Penulis Topik: Memuliakan Allah  (Dibaca 109 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Sultan

  • Sang Pengembara Yang Mencari Kepingan - Kepingan Pecahan Cermin Kebenaran Yang Berserakan Di Segala Penjuru Alam Semesta
  • Sahabat
  • ***
  • Tulisan: 180
  • Thanked: 1 times
  • Total likes: 21
  • Jenis kelamin: Pria
  • Spiritualitas dan Kebatinan
    • Lihat Profil
Memuliakan Allah
« pada: April 23, 2017, 09:50:08 PM »
Bagaimanakah yang dimaksud dengan memuliakan Allah itu ?

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, saya akan berbicara tentang hal 'merendahkan Allah' terlebih dahulu.

Berdasarkan pengalaman dan pengamatan saya di sekitar kehidupan saya, sebagian besar orang secara tidak sadar telah bersikap merendahkan Allah dalam hidupnya walaupun sebagian dari orang - orang yang saya maksud tersebut juga termasuk orang - orang yang rajin - ahli ibadah dan agamis.

Mereka dengan tidak sadar telah berlaku semena - mena terhadap Allah yang jika dibahasakan secara ibarat mereka telah memperlakukan Allah sebagai 'mesin ATM', penuh pamrih dalam ibadahnya, dan tidak beribadah atas dasar "Lillahi Ta'ala".

Sikap mereka yang merendahkan Allah,  mereka lakukan dalam sikap mereka terhadap-Nya dalam kehidupan sehari - hari, namun justru malah sebagian besarnya mereka lakukan dalam ibadahnya.

Rata - rata mereka hanya ingin beribadah kepadanya ketika ada maunya saja. Ketika tidak ada yang di-inginkannya, mereka lupa kepada-Nya dan tidak beribadah kepada-Nya. Mereka juga beribadah kepada-Nya dengan sekehendak hati mereka sendiri. Kalau lagi ingin beribadah, ya mereka beribadah, tetapi ketika sedang malas untuk beribadah, ya mereka tidak beribadah. Urusan  beribadah kepada-Nya sering mereka nomor duakan dan menomor satukan urusan duniawi mereka. Mereka juga beribadah kepada-Nya dengan penuh hasrat pamrih terhadap pahala - surga serta keinginan pribadi mereka dan tidak beribadah untuk memuliakan-Nya secara tulus. Urusan pahala dan surga juga sering mereka utamakan dalam ibadah mereka. Dalam hal berdoa, mereka meminta apa pun yang ingin mereka minta kepada-Nya tidak peduli apakah permintaan tersebut penting atau tidak penting, sesungguhnya baik atau tidak untuk mereka sendiri, dan juga tidak peduli tentang apa yang dikehendaki Allah atas diri-Nya. Dan tidak ada sikap memuliakan Allah dalam doanya karena doanya hanya didasari dengan pamrih pribadi semata. Mereka juga sering menyepelekan Allah. Ketika mereka telah berbuat dosa bukannya segera bertaubat dan memohon ampun kepada-Nya, tetapi malah cuek - cuek saja dan tidak menyadari bahwa mereka telah berbuat salah terhadap Allah. Dan dalam hal beribadah, terkadang mereka tidak tepat waktu dan juga menunda - nunda.

Apakah se-rendah itukah Allah sehingga pantas untuk disikapi dan diperlakukan seperti itu ?

Apakah benar bahwa mereka menganggap Allah sebagai Tuhan mereka yang Maha Tinggi ?

Bahkan secara tidak sadar mereka tidak menganggap Allah sebagai Tuhan mereka !

Anggapan bahwa Allah adalah Tuhan mereka hanya manis di bibir saja.

Mereka hanya menganggap Allah sebagai mesin ATM yang jika dibutuhkan, mereka akan mendatanginya dan jika tidak dibutuhkan, mereka tidak akan mendatanginya. Secara tidak sadar mereka juga telah menganggap Allah sebagai pengabul keinginan belaka.


Contoh - contoh di atas adalah contoh - contoh dari apa yang dimaksud dengan merendahkan Allah.

Sekarang kita kembali ke pertanyaan awal :

Bagaimanakah yang dimaksud dengan *memuliakan Allah* ?

Memuliakan Allah itu ya secara sederhananya "menempatkan-Nya pada posisi dan derajat yang paling tinggi dan terhormat, serta segan, dengan sesegan - segannya kepada-Nya".

Contoh - contoh praktisnya ya beribadah dengan niat yang tulus untuk memuliakan dan menyembah-Nya tanpa pamrih sedikit pun, dengan disiplin dan sungguh - sungguh secara lahir - batin. Menomor satukan dan mengutamakan-Nya dalam segala hal. Berdoa dengan sikap memohon dan memuliakan-Nya dengan prinsip "Saking Kersaning Allah" (Dengan kehendaknya untuk mengabulkan) serta juga menyadari tentang apa yang sebenarnya Allah kehendaki atas diri anda sekalian. Patuh dan disiplin dengan sesegan - segannya terhadap perintah dan larangan-Nya. Tidak pernah menyepelekan-Nya dalam hal apa pun. Jangan melakukan dosa dengan unsur kesengajaan. Dan segera bertaubat dan memohon ampun ketika telah melakukan suatu dosa dan kesalahan.

Sudah menjadi fitrah manusia juga untuk berpamrih dan berkeinginan. Namun dengan catatan : jangan berpamrih dan berkeinginan kepada-Nya, pada waktu dan saat anda harus memuliakan dan menyembah-Nya dengan tulus.

Dengan demikian, anda telah benar - benar memuliakan-Nya dan menganggap-Nya sebagai Tuhan anda dengan sebenar - benarnya. Memuliakan Allah tidak cukup hanya dalam beribadah saja, melainkan juga dalam kehidupan sehari - hari dan justru inilah yang paling tinggi keutamaannya. Memuliakan Allah tidak cukup hanya dengan ibadah kita saja, melainkan juga dengan 'hidup' kita juga dan inilah yang paling tinggi keutamaannya.

Inilah yang dimaksud dengan memuliakan Allah itu.
« Edit Terakhir: April 23, 2017, 10:02:23 PM oleh Sultan »
Kebenaran itu ibarat cermin yang pecah berkeping - keping. Masing - masing kepingnya adalah kebenaran. Namun kepingan - kepingan pecahan cermin tersebut berserakan di segala tempat. Tugas kitalah untuk memungut kepingannya satu per satu kemudian menyusunnya agar menjadi cermin yang utuh.
 

Tags:
 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
869 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 02, 2013, 09:17:04 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1496 Dilihat
Tulisan terakhir April 28, 2013, 01:15:56 PM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
2455 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 10, 2013, 04:14:45 PM
oleh Kang Asep
3 Jawaban
2071 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 06, 2014, 02:00:46 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
3690 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 21, 2014, 07:29:04 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
669 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 04, 2014, 06:55:02 AM
oleh Abu Zahra
12 Jawaban
1739 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 05, 2014, 04:52:26 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
552 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 22, 2016, 01:40:13 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
21 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 07, 2017, 05:48:51 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
3 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 10, 2017, 08:08:38 AM
oleh comicers

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan