Penulis Topik: Parameter Kebenaran  (Dibaca 570 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9526
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 481
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Parameter Kebenaran
« pada: Oktober 17, 2016, 05:13:10 PM »
Nomor : PST-KI/Log-004/6709
Edisi : 22 Desember 2016
Judul : Parameter Kebenaran
Tujuan :
1) memahami parameter kebenaran
2) dapat memberikan contoh parameter kebenaran
3) mengetahui hubungan antara nilai propsisi dengan parameter kebenaran
4) memahami perbedaan parameter kebenaran dan akibatnya
5) mengetahui paramter pertama dari kebenaran
===========

Nilai benar atau salah merupakan essensi dari Proposisi.

ada yang bertanya, "apa parameter dari kebenaran ? dari mana kita mengetahui suatu proposisi itu bernilai benar atau salah ?

ada dua jenis nilai proposisi berdasarkan landasan penilaiannya, yaitu nilai subjektif dan objektif.

Nilai subjektif berarti nilai suatu proposisi itu ditetapkan oleh subjek. sehingga jenis kebenaran subjektif ini tidak memerlukan paramter apapun. ditentukan semau-maunya orang saja.

Contoh :

Setiap A adalah B

Silahkan anda tetapkan, apakah nilai pernyataan tersebut benar atau salah. Anda bebas menentukan nilainya tanpa harus berlandas pada argumentasi apapun. yang demikian itu disebut dengan nilai subjektif.

Sedangkan nilai proposisi yang objektif, tidak dapat ditentukan oleh subjek/pengamat semaunya. melainkan harus berlandas pada parameter tertentu. ada berbagai paramter yang digunakan. seperti kita mengukur panjang sebuah meja, kita bisa menggunakan meteran, bisa menggunakan tali atau yang lainnya. apapun parameternya, kebenarnnya tidak akan berubah. yang berubah hanyalah alat ukurnya.

alat ukur kebenaran itu bermacam-macam. Bagaimana kita bisa mengatakan "benar, babi itu haram untuk dimakan." parameter yang digunakan tentulah ajaran Islam. ilmu fisika atau matematika tidak dapat menilai "apakah benar, babi itu haram untuk dimakan".

"menerobos lampu merah tidaklah melanggar hukum", ini pernyataan salah. parameternya apa ? parameternya adalah "undang-undang lalu lintas".

jadi, parameter itu banyak sekali. penggunaan paramter yang berbeda dapat menimbulkan nilai propsisi yang berbeda. contohnya, "babi itu haram untuk dimakan", bernilai benar berdasrkan ajaran Islam. tetapi menurut ajaran agama lainnya, hal itu bernilai salah. terbukti ada yang menghalalkan daging babi. apapun parameternya, jika suatu pernyataan bernilai benar atau salah, maka itulah proposisi.

paramter itu sendiri bisa merupakan proposisi. jadi, nilai suatu proposisi menjadi alat ukur bagi proposisi lainnya.

contoh : jika benar bahwa Setiap A adalah B, maka pastilah propsisi "sebagian A bukan B" bernilai salah.

undang-undang suatu negara, ayat-ayat dalam kitab suci, itu semua merupakan kumpulan proposisi. jadi, nilai kebenaran suatu proposisi diukur oleh proposisi lain yang terlebih dahulu diyakini kebenarannya. lalu, apa parameter nilai proposisi pertama, yang menjadi alat ukur proposisi lainnya ? yaitu Definisi. Dapat dikatakan definsi merupakan paramter pertama dari kebenaran. karena dengan definsi itulah nilai suatu proposisi pertama kali diukur. sedangkan kebenaran definisi itu sendiri tidak dukur oleh proposisi maupun paramter lain. selama suatu defnisi memenuhi syarat-syaratnya, maka definisi itu sah, tanpa nilai benar maupun salah.

Ada yang berkata, "bukankah tolak ukur kebenaran itu adalah realitas?"

jawabannya "ya". Realitas adalah salah satu paramter dari kebenaran. tetapi, apakah parameter kebenaran itu hanyalaha realitas ? tidak, jika yang dimaksud realitas adalah realitas alam. contohnya proposisi "sebagian A adalah B" merupakan pernyataan yang benar secara objektif, jika tolak ukurnya adalah proposisi "Setiap A adalah B" yang ditetapkan benar secara subjektif. jadi, parameter suatu pendapat yang objektif itu bisa jadi merupakan sesuatu yang subjektif dan bukan realitas alam.

Penjelasan lebih lanjut mengenai hal ini akan dikupas dalam topik berjudul Definisi dan Pertentangan Proposisi dan Pendapat Subjektif.
« Edit Terakhir: Januari 20, 2017, 08:04:42 PM oleh Kang Asep »
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
472 Dilihat
Tulisan terakhir April 28, 2015, 10:36:35 AM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
756 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 12, 2015, 03:03:45 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
501 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 10, 2015, 06:06:12 AM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
429 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 10, 2015, 11:57:13 AM
oleh Ziels
0 Jawaban
1460 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 27, 2015, 09:26:59 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
197 Dilihat
Tulisan terakhir September 01, 2016, 11:30:54 PM
oleh Kang Erik
0 Jawaban
233 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 11, 2016, 05:38:12 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
227 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 02, 2017, 10:57:20 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
172 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 19, 2017, 08:56:37 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
19 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 08, 2018, 10:13:26 AM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan