Penulis Topik: Menghilangkan Kebosanan Dengan Peningkatan  (Dibaca 96 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Sultan

  • Sang Pengembara Yang Mencari Kepingan - Kepingan Pecahan Cermin Kebenaran Yang Berserakan Di Segala Penjuru Alam Semesta
  • Sahabat
  • ***
  • Tulisan: 179
  • Thanked: 1 times
  • Jenis kelamin: Pria
  • Spiritualitas dan Kebatinan
    • Lihat Profil
Menghilangkan Kebosanan Dengan Peningkatan
« pada: September 14, 2017, 02:27:44 PM »
Rasa bosan sebaiknya tidak perlu ditentang dan juga sebaiknya kita tidak perlu bertekad di dalam hati untuk melawan rasa bosan.
Sesungguhnya rasa bosan itu adalah semacam 'alarm psikologis' ; pertanda psikologis dari diri kita yang memberi pesan bahwa "harus terjadi perubahan pada diri kita". Ya, kebosanan menyiratkan suatu perubahan.

Kondisi yang statis, kehidupan yang monoton, kegiatan dan aktifitas yang secara terus - menerus dilakukan secara berulang - ulang, adalah beberapa contoh dari sekian banyak faktor - faktor pemicu kebosanan yang terjadi pada seseorang.
Terkadang kebosanan kita pada suatu hal tertentu, berseberangan dengan apa yang sebenarnya diinginkan oleh pemikiran kita.
Seperti misalnya kita bosan beribadah. Kita merasa bosan sekali beribadah karena secara psikologis kita benar - benar "lelah" oleh sebab kita telah melakukannya secara terus - menerus dan berulang - ulang  dalam kehidupan sehari - hari kita. Tetapi secara pemikiran kita tahu betul bahwa beribadah ini benar - benar penting bagi diri kita menurut gagasan dari masing - masing agama atau kepercayaan yang kita anut. Namun pemikiran hanya tinggal pemikiran saja karena pemikirannya tidak sejalan dengan batin. Ibarat seorang pemain sepak bola yang terus bertekad untuk mencetak gol sebanyak mungkin tetapi tidak berdaya karena tubuhnya  kelelahan ; ingin terus beribadah secara konsisten dan disiplin tetapi tidak berdaya karena hasrat, minat, motivasi, dan semangatnya luntur.

Untuk melenyapkan rasa bosan dan menyalakan kembali semangat, gairah, minat, dan hasrat yang sempat redup pada aktifitas tertentu, dapat dilakukan dengan mengadakan peningkatan kualitas pada aktifitas tersebut.

Misalkan ada seorang penggemar olahraga bola volly. Dia adalah salah satu orang yang sudah cukup lama menekuni bola volly sebagai prioritas. Dalam sehari, dia memberikan 1× jatah latihan pada sore hari. Namun pada suatu waktu ia mencapai titik jenuh dari olahraga bola volly ; ia mulai bosan dengan olahraga bola volly.
Pada suatu saat, ketika ia sedang merenungkan tentang kemampuannya bermain bola volly, ia menjadi sadar bahwa kualitas permainan bola vollynya masih dibawah rata - rata. Ia masih memiliki kekurangan dalam hal kemampuan spike dan passing atas.
Kemudian ia berinisiatif untuk menekuni sebuah latihan khusus setiap hari pada waktu pagi untuk mengembangkan kemampuan spike dan passing atasnya tetapi ia tetap bermain bola volly pada sore hari secara rutin dengan sebuah motivasi khusus untuk mengembangkan kemampuan spike dan passing atasnya.
Di tengah - tengah sibuknya berlatih secara tiba - tiba muncul gairah baru, hasrat baru, minat baru, semangat baru di dalam dirinya. Sebab, ia baru saja memulai untuk menekuni program peningkatan kemampuan bola vollynya ; sebuah rutinitas dan minat baru dari salah satu prioritasnya ; bola volly.

Ini adalah salah satu permisalan yang menjelaskan tentang bagaimana caranya untuk menyalakan kembali semangat yang mulai redup terhadap suatu aktifitas dengan mengadakan peningkatan pada kualitas aktifitas tersebut.

Namun pendekatan ini juga berlaku bagi dan juga efektif serta efisien untuk aktifitas - aktifitas lainnya juga. Selama langkah - langkah yang ditentukan berfungsi bagi peningkatan kualitas aktifitas tersebut.

Seberat apa pun rasa bosan ia selalu mengandung pesan positif yang berguna bagi kualitas hidup kita. Pesan - pesan tentang perubahan, peningkatan kualitas, variatifitas, dan semacamnya.
Yang terpenting adalah bagaimana kita berespon terhadap kebosanan yang timbul secara tiba - tiba.
Alangkah baiknya kita tidak merespon rasa bosan yang datang dengan sikap penolakan, pengutukan, dan penyerahan. Tetapi janganlah juga kita bersikap pasif dan in-aktif terhadapnya.
Karena ternyata kita bisa merespon kedatangannya dengan sambutan dan berbagai sikap positif - aktif yang juga bermanfaat bagi diri kita sendiri.
Sesuai dengan segala pesan positif yang ia bawakan bersama dengan kedatangannya yang tiba - tiba dan tanpa diduga sebelumnya
Kebenaran itu ibarat cermin yang pecah berkeping - keping. Masing - masing kepingnya adalah kebenaran. Namun kepingan - kepingan pecahan cermin tersebut berserakan di segala tempat. Tugas kitalah untuk memungut kepingannya satu per satu kemudian menyusunnya agar menjadi cermin yang utuh.
 

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9202
  • Thanked: 55 times
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Menghilangkan Kebosanan Dengan Peningkatan
« Jawab #1 pada: September 15, 2017, 02:43:46 PM »
Rasa bosan sebaiknya tidak perlu ditentang dan juga sebaiknya kita tidak perlu bertekad di dalam hati untuk melawan rasa bosan.
Sesungguhnya rasa bosan itu adalah semacam 'alarm psikologis' ; pertanda psikologis dari diri kita yang memberi pesan bahwa "harus terjadi perubahan pada diri kita". Ya, kebosanan menyiratkan suatu perubahan.

hal ini benar.

kemudian, selidiki pula, mengapa meditator dapat duduk berjam-jam seperti patung tanpa merasa bosan ? dengan cara bagaimana meditator melenyapkan rasa bosan dalam posisi tubuh yang monoton tersebut ? bandingkan pula dengan gerakan jurus krachtology yang juga monoton. para krachtolog melakukan gerakan yang monoton selama berjam-jam tanpa merasa bosan. bagaimana itu caranya ?
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Sultan

  • Sang Pengembara Yang Mencari Kepingan - Kepingan Pecahan Cermin Kebenaran Yang Berserakan Di Segala Penjuru Alam Semesta
  • Sahabat
  • ***
  • Tulisan: 179
  • Thanked: 1 times
  • Jenis kelamin: Pria
  • Spiritualitas dan Kebatinan
    • Lihat Profil
Re:Menghilangkan Kebosanan Dengan Peningkatan
« Jawab #2 pada: September 15, 2017, 03:44:07 PM »
hal ini benar.

kemudian, selidiki pula, mengapa meditator dapat duduk berjam-jam seperti patung tanpa merasa bosan ? dengan cara bagaimana meditator melenyapkan rasa bosan dalam posisi tubuh yang monoton tersebut ? bandingkan pula dengan gerakan jurus krachtology yang juga monoton. para krachtolog melakukan gerakan yang monoton selama berjam-jam tanpa merasa bosan. bagaimana itu caranya ?

Pertama - tama, saya akan menjawab mengenai hal kebosanan pada meditator.
Berdasarkan jawaban yang muncul dipikiran saya, meditator dapat bermeditasi dengan duduk mematung selama berjam - jam tanpa merasa bosan disebabkan oleh kuatnya konsentrasi dan faktor - faktor meditatif (Jhana) yang muncul.
Ketika konsentrasi telah kuat, mantap, lurus, dan melekat terhadap objek meditasi, maka berbagai emosi negatif termasuk rasa bosan itu sendiri akan lenyap tergantikan dengan konsentrasi yang kuat.
Semua faktor - faktor Jhana pada meditasi dari Jhana 1 - 4 berfungsi untuk peningkatan progresi konsentrasi dan pengendapan berbagai rintangan batin.
Contohnya seperti Faktor Pitti yang mengendapkan rasa malas, kantuk, dan kelambanan dan faktor Sukkha yang mengendapkan kemarahan, kejengkelan, dengki, dan tentunya rasa bosan itu sendiri.
Faktor - faktor Jhana yang saling berkolerasi timbul sehingga rasa bosan tersingkir.

Dalam hal ini para krachtolog dan meditator pun sebenarnya memiliki kesamaan dalam hal mengapa mereka tidak merasa bosan dalam melakukan kegiatan mereka masing - masing.
Mereka sama - sama tidak merasa bosan dalam melakukan kegiatan mereka masing - masing selama berjam - jam disebabkan oleh konsentrasi, fokus, dan penghayatan mereka terhadap kegiatan
yang mereka lakukan.
Konsentrasi, fokus, dan penghayatan para krachtolog terhadap jurus - jurus krachtology yang mereka peragakan membuat mereka betah melakukannya selama berjam - jam tanpa merasa bosan. Sama halnya seperti seorang penulis yang betah duduk berjam - jam di ruang kerjanya tanpa merasa bosan untuk terus menulis, menulis, dan menulis karena konsentrasi, fokus, dan penghayatan mereka terhadap pekerjaannya.

Demikianlah analisa saya terhadap problem kebosanan yang terjadi pada para meditator dan krachtolog.

Dari sini pun juga dapat ditarik benang merah pelajaran bahwa konsentrasi, fokus, dan penghayatan dapat menghilangkan kebosanan.

« Edit Terakhir: September 15, 2017, 07:08:31 PM oleh Sultan »
Kebenaran itu ibarat cermin yang pecah berkeping - keping. Masing - masing kepingnya adalah kebenaran. Namun kepingan - kepingan pecahan cermin tersebut berserakan di segala tempat. Tugas kitalah untuk memungut kepingannya satu per satu kemudian menyusunnya agar menjadi cermin yang utuh.
 

Offline Mohammad Asran

  • Tamu
  • *
  • Tulisan: 1
    • Lihat Profil
Re:Menghilangkan Kebosanan Dengan Peningkatan
« Jawab #3 pada: Oktober 23, 2017, 12:56:30 PM »
saya mendalami sesuatu jika merasa bosan saya meninggalkannya tapi saya yakin suatu saat nanti bakalan mempelajarinya lagi. Saya percaya dengan memberi jeda untuk bebrapa saat yakin itu akan menambah kualitas dari diri saya.
 

Tags:
 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
20 Jawaban
3930 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 19, 2013, 12:46:36 PM
oleh Sandy_dkk
0 Jawaban
602 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 22, 2013, 01:26:33 PM
oleh xhann
0 Jawaban
787 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 14, 2014, 02:00:26 PM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
488 Dilihat
Tulisan terakhir April 29, 2015, 11:14:00 AM
oleh joharkantor05
1 Jawaban
438 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 04, 2015, 02:56:19 PM
oleh joharkantor05
0 Jawaban
357 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 28, 2015, 10:04:36 AM
oleh Kang Asep
2 Jawaban
526 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 15, 2015, 08:23:53 AM
oleh joharkantor05
0 Jawaban
382 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 19, 2015, 03:56:36 PM
oleh joharkantor05
0 Jawaban
779 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 22, 2016, 01:37:36 PM
oleh comicers
0 Jawaban
180 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 20, 2016, 04:39:50 PM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan