Penulis Topik: Waspada Terhadap Bentuk Pertentangan  (Dibaca 741 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9522
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 480
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Waspada Terhadap Bentuk Pertentangan
« pada: Agustus 14, 2014, 05:28:12 PM »
Jika Anda menemukan pertentangan di dalam pemikiran saya, baik yang saya ungkapkan melalui lisan maupun tulisan, maka jangan sungkan-sungkan Anda untuk menyampaikan kritikan Anda. Kritikan seperti itu sangat saya harapkan. Karena saya tidak ingin memiliki pemikiran internal yang saling bertentangan. Saya harus membersihkan pikiran saya dari pertentangan internal.

Adapun pemikiran-pemikiran yang tampak bertentangan, sebenarnya belum tentu bertentangan. Bisa jadi sebenarnya dua kalimat yang bentuknya bertentangan itu tidak bertentangan maknanya. Oleh karena itu, mengukur pertengan tidak bisa hanya dari bentuk kalimat, tapi juga harus memperhatikan makna. Hanya bentuk kalimat itu bisa merupakan indikasi adanyar pertentangan makna.

Misalnya, dalam satu kesempatan saya menyatakan bahwa “sebagian kemarahan itu bermanfaat”. Tapi di kesempatan lain, saya menyatakan “setiap kemarahan tidak bermanfaat”. Maka dua pernyataan saya tersebut tampak merupakan kontradiksi. Sedangkan sifat kontradiksi itu adalah “Jika yang satu benar, maka yang lainnya pasti salah”. Mustahil keduanya benar, dan mustahil keduanya salah. Dan jika Anda seorang yang percaya kepada saya, maka dengan kontradiksi tersbut Anda akan menjadi bingung. Mana pendapat yang harus Anda percayai, apakah ada kemarahan yang bermanfaat ataukah tidak ?

Agar Anda tidak bingung, maka yang pertama harus Anda perhatikan adalah definisi masing-masing term di dalam kalimat yang bertentangan tersebut, apakah definisi “kemarahan” di dalam kalimat pertama sama dengan definisi “kemarahan” di dalam kalimat kedua ? jika “ya”, maka nyatalah itu sebuah pertentangan, dan berarti saya seorang yang tersesat jalan pikirannya. Tapi jika definisinya berbeda, maka kedua kalimat yang tampak bertentangan itu ternyata tidak bertentangan.

Adapun menurut al Farabi, untuk mengetahui apakah dua kalimat yang bertentangan itu benar-benar bertentangan atau tidak, tidak cukup sebatas pada melihat definisinya, melainkan juga dilihat dari delapan kesatuan arti, yaitu : Pinggir Pokok, Pinggir Sebutan, tempat, tempo, daya dan kerja, sebagian dan seluruh, sebab, dan hubungan. Tapi menurut hemat saya, cukuplah bagi kita menyelidiki suatu pertentangan dengan menelaah persamaan – perbedaan definisi term-termnya.

Seperti contoh :

Sebagian siswa berseragam (I)
Setiap siswa tidak berseragam (E)

Tampak bentuk kedua kalimat tersebut bertentangan. Apakah definisi “siswa” dalam kedua kaliamt tersebut sama ?”

Misalnya, kalimat pertama untuk menyatakan kondisi siswa di kelas empat dan kalimat kedua untuk menyatakan kondisi siswa di kelas lima. Bila ternyata di kelas empat ada siswa yang tidak berseragam, maka benar dikatakan “sebagian siswa tidak berseragam”. Dan ternyata di kelas lima, semuanya berseragam, maka benar pula dinyatakan “setiap siswa berseragam”. Jika demikian sebenarnya definisi “siswa” dalam kedua kalimat tersebut adalah berbeda, atau dapat dikatakan “termnya berbeda”. Term “siswa” dalam kalimat pertama sebenarnya “Siswa kelas empat”. Sedangkan dalam kalimat kedua adalah “Siswa kelas lima”. Dengan demikian, menurut saya, tidak perlu kita menyelidiki hingga ke delapan kesatuan arti sebagaimana yang dikatakan oleh al Farabi, tapi cukup menganalisa definisinya saja.

Memang benar, saya telah menyatakan “sebagian kemarahan bermanfaat” dan dalam artikel lain saya menegaskan “setiap kemarahan itu tidak bermanfaat, ia selalu bersifat merusak”. Dan silahkan perhatikan perbedaan definisi dari keduanya, pasti Anda akan menemukan bahwa dua hal yang tampak kontradiksi itu sebenarnya tidak kontradiksi.

(1). Setiap kemarahan itu tidak bermafaat (E)
(2). Sebagian kemarahan itu bermanfaat (I)

Sebenarnya “kemarahan” pada kalimat (1) itu maksudnya “reaksi” terhadap kemarahan. Sedangkan dalam kalimat (2) itu bermakna “faktor mental kemarahan”.

Sepanjang pengalaman hidup saya, saya melihat jarang orang yang kritis terhadap pertentangan-pertentangan pernyataan. Orang-orang cenderung “mengiyakan” dan percaya kepada seluruh pernyataan orang yang dikaguminya, tidak peduli atau tidak menyadari kalau terdapat pertentangan-pertentangan di dalam pernyataan orang tersebut. Tapi ketika kebencian mulai muncul kepada pihak yang tadinya dikagumi, maka mereka menjadi jeli terhadap bentuk pertentangan-pertentangan pernyataan yang ada. Tapi sayang, sangat jarang dari mereka mempunyai kemampuan untuk menyelidiki kebenaran dari dugaan pertentangan tersebut.

Demikian pula, ketika saya mengajar filsafat dan ilmu-ilmu kebatinan, ketika sebagian murid menemukan pertentangan ini, mereka cenderung menyangkal di belakang atau bahkan langsung menuduh sesat. Sebenarnya mereka belum cukup terampil dalam melakukan penyelidikan. Oleh karena itu, sayapun khawatir terhadap Anda, ketika Anda menemukan pernyataan-pernyataan yagn tampak pertentangan di dalam buku ini, Anda lalu salah faham dan lalu menghilangkan semangat untuk menyelami labih jauh persoalan-persoalan yang ingin saya sampaikan. Karena itu pula saya berharap agar Anda waspada, ketika Anda menemukan pertentangan-pertentangan itu.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
1550 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 29, 2012, 11:35:48 AM
oleh Kang Asep
4 Jawaban
2254 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 20, 2013, 10:13:36 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
745 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 22, 2013, 02:46:37 PM
oleh Awal Dj
4 Jawaban
2198 Dilihat
Tulisan terakhir November 18, 2015, 09:48:24 PM
oleh Monox D. I-Fly
0 Jawaban
1041 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 23, 2014, 08:18:30 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1396 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 05, 2014, 10:04:57 PM
oleh Kang Asep
4 Jawaban
1489 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 27, 2015, 02:10:36 PM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
2448 Dilihat
Tulisan terakhir November 01, 2016, 05:30:52 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
470 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 26, 2015, 09:12:53 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
338 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 23, 2016, 05:08:56 AM
oleh Sandy_dkk

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan