Penulis Topik: Menyusun Struktur Klasifikasi  (Dibaca 14 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9203
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 342
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Menyusun Struktur Klasifikasi
« pada: November 08, 2017, 03:52:46 PM »
SB : Kategori
====================
1. Klasifikasi
1.1. Menyusun Struktur Klasifkasi
====================

1.1. Menyusun Struktur Klasifkasi
Edisi : 08 Nopember 2017, 15:35:14

Bagaimana cara termudah memulai belajar ilmu logika ?

Cara termudah mengawali belajar ilmu logika dapat dilakukan dengan cara berlatih mengklasifikasikan segala sesuatu. Karena klasifikasi merupakan pengajaran yang paling mendasar di dalam ilmu logika. Dengan mengklasifikan sesuatu, berarti kita mulai menyusun struktur konsep, struktur filsafat dan memulai merumuskan definisi dari segala sesuatu. Perhatikan posisi bab klasifikasi dalam pengajaran ilmu logika berikut :

<<<<SK : Ilmu Logika>>>>>
====================
1). Term
2). Proposisi
3). Syllogisme
====================

SK = Struktur Konsep

Dan klasifikasi ada pada bab Term.

<<<<SK : Term>>>>
====================
1.1). Konsepsi
1.2). Kategori
1.3). Klasifikasi
1.4). Definisi
====================

Mengklasifikasikan sesuatu berarti menempatkan sesuatu sebagai anggota himpunan tertentu. Misalnya, kita melihat ayam, merpati, kucing, kambing, anjing, ular, kadal, kangguru, harimau, jerapah, dan sebagainya sebagai individu-individu. Lalu, ke dalam himpunan mana kita akan memasukan individu-individu tersebut. Sebenarnya, kita bebas memasukian individu-individu tadi ke dalam kelompok manapun, atau membuat nama kelompok baru seperti kelompk X, akan tetapi kita mengetahui bahwa sebelum kita membuat klasifikasi segala sesuatu, sebelumnya orang-orang secara umum bersepakat bahwa individu-individu tadi masuk ke dalam kelompok binatang. Maka ada baiknya, kita juga menyepakati klasifikasi yang telah disepakati secara umum ini, bahwa semua itu disebut binatang. Berarti kita akan mempelajari struktur pengetahuan yang telah disepakati oleh para ilmuwan atau disepakati oleh masyarakat umum.

Kemudian, kita memahami bahwa ayam dan kucing, walaupun sama-sama binatang, tapi keduanya memiliki perbedaan. Salah satu perbedaannya adalah jenis makanannya. Ayam makan biji-bijian, sedangkan kucing makan tikus. Bukan hanya ayam yang makan biji-bijian, tetapi juga merpati. Karena itu, ayam dan merpati dapat dibuat sebagai satu kelompok “binatang pemakan biji-bjian” atau Granivora. Sedangkan kucing merupakan binatang pemakan daging. Bukan hanya kucing, tetapi harimau juga memakan daging. Dengan demikian, harimau dan kucing dapt dikelompokan kepada “binatang pemakan daging”.  Di dalam lingkung jenis “Binatang” ayam dan kucing adalah satu kelompok. Tetapi dalam lingkung jenis “pemakan biji-bjian”, ayam dan kucing tidak lagi sejenis.

Adapun kambing, kita tahu memiliki kesamaan dengan ayam, walaupun sudah pasti banyak perbedaannya. Ayam makan biji-bijian, sedangkan kambing makan rumput. Tapi antara biji-bijian dan rumput memiliki kesamaan, yaitu sama-sama tumbuhan. Dengan demikian, maka ayam dan kambing dapat berkumpul dalam satu kelompok yang disebut “pemakan tumbuhan” atau herbivora.

Dengan demikian, maka kita dapat menyusun sebuah struktur klasifikasi sebagai berikut :

Binatag :
1).   Karnivora
1.1).   Harimau
1.2).   kucing
2).   Herbivora
2.1).   Granivora
2.2).   Non Granivora

Di sini timbul pertanyaan, dapatkah harimau dikategorikan kepada jenis “kucing besar” ? Tentu boleh saja. Sehingga strukturnya jadi sebagai berikut :
1).   Karnivora
1.1).   Kucing
1.1.1).   Kucing kecil
1.1.2).   Kucing besar
1.1.2.1).   Harimau

Bagaimana kalau klasifikasi seperti itu keliru ? Parameter kebenaran dari klasifikasi adalah definisinya. Jadi, benar atau salah dari struktur klasifikasi bergantung pada definisinya. Sedangkan definisi tidak dapat bernilai benar maupun salah. Dan bahkan klasifikasi dapat bersifat subjektif sebagai definisi. Artinya, Anda tidak perlu menetapkan terlebih dahulu sebuah definisi untuk mengukur kebenaran dari klasifikasi. Tetapi Anda dapat mengklasifikasikan dulu segala ssuatu, baru kemudian menetapkan definisi yang sesuai, sehingga klasifikasi tidak dapt bernilai salah. Secara ekstrim, sah-sah saja apabila Anda mengklasifikasikan “harimau” kepada kelompok “pemakan buah-buahan”, hanya saja Anda harus mengubah definisi dari “buah-buahan” dan memahami wilayah kewenangan definisinya.  Tetapi tentunya hal yang demikian tidak efektif, menyulitkan, dan membingungkan. Jadi, bukan soal benar-salah, melainkan soal “kemudahan” dalam proses mempelajari sttuktur konsep dan publikasi. Jadi, apabila sebisa mungkin struktur klasifikasi yang kita susun sejalan dengan pemahaman publik. Kecuali ada struktur-struktur yang memang sangat penting dan mendesak untuk dibuat berbeda dengan struktur yang telah disepakati secara umum.

Menyalahkan sebuah struktur klasifikasi yang dibuat seseorang, karena struktur tersebut berbeda dengan struktur klasifikasi yang sudah sepakati secara umum merupakan tindakan yang bodoh. Kecuali bila memang kedua belah pihak sepakat untuk menjadi struktur klasifikasi umum tadi sebagai parameter. Tanpa ada kesepatan ini, maka setiap orang sah-sah saja membuat struktur klasifikasi secara bebas. Tidak bisa disalahkan. Sepertinya kebebasan dan kewenangan dalam menciptakan definisi apapun.

Dengan rajin berlatih menyusun struktur klasifikasi logika kita akan terasah. Karena, walaupun kita bebas mengklasifikaskan sesuatu kepada suatu lingkungan jenis, tanpa kita sendiri tentu membutuhkan alasan, “mengapa ayam dan merpati” tidak dikelompokan kepada jenis binatang karnivora. Bagaimana kalau daging diolah menjadi bentuk makanan yang disukai oleh merpati, makan dapatkah dikatakan bahwa merpati tersebut sebagai karnivora. Jika tidak dapat, lalu “apa dong” sifat yang mempersatukan antara merpati dengan ayam, tapi memisahkannya dari kambing ? Di sini kita akan mencari “Differentia”, yaitu sifat yang memisahkan.

Kita juga akan berpikir, ayam bersayap tapi tidak dapat terbang tinggi.  Sedangkan merpati bersayap, dan dia dapt terbang tinggi. Maka di sini kita dapat membuat kelompok baru, seperti “binatang bersayap yang tak dapat terbang tinggi”. Karena dalam kegiatan mengklasifikasikan ini kita akan mencari differentia, dan mencari lingkungan jenis terdekat, masuk ke dalam wilayah definisi yang merupakan ciri utama dari filsafat, maka dapat dikatakan bahwa klasifikasi merupakan awal dari filsafat. Dengan mengklasifikasikan sesuatu, berarti Anda memulai belajar ilmu logika dan mulai berfilsafat.

Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
2 Jawaban
1341 Dilihat
Tulisan terakhir April 28, 2013, 10:38:13 PM
oleh Kang Asep
4 Jawaban
1935 Dilihat
Tulisan terakhir September 23, 2013, 09:53:47 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
669 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 24, 2014, 05:05:48 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
440 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 21, 2016, 04:21:24 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
282 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 21, 2016, 05:46:17 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
152 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 21, 2016, 08:46:28 AM
oleh Kang Asep
2 Jawaban
432 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 01, 2017, 11:03:30 AM
oleh ciptojunaedykeyen
1 Jawaban
163 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 06, 2016, 10:51:12 AM
oleh Monox D. I-Fly
Klasifikasi

Dimulai oleh Kang Asep Term

1 Jawaban
356 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 04, 2016, 08:14:00 AM
oleh Kang Asep
2 Jawaban
160 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 24, 2017, 07:34:59 PM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan