Penulis Topik: Mengidentifikasi Kontradiksi  (Dibaca 64 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9589
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Mengidentifikasi Kontradiksi
« pada: Juni 15, 2018, 12:15:18 AM »
Semboyan yang sering saya ulang-ulang dalam kajian-kajian Logika adalah "Logika Bekerja mulai dari kontradiksi-kontradiksi".  Oleh karena itu, mengidentifikasi kontradiksi merupakan langkah yang paling awal dalam melakukan analisis logis. Karena pertama, setiap keyakinan itu memiliki kontradiksinya. Kedua, perdebatan yang benar mesti berdasrakan kepada suatu kontradiksi.

Terkadang saya menemukan suatu perdebatan, tapi tidak mengetahui kontradiksi yang menjadi dasar perdebatan itu. Bagi pihak yang sedang berdebat itu sendiri, tentu saja sudahsemestinya tahu sejak awal. Tapi saya, ibarang orang yang sedang berjalan melewati orang yang sedang berdebat ketika perdebatan sudah berjalan cukup lama, maka di situ saya perlu suatu metoda untuk mengetahui pokok yang menjadi dasar perdebatan dari mereka, apabila saya tertarik untuk menyimak dan mengetahui dalam perdebatan tersebut, siapakah yang argumentasinya valid.

Contoh perdebatan antara Rocky Gerung dengan Teddy Gusnaidi.

Debat [1]
--------------
Rocky :  Benar harus benar. Tak boleh ada keraguan. Tidak boleh ada kecuali.
Tedy : Anda malah ragu, bahkan tidak bernyali ketika diminta patahkah argumen hukum saya. Begitu cara menyusun argumen hukum. Bahkan sejak dari judul.
===========

Dari dialog tersebut, dapatkah Anda temukan, dapat ditarik beberapa proposisi :

1) Nilai kebenaran suatu pendapat itu  boleh ada kecuali
2) Anda ragu
3) Anda tidak bernyali
4) cara menyusun argumen

Setiap proposisi di atas, pasti memiliki kontradiksinya. Namun, kontradiksi mana yang menjadi pokok perdebatan antara Tedy dengan Recky ? Apakah mereka berdua berdebat tentang "Cara Menyusun Argumen". Saya dapat menggunakan asumsi bahwa pokok perdebatan mereka bukan tentang "cara menyusun argumen". Dan dari empat proposisi di atas, tidak ada yang merupakan pokok dari perdebatan. Untuk dapat melakukan analisis logika, maka saya terlebih dahulu harus menemukan, kontradiksi yang merupakan pokok perdebatan mereka. Karena itu, kemudia saya menelusuri kembali dialog mereka. Kemudian saya menemukan tuduhah Teddy yang ditujukan pada Rocky, tercantum dalam judul tulisan Teddy, "ROCKY GERUNG CS, SELAIN TIDAK PUNYA LEGAL STANDING, MEREKA JUGA TIDAK BERHAK MENGKLAIM ATAS NAMA RAKYAT UNTUK UJI MATERI UU PEMILU".

Tuduhan itu bernada negatif, dan ini diketahui sebagai awal dari pertentangan-pertentangan pendapat selanjutnya. Misalnya pertentangan pendapat tentang "Anda ragu" dengan "Anda tidak ragu" terlihat tidak lebih penting dari soal "Anda berhak uji materi" atau "Anda tidak berhak uji materi". Dan yang terakhir ini, merupakan pertentangan pendapat yang terjadi lebih awal, sehingga dapat diambil suatu kesimpulan bahwa kontradiksi yang menjadi pokok perdebatannya adalah sebagai berikut[2] :

 A) ROCKY GERUNG BERHAK UJI MATERI UU PEMILU
 E) ROCKY GERUNG TIDAK BERHAK UJI MATERI UU PEMILU

Sekarang kontradiksi telah terindentifikasi. Namun, status dari hasil identifikasi tersebut tetaplah sebagai "asumsi" yang menjadi bahan untuk dikonfirmasikan serta diklarifikasikan kepada pihak yang bersangkutan. Jika dapat saya tanyakan, maka saya akan bertanya kepada mereka "benarkah ini yang menjadi dasar pokok perdebatan kalian ?" Konfirmasi dan Klarifikasi selalu diperlukan untuk kepastian.  Tetapi, apabila tidak dapat saya tanyakan langsung karena satu dan lain hal, maka saya dapat menjadikan asumsi tersebut sebagai dasar untuk penyelidikan selanjutnya.

Saya bukan ahli politik, bukan pakar hukum tata negara, tidak tahu siapa itu Rocky Gerung, tidak tahu isi UU Pemilu, tidak mengerti aturan soal UU Pemilu, bagaimana itu UJI Materi UU,  dan banyak hal lagi yang tidak saya ketahui. tetapi saya adalah ahli logika, yang tahu caranya mengidentifikasi kontradiksi, serta tahu cara menguji validitas argumen-argumen. Tetapi dalam kesempatan ini, tujuan dari tulisan ini adalah memberikan contoh dari cara mengidentifikasi kontradiksi yang menjadi pokok perdebatan, bukan untuk memberikan contoh soal uji validitas argumen. Untuk teori dan contoh-contoh uji validitas argumen, Anda bisa membacanya pada tulisan-tulisan saya berjudul :

1)> Validitas Argumen
2)> Menguji Validitas Argumen Pada Ungkapan Filsafat
3)> Menguji Validitas Argumen Politik Dengan Counter Model
4)> Sintaksisme

_____________
1) 2)
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
4 Jawaban
2185 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 03, 2013, 08:40:00 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1561 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 04, 2013, 09:57:41 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1018 Dilihat
Tulisan terakhir November 18, 2014, 12:20:52 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
748 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 10, 2015, 11:24:04 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
330 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 24, 2016, 01:24:09 PM
oleh Kang Asep
2 Jawaban
393 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 24, 2016, 07:31:55 PM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
398 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 23, 2017, 10:00:50 PM
oleh Monox D. I-Fly
0 Jawaban
36 Dilihat
Tulisan terakhir November 17, 2017, 07:00:48 PM
oleh Sultan
0 Jawaban
56 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 07, 2018, 08:40:05 AM
oleh Kang Asep
5 Jawaban
206 Dilihat
Tulisan terakhir April 22, 2018, 08:12:13 AM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan