Penulis Topik: Rindu Wajah-Mu  (Dibaca 47 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Sultan

  • Sang Pengembara Yang Mencari Kepingan - Kepingan Pecahan Cermin Kebenaran Yang Berserakan Di Segala Penjuru Alam Semesta
  • Sahabat
  • ***
  • Tulisan: 179
  • Thanked: 1 times
  • Total likes: 21
  • Jenis kelamin: Pria
  • Spiritualitas dan Kebatinan
    • Lihat Profil
Rindu Wajah-Mu
« pada: September 23, 2017, 08:24:29 AM »
Terdiam ku merenung
Merefleksikan setitik misteri-Mu
Yang t'lah berlalu sepanjang waktu
Jauh sebelum aku lahir
Juga jauh setelah aku lahir
Kusaksikan kelanggengan rahasia-Mu
Yang berjalan bersamaan
Seirama detak jantungku
Yang ku rasakan saat ini

Dipicu desaknya penasaran
Didorong luapan isi jiwa
Dengan sejuknya ruang hati
Dengan heningnya alam pikiran
Tangan ku bergerak
Tuk tumpahkan ekspresi batin ini
Dalam rangkaian kata tanpa dusta
Dengan selintas harap
Agar kau rasa apa yang ku rasa
Juga supaya kalimat - kalimat ini
Yang timbul dari dasar hati
Tertulis jua dipikiranmu


T'lah sekian lama kau sembunyikan wajah-Mu
T'lah sekian lama selimut hijab membalut diri-Mu
Engkau amat pemalu
Bukankah Kau tahu ?
Berapa banyak hati terkoyak
Dicengkram ganasnya rindu
Akan diri-Mu
Bukankah Kau juga menyaksikan ?
Bumi bergetar hebat
Merasakan getaran cinta yang kuat Dari jiwa - jiwa kekasih-Mu
Awan menangis haru
Tersentuh harunya rindu
Dari jiwa - jiwa pencari-Mu
Tetapi dimanakah bayang-Mu ?
Kemana mereka harus mencari ?

Ku cari Kau di mata
Hanya dunia yang tampak
Ku cari Kau di pikiran
Hanya ilusi yang ada
Tetapi dengan hatiku
Ku tangkap cahya-Mu

Cahya-Mu, adalah pancaran keagungan-Mu
Menyinari jiwaku, lalu mensucikannya
Mengenalkanku akan kehendak - kehendak-Mu
Mengungkap satu baris kalimat tentang diri-Mu

Ingin ku tenggelam
Menyelam lebih dalam
Sampai ke dasar lautan cahya terang-Mu
Hingga tembus
Tuk sekedar menyentuh diri-Mu
Walau sebatas khayal semata

Namun akhirnya
Sekilat ilham menyambar alam pikirku
Lalu menjelma jadi mentari kecil
Yang mengusir kegelapan batin
Guncangan keras terasa dalam keheningan
Dikala sebuah suara tanpa wujud
Berkata dalam kosongnya ruang pikiran
Memecahkan kesunyian batin :
"Dengan kemampuanmu sendiri, kau tak akan bisa melihat-Nya. Lebih baik berdoalah agar ia berkenan menunjukan diri-Nya padamu dan mohonkanlah pengajaran dari-Nya agar kau bisa mengenal-Nya."

Tiada upaya
Yang ku lakukan
Mulai saat itu
Selain merayu-Nya
Dan memohon pengajaran dari-Nya
Untuk mendapatkan kemurahan
Dan perkenan-Nya


(Muhamad Sultan Amarru, 24 Februari 2000)
« Edit Terakhir: September 23, 2017, 08:48:18 AM oleh Sultan »
Kebenaran itu ibarat cermin yang pecah berkeping - keping. Masing - masing kepingnya adalah kebenaran. Namun kepingan - kepingan pecahan cermin tersebut berserakan di segala tempat. Tugas kitalah untuk memungut kepingannya satu per satu kemudian menyusunnya agar menjadi cermin yang utuh.
 

Tags:
 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
663 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 09, 2012, 12:14:51 AM
oleh Kang Asep
11 Jawaban
3272 Dilihat
Tulisan terakhir April 05, 2013, 10:09:08 AM
oleh Awal Dj
0 Jawaban
1012 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 12, 2014, 04:06:04 AM
oleh Kang Asep
10 Jawaban
1938 Dilihat
Tulisan terakhir November 28, 2015, 12:48:53 AM
oleh Monox D. I-Fly
0 Jawaban
303 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 31, 2015, 05:47:04 PM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
633 Dilihat
Tulisan terakhir September 06, 2015, 07:38:45 PM
oleh Ziels
0 Jawaban
473 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 09, 2015, 04:57:58 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
169 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 01, 2016, 02:09:39 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
136 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 31, 2016, 08:16:27 AM
oleh Kang Erik
Rindu Ayah

Dimulai oleh Kang Asep Puisi

0 Jawaban
142 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 30, 2017, 02:27:06 PM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan