendiri dan orang lain. 
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
1 Jawaban
889 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 30, 2012, 10:55:15 AM
oleh kang radi
1 Jawaban
1458 Dilihat
Tulisan terakhir November 12, 2012, 02:00:48 PM
oleh kang radi
0 Jawaban
2003 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 09, 2012, 02:48:26 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
916 Dilihat
Tulisan terakhir April 30, 2013, 02:40:31 PM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
426 Dilihat
Tulisan terakhir April 07, 2015, 12:02:01 PM
oleh Kang Asep
4 Jawaban
1760 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 18, 2015, 10:39:11 PM
oleh Monox D. I-Fly
0 Jawaban
492 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 28, 2015, 10:58:12 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
446 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 04, 2016, 07:18:19 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
160 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 24, 2017, 08:25:51 PM
oleh bayu rey
0 Jawaban
78 Dilihat
Tulisan terakhir September 08, 2017, 09:10:54 PM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan