Penulis Topik: Parsing  (Dibaca 1188 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9259
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 353
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Parsing
« pada: Januari 28, 2014, 08:42:59 PM »

Setiap fpe akan mengekspresikan Proposisi majemuk. Proposisi majemuk mempunyai subproposisi, yang bisa berupa konjungsi, disjungsi dan sebagainya. Tetapi, bagaimana membuat suatu proposisi majemuk dari suatu pernyataan yang cukup panjang seperti berikut ini :

[1] Jika Dewi lulus sarjana teknik informatika, orang tuanya akan senang, dan dia dapat segera bekerja, tetapi jika dia tidak lulus, semua usahanya akan sia-sia.

Proposisi-proposisi yang membentuk pernyataan di atas adalah konjungsi[1] denga Skop kiri dan kanan seperti berikut :

[1.1] Jika Dewi lulus sarjana teknik informatika, orang tuanya akan senang, dan dia dapat segera bekerja.

Dengan

[1.2] jika dia tidak lulus, semua usahanya akan sia-sia.

Kedua skop di atas masih berupa proposisi majemuk. Kalimat pertama yang masih memiliki skop kiri dan skop kanan, dapat dipecah lagi seperti berikut :

[1.1.1] jika dia tidak lulus, semua usahanya akan sia-sia.
[1.1.2] orang tuanya akan senang, dan dia dapat segera bekerja.

Kalimat terkahir juga masih berupa proposisi majemuk, sehingga skop kiri dan skop kanan bisa dipisah seperti berikut :

[1.1.2.1] orang tuanya akan senang
[1.1.2.2] dia dapat segera bekerja

Kalimat di atas sudah tidak dapat dipecah lagi. Jadi kembali pada skop kiri dan skop kanan pada permulaan [1.1] dan [1.2]. jika [1.1] sudah selesai dipecah, maka tinggal [1.2] saja yang menjadi skop kiri dan skop kanan sebagai berikut :

[1.2.1] dia tidak lulus
[1.2.2] semua usahanya akan sia-sia

Teknik memisah-misah atau memilah-milah kalimat menjadi proposisi-proposisi yang paling kecil (atomik) di sebut teknik Parsing, yang hasilnya dapat diwujudkan dalam bentuk Parse Tree berikut ini :


https://s20.postimg.org/ih6likcot/Pasre_Tree.jpg

Selanjutnya akan diubah menjadi ekspresi logika yang berbentuk proposisi majemuk fpe berikut :

A = Dewi lulus sarjana teknik informatika
B = Orang tua Dewi senang
C = Dewi bekerja
D = Usaha Dewi sia-sia

Maka pernyataan di atas yang berupa proposisi majemuk dapat diwujudkan dalam fpe seperti berikut :

(A (B ˄ C )) ˄ (( ¬ A) D)

Sumber : F.Soesianto & Djoni Dwijono, Logika Proposisional, Hal. 35-37

 1. kata “tetapi” di tengah kalimat lebih sesuai dengan “dan”
« Edit Terakhir: Agustus 01, 2017, 07:10:42 PM oleh Kang Asep »
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline kang radi

  • Master
  • *
  • Tulisan: 1061
  • Thanked: 3 times
  • Total likes: 11
  • Jenis kelamin: Pria
  • Kemelekatan yang tak terasa
    • Lihat Profil
Re:Parsing
« Jawab #1 pada: Januari 29, 2014, 01:35:27 AM »
wah belajar logika semakin menyenangkan karena serasa belajar programming kembali, aneh yach
 

Tags:
 

GoogleTagged



Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan