Penulis Topik: Mencabut Akar Kebencian  (Dibaca 1088 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9342
  • Thanked: 57 times
  • Total likes: 385
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Mencabut Akar Kebencian
« pada: Agustus 26, 2014, 01:39:31 AM »
kebencian adalah faktor mental yang menolak objek disertai dengan perasaan menyakitkan.

Jika Anda membenci sesuatu, maka Anda menolak sesuatu itu, dan ada perasaan sakit yang Anda rasakan yang lahir dari perasaan tidak suka terhadap objek.

Jalan utama untuk mengembangkan batin sebagaimana yang diajarkan oleh Kang Irman adalah dengan mencabut akar kebencian. Secara esktrem beliau mengatakan, “Bahkan kepada Iblis pun kita tidak boleh membenci.” Tapi pada kesempatan lain, beliau menambahkan, “yang harus kita benci adalah sifat Iblis.”

Pada kesempatan ini, saya belum akan membahas, “benarkah kita tidak boleh membenci Iblis menurut akal dan nash?”, melainkan akan lebih fokus membahas hakikat dari kebencian itu sendiri. Apa yang dinyatakan oleh Kang Irman itu, bila Anda belum memahaminya sebagai hal yang benar, maka anggaplah itu sebagai suatu pesan yang bermakna, “Betapa pentingnya memberantas penyakit kebencian dalam batin kita.”

Abu Zahra mengatakan, “Allah tidak hanya mengajarkan cinta, tapi juga benci.” Jadi, sebagian kebencian adalah ajaran Allah. Dan untuk hal-hal tertentu kita harus membenci. Tampaknya ini bertolak belakang dengan ajaran kang Irman. Tapi sebenarnya tidak demikian. Karena terdapat perbedaan definisi antara istilah “kebencian” yang digunakan oleh kang Irman dengan yang digunakan oleh Abu Zahra. Istilah “kebencian” yang digunakan oleh Kang Irman adalah selaras dengan definisi kebencian sebagaimana yang telah saya kemukakan di atas. Dan kadang beliaupun, dalam konteks yang berbeda, menggunakan istilah kebencian seperti yang digunakan Abu Zahra. 

Adanya perasaan menyakitkan yang merusak, lahir dari ilusi dan kesalahfahaman, inilah yang membuatkan kebencian masuk ke dalam faktor mental yang negatif. Kita tidak seharusnya memelihara kebencian seperti itu. Tidaklah mungkin kebencian seperti itu merupakan ajaran Tuhan. Karena Tuhan tidak mengajarkan sesuatu yang merusak diri sendiri maupun lingkungan. Sedangkan kebencian ini, jelas bersifat merusak.

Apakah sekarang ini ada perasaan benci di dalam hati Anda pada seseorang atau sesuatu ? jika ada, maka perhatikan, amati dan pelajari secara langsung bagaimana sifat kebencian itu. Lalu tanyakan pada diri sendiri, apakah itu bersifat baik ataukah buruk ?

Jika saat ini Anda tidak merasakan suatu kebencian, tidak berarti Anda tidak mengidap penyakit kebencian. Anda tidak merasakan kebencian, karena mungkin Anda sedang berada jauh dari objek yang dibenci. Ketika objek yang dibenci itu datang menghampiri Anda, maka rasa kebencian itu akan muncul di dalam diri Anda. Anda baru dikatakan telah sembuh dari penyakit kebencian bila tidak dapat Anda temukan objek apapun yang bisa membuat Anda merasa benci.

Mungkin seseorang telah berbuat tidak adil pada Anda, berkhianat, meremehkan, menghina, atau menipu Anda. Lalu Anda menjadi kesal dan benci kepadanya. dan Anda berpikir, “bila saya membencinya, itu wajar dan manusiawi. Itu konsekuensi dari dosa yang dia lakukan. Bukan saya yang salah, tapi dia yang salah.” Jika demikian, maka Anda belum mengerti bahwa kebencian itu bukan merugikan pihak yang Anda benci, tapi merugikan diri Anda sendiri. Dan Anda tidak sadar betapa besarnya kerugian yang Anda alami karena Anda memelihara kebencian seperti itu. Hidup Anda yang damai dan indah menjadi rusak, karena ada objek yang terlihat sangat buruk dan menyakitkan Anda. Mengapakah Anda membiarkan kedamaian Anda terganggu ?

Lihat dalam cerpen berjudul “Terbang Bersama Cinta ”, di mana seorang wanita meminta maaf karena dia menganggap dirinya telah melakukan hal-hal salah pada diri saya. Bukan hanya pengakuan wanita itu saja, orang-orang juga berkata, bahwa dia telah banyak salah kepada saya. Tapi saya hanya melihat hal-hal yang baik dan indah saja pada dirinya.

Ingat juga tentang kisah Ibnu Ziyad yang melemparkan kepala suci al Husain kepada adiknya, Zainab. Ibnu Ziyad berkata, “Apa yang kamu lihat wahai Zainab?”

Zainab menjawab, “Tidak ada yang kulihat, kecuali keindahan.”

Ini sangat ekstrem dan tampak salah. Kepala suci kakaknya yang berlumuran darah dan terpisah dari tubuhnya, seharusnya tampak mengerikan dan menyedihkan bagi Zainab. Lalu mengapa bisa terlihat indah ? mungkin kita akan keliru memahami makna ucapan Zainab bila kita tidak mencoba memahami suasana kebatinan pada waktu itu. Sesungguhnya, tidak ada yang lebih indah dari pada kebenaran. Sedangkan al Husain gugur dalam memperjuangkan kebenaran dan keadilan. Maka, apakah ini bukan sesuatu yang indah bagi para pecinta kebenaran ? Dan apalagi dengan adanya keyakinan, bahwa setelah perjuangan yang melelahkan di dunia ini, Tuhan telah mempersiapkan surga yang indah di sana.

Sedangkan orang-orang yang membunuh al Husain itu, hidupnya sangat buruk. Mereka telah dihancurkan oleh kebencian dan kejahatan mereka sendiri, sebelum mereka dihancurkan oleh kaum muslimin yang membela al Husain. Mereka tahu bahwa yang mereka perbuat adalah salah. Mereka menyalahkan diri, dan melihat diri mereka sendiri sebagai manusia yang bejat. Oleh karena itu, tidak sedikitpun mereka melihat keindahan seperti yang dilihat oleh Zainab.

Setelah memahami  betapa besarnya bahaya kebencian bagi diri, maka yang saya sedihkan bukan lagi pengkhianatan yang dilakukan oleh orang lain kepada saya, tapi bila saya membenci orang yang berkhianat kepada saya, maka di sinilah saya bersedih. Malepataka bukankan ketika seorang pencuri mencuri harta saya, karena sesorang tidak akan dapat menambah atau mengurangi dari apa yang seharusnya ia dapatkan[1] , tapi malapetaka itu adalah bila saya membenci si Pencuri itu..

Di malam-malam yang sunyi, saya akan duduk untuk bersemedi, membayangkan wajah orang-orang yang dikenal satu persatu. Apabila saya menemukan bayangan wajah orang yang berkhianat pada saya dan saya merasa tidak suka kepadanya, sehingga saya tidak rela untuk mendoakan keberuntungan baginya, maka saya mengeluh kepada Tuhan, “Ya Tuhan, betapa rendah dan hinanya diriku, sehingga aku membenci makhlukMu, sedangkan Engkau mengasihi segenap makhluk. Maka ampunilah diriku, dan tunjukanlah diriku kepada jalan cinta dan kasih sayang yang tulus murni.”

Walaupun Anda belum dapat mencabut akar kebencian itu dari dalam diri Anda sepenuhnya, tapi bila Anda sadar bahwa kebencian itu sesuatu yang salah, buruk, dan perlu diberantas dari diri Anda, maka Anda sudah jauh lebih baik dari pada orang yang justru beranggap bahwa kebencian itu wajar, atau bahkan baik, atau malah ada yang mewajibkan untuk memelihara dan mengembangkan kebencian. Bukankah Rasul Allah adalah orang yang membalas keburukan dengan kebajikan ? bukankah beliau orang yang membalas kebencian dengan kasih sayang ? lalu, mengapa kita tidak belajar untuk menirunya ?

Sebagian orang khawatir bahwa apabila kita tidak memelihara kebencian, maka kita akan sepakat dan berdamai dengan orang-orang jahat. Karena mereka pikir, kebencian dan rasa permusuhan adalah faktor mental yang membuat orang-orang baik mau memerangi kejahatan, kefasikan, dan kekafiran. Dengan tegas saya menyatakan melawan ideologi seperti ini. Karena faktanya, bila akar kebencian tercabut dari batin, dan memenuhi batin dengan cinta dan kasih sayang, maka tidak serta merta kita akan berdamai, apalagi bersepakat dengan orang yang zalim. Sebab, kita mencabut akar kebencian dengan tujuan agar kita tidak zalim kepada diri sendiri. Sedangkan berdamai dengan orang zalim adalah kezaliman itu sendiri[2] . Maka, apa gunanya kita bersusah payah mensucikan diri, mencabut penyakit kebencian dari dalam hati kita kalau tetap berbuat kezaliman ?

Cinta dan kasih sayang, inilah faktor mental yang seharusnya menjadi dasar bagi orang-orang baik melawan ketidakadilan, maju ke medan pertempuran. Bukan karena membenci mereka yang jahat, tapi karena mencintai, mengasihi, mengasihani mereka yang lemah, yang tertindas, yang diperlakukan secara tidak adil oleh orang-orang yang zalim.

Menyembuhkan hati yang sakit karena terinfeksi dengan penyakit kebencian yang akut bukanlah perkara mudah. Walaupun sulit, kita harus terus belajar, berjuang untuk meraih cita-cita yang luhur. Sebab, kondisi batin yang tanpa kebencian adalah kondisi batin yang sangat berharga, jauh lebih berharga dari pada dunia dan segala isinya. Apabila Anda berhasil mencabut akar kebencian dari dalam hati Anda, maka ketika itu juga kehidupan sorgawai akan Anda temukan.

Jalan pertama sebagai obat bagi kebencian adalah dengan berdoa. Berdoalah agar Tuhan memberi Anda kekuatan untuk menyembuhkan penyakit hati yang disebut kebencian itu! Kerahkan segenap kekuatan untuk membangun rasa cinta dan kasih sayang yang tulus di dalam diri Anda! Renungkanlah, bahwa tidak ada lagi waktu dan kesempatan untuk Anda mencintai dan mengasihi sesama, kecuali sesegera mungkin, sejak sekarang, mulai dari sini. Tebarkanlah bibit-bibit cinta di muka bumi ini, agar kelak di kemudian hari kita dapat mewariskan bumi subur makmur kepada anak cucu kita dengan taman-taman cinta yang indah!  Jangan lupa untuk selalu berlatih mengembangkan kekuatan Konsentrasi][3] ! Karena kekuatan konsentrasi inilah yang menjadi sumber kekuatan bagi Anda untuk membantai kebencian dan membangun cinta yang tulus murni[4]. Terakhir, sebarkanlah ajaran cinta kepada segenap makhluk, agar Anda memperoleh lebih banyak lagi ajaran Cinta dari Tuhan Yang Maha Cinta!
 1. Lihat : Mencari Rezeki Halal
 2. Lihat : Menolak Berdamai
 3. Lihat : Anugrah Konsentrasi
 4. Lihat:Cinta Yang Tulus Murni
« Edit Terakhir: Agustus 26, 2014, 01:46:10 AM oleh Kang Asep »
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
1 Jawaban
721 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 14, 2013, 12:44:21 AM
oleh kang radi
0 Jawaban
812 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 20, 2014, 06:43:21 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1559 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 22, 2014, 10:35:40 PM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
1024 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 01, 2017, 04:47:29 AM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
1410 Dilihat
Tulisan terakhir April 04, 2015, 10:18:52 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1176 Dilihat
Tulisan terakhir April 29, 2015, 10:27:24 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
188 Dilihat
Tulisan terakhir September 14, 2016, 07:34:02 PM
oleh Sultan
0 Jawaban
210 Dilihat
Tulisan terakhir November 26, 2016, 07:39:43 PM
oleh Kang Asep
3 Jawaban
284 Dilihat
Tulisan terakhir September 28, 2017, 02:27:00 AM
oleh Husain
0 Jawaban
78 Dilihat
Tulisan terakhir September 28, 2017, 10:06:44 PM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan