Penulis Topik: Kesempurnaan Ibadah  (Dibaca 15 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Sultan

  • Sang Pengembara Yang Mencari Kepingan - Kepingan Pecahan Cermin Kebenaran Yang Berserakan Di Segala Penjuru Alam Semesta
  • Sahabat
  • ***
  • Tulisan: 180
  • Thanked: 1 times
  • Total likes: 21
  • Jenis kelamin: Pria
  • Spiritualitas dan Kebatinan
    • Lihat Profil
Kesempurnaan Ibadah
« pada: November 15, 2017, 05:13:41 PM »
Kutip dari: Hamid Assagaf
Jika matahari menyinari karena mengharapkan hasil atau akibat, maka matahari sudah lama berhenti menyinari. Karena si penerima sinar ada yang tidak peduli, ada yang bersyukur, ada yang marah marah kepanasan.
Ketika kita menolong orang dan yang ditolong tidak berterima kasih maka kita kecewa dan barangkali berhenti menolong. Ketika yang ditolong berterima kasih hingga memuja kita bisa jadi hilang ketulusan kita karena mengharapkan pujian. Setelahnya kita mulai memilih menolong yang siap memuji kita.
Seperti kata kang Asep, perbuatan kita akhirnya hanya digerakkan oleh penderitaan dan kesenangan kita (kepada hasil)

Benar, hal tersebut berlaku untuk orang yang perkembangan batinnya masih dalam taraf rata - rata (umum).

Sementara untuk orang yang memiliki tingkatan batin yang tinggi, ketika ia sedang menolong orang, maka ia tidak akan kegirangan karena dipuji atau pun kecewa karena tidak di hargai. Sebab, ia menolong orang hanya sekedar untuk menolong ; demi perbuatan menolong itu sendiri tanpa melekat terhadap pamrih - pamrih diri.
Perbuatannya telah sempurna dan terbebas dari pamrih diri serta lecutan penderitaan dan tarikan kebahagiaan ; perbuatannya suci. Seperti yang telah disampaikan oleh Kang Asep.
Terlepas dari apa pun agama dan keyakinan yang dianut oleh orang tipe ini.

Tipe orang seperti ini juga memiliki kebahagiaan yang sempurna di dalam dirinya sendiri.
Dan oleh sebab itu, ia tidak membutuhkan kesenangan - kesenangan dan "alergi" akan penderitaan - penderitaan yang berasal dari luar.
Kebahagiaan sempurnanya tersebut membuat ia tidak kegirangan karena dipuji atau pun kecewa karena tidak di hargai ketika ia sedang menolong.
Karena kebahagian sempurna yang sudah ada di dalam dirinya sendiri membuatnya berkecukupan dan "tak tergoyahkan" sehingga ia tidak merasakan adanya "kebahagiaan tambahan" kala dipuji serta tidak merasa kecewa kala tidak dihargai.

Visi hidup dari tipe orang seperti ini pun berbeda dari kebanyakan orang secara umum yang tingkatan batinnya masih dalam taraf rata - rata.
Ia sudah tidak hidup untuk mengejar kebahagiaan dan menjauhi penderitaan yang termasuk dalam tingkatan hidup yang rendah baginya.
Tidak ada kebahagian - kebahagiaan eksternal yang perlu dikejar serta penderitaan - penderitaan eksternal yang perlu dijauhi. Karena kebahagiaannya telah sempurna sehingga ia berkecukupan dan menjadi tak tergoyahkan.

Orang dengan tipe seperti ini, juga memiliki kualitas batin yang tinggi.
Ia sudah tidak mengalami gejala mental "jatuh - bangun" karena dirundung kebahagiaan dan "dipukul" oleh penderitaan yang telah membuat kebanyakan orang bervisi hidup untuk sekedar mengejar kebahagiaan dan menjauhi penderitaan yang menghalangi seseorang dari kebijaksanaan (Panna). Karena kebahagiaan sempurna yang ada di dalam dirinya.
Tetapi ia mulai hidup dengan landasan kebijaksanaan (Panna).

Hal inilah salah satu "kebenaran batin" dari filsafat Shri Khresna yang saya akui.
Yang dapat di-implementasikan oleh semua orang apa pun agama dan ideologi yang dianut.

Orang - orang di luar agama Hindu pun dapat mengimplementasikannya dalam kehidupan masing - masing, demi perkembangan jiwa dan peningkatan kualitas hidup.
Kesempurnaan perbuatan juga berkaitan dengan persoalan ibadah.

Essensi dari beribadah (ketuhanan) adalah menyembah Tuhan.
Barangsiapa yang beribadah (ketuhanan), maka ia menyembah Tuhan.

Kesempurnaan perbuatan terkait dengan hal beribadah adalah kesempurnaan ibadah.
Inti dari kesempurnaan ibadah adalah beribadah (ketuhanan) demi ibadah itu sendiri ; menyembah Tuhan hanya untuk menyembah Tuhan itu sendiri tanpa melekat terhadap pamrih ibadah tersebut serta tanpa ketakutan akan konsekuensi buruk yang timbul bila ibadah tersebut tak dilakukan.
Tegasnya, inti dari kesempurnaan ibadah adalah beribadah demi ibadah itu sendiri ; menyembah Tuhan demi menyembah Tuhan itu sendiri tanpa melekat terhadap imbalan sorga, pahala, pujian orang - orang, stigma positif dari masyarakat, dan lain sebagainya yang termasuk pada pamrih ibadah dan tanpa ketakutan akan ancaman neraka, dosa, cercaan orang - orang, stigma negatif dari masyarakat, dan lain sebagainya yang termasuk dalam "keterpaksaan ibadah".

Bahkan saya pernah membaca satu kutipan dari literatur sufisme tertentu yang seingat saya berbunyi "Ibadah yang dilakukan demi mengharapkan pahala dan surga serta dorongan akan ancaman dosa dan neraka, adalah ibadahnya orang bodoh".

Imbalan pahala dan sorga adalah konsekuensi positif yang bersifat pasti bagi orang - orang yang beribadah (ketuhanan) dengan baik dan benar tanpa perlu dari kita untuk mengharapkannya. Apalagi dengan ambisi dan hasrat yang menggebu - gebu.
Terhindar dari dosa dan neraka juga merupakan konsekuensi positif yang bersifat pasti bagi orang - orang yang beribadah (ketuhanan) tanpa perlu dari kita untuk mengharapkannya. Apalagi dengan dorongan ketakutan dan rasa intimidasi yang mengancam.
Kebenaran itu ibarat cermin yang pecah berkeping - keping. Masing - masing kepingnya adalah kebenaran. Namun kepingan - kepingan pecahan cermin tersebut berserakan di segala tempat. Tugas kitalah untuk memungut kepingannya satu per satu kemudian menyusunnya agar menjadi cermin yang utuh.
 

Tags:
 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
1600 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 24, 2012, 09:18:58 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1405 Dilihat
Tulisan terakhir November 23, 2012, 11:35:13 AM
oleh Kang Asep
Awal Ibadah

Dimulai oleh Kang Asep « 1 2 » Diskusi Umum

16 Jawaban
6054 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 03, 2012, 07:24:30 AM
oleh ratna
7 Jawaban
2196 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 17, 2013, 11:33:17 PM
oleh Isaacus Newtonus
Ibadah

Dimulai oleh Abu Zahra Definisi

1 Jawaban
926 Dilihat
Tulisan terakhir September 06, 2015, 03:50:37 PM
oleh Monox D. I-Fly
0 Jawaban
833 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 06, 2013, 08:18:53 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
494 Dilihat
Tulisan terakhir April 27, 2015, 05:24:34 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
552 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 15, 2015, 04:13:20 AM
oleh Kang Asep
Niat Ibadah

Dimulai oleh ratna « 1 2 » Cerpen

16 Jawaban
2094 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 30, 2015, 12:03:31 AM
oleh Monox D. I-Fly
0 Jawaban
45 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 26, 2017, 12:20:26 PM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan