Penulis Topik: Magic  (Dibaca 157 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9342
  • Thanked: 57 times
  • Total likes: 383
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Magic
« pada: September 29, 2017, 09:41:16 PM »
Daftar Isi
====================
1. Argumentum Ad Hominem
1.1. Empat Jenis Ad Hominem
1.2. Kekuatan Ad Hominem
1.3. Sihir Ad Hominem
1.4. Magic <<<<
2. Argumentum Ad Ignoratium
2.1. Contoh Argumentum Ad Ignoratium
2.1.1. Larangan Mendoakan Orang Mati
====================

1.4. Magic
Edisi : 29 September 2017, 21:27:07

Politikus jahat yang cerdik, menipu manusia-manusia bodoh dengan memainkan perasaannya. "Kebencian" itulah senjata ampuh yang dapat digunakan untuk memobilisasi masa. Karena "kebodohan" dan "kebencian" adalah "pasangan romantis" atau "saudara kembar yang sulit untuk dipisahkan". Semakin bodoh manusia itu, maka semakin mudah untuk dihasut dan digerakan oleh rasa kebencian. Inilah argumentum ad hominem. Karena itu orang-orang baik harus cerdik, dan memahami persoalan ini, agar dunia tidak dikuasai oleh para penjahat.

Orang-orang pintar jangan hanya bermain logika. Ingatlah, manusia itu tidak hanya memiliki otak, tetapi juga hati. Karena itu, sentuhlah perasaan manusia, bukan hanya menyentuh pikirannya. Bedanya, apabila orang-orang jahat menggunakan kebencian untuk memobilisasi masa, orang baik harus menggunakan cinta.

Di dalam benci maupun cinta, di situ ada kelezatan yang sangat disukai oleh umat manusia. Kebencian itu datangnya dari setan, tapi cinta itu datangnya dari Tuhan. Ketika mereka mempertonkan keburukan-keburukan sebagai alat untuk menghasut hati agar menyala api kebencian, maka mari kita pertontonkan indahnya kebajikan, agar api api kebencian itu padam, dan lalu memancarlah air mata kasih yang akan memberi hidup seseorang rasa kedamaian.

Tuhan itu Maha Indah. Siapa yang melihat Tuhan, maka dia melihat keindahan yang tidak ada bandingannya. Di hadapan Sang Keindahan, runtuhlah segala kebencian. Dia juga Sang Maha Baik, Maha Cinta, Maha Kasih dan Maha Mempesona, yang tunduk segala sesuatu di hadapan Nya, yang merasa takjub semua yang berakal kepada Nya dan merendah segala makhluk kepada Nya. Siapa yang mengenalinya, berarti mengenali Pesona Tanpa Akhir, Kemegahan Tanpa Batas, Samudera Kasih yang menyelimuti segala sesuatu. Siapa yang melihat Nya, maka luluh segala hati yang keras, menjadi lunak.

Ingatlah saya pada kisah Ki Amar, kakek saya yang beliau sangat ikhlas dalam menghadapi segala sesuatu, termasuk ikhlas dalam menghadapi kematian. Akibat provokasi, seorang pria bernama Barga menenteng golok, dengan penuh amarah mendatangi Ki Amar dan mengancam hendak membunuhnya. Tapi ki Amar menghadapinya hanya dengan senyuman, tidak terlihat raut wajah takut atau cemas, beliau berkata lirih dan lembut, "Oh... Silahkan kisanak .... Apabila kisanak ingin membunuh saya, maka saya bukanlah orang yang terlalu sulit untuk kisanak bunuh. Dan saya, bukanlah orang yang terlalu menginginkan kehidupan, pula tak terlalu enggan dengan kematian. Tetapi ingatlah kisanak, tanyalah hati mu sendiri, apakah yang hendak kau lakukan ini benar ? Apakah ada izin dari Tuhan ? Dan apakah kelak engkau tidak akan menghadapi dakwaan Tuhan ?" Ini bukan sekedar kata-kata, tetapi kalimat-kalimat yang diucapkan dengan suara yang mengandung magic, memiliki getaran kasih yang hebat, yang tidak dapat ditemukan dalam sebaris tulisan dan tak mungkin copas. Karena itu, sangat sulit digambarkan di sini.

Mendengar kalimat-kalimat yang diucapkan oleh KI Amar, hati Barga bergetar.  Hati nya yang tadi terluka dan berdarah, sekarang seakan disiram air kasih yang mujarab, menenangkan hatinya, menyembuhkan lukanya, dan sebaliknya dia menemukan kedamaian yang selama ini belum pernah dia temukan. Lalu jatuhlah golok dari tangannya, air matanya bercucuran dan dia jatuh berlutut di tanah. Dia menyadari kesalahannya, menyesali perbuatannya, di sisi lain jiwanya dihantam oleh ketakjuban, serta kebahagiaan yang tak terperi karena menemukan sesuatu yang selama ini dicarinya.

Demikian, saya sebagai cucunya, selalu menyaksikan Ki Amar rela terhadap segala sesuatu yang harus menimpanya. Beliau selalu berkata, "O.. Silahkan !" dan memandang siapapun, termasuk para penjahat dengan pandangan yang penuh kasih. Beliau meyakini bahwa sesuatu tidak dapat terjadi, kecuali atas izin Tuhan. Karena itu beliau tidak pernah mengkhawatirkan segala sesuatu.  Karena jika sesuatu terjadi pada dirinya, itu berarti Tuhan memang berkehendak demikian baginya dan beliau harus rela menerimanya. Beliau berkeyakinan, seandainya seseorang memotong-motong tubuhnya, maka beliau harus tetap mengasihi orang tersebut. Menurut beliau, tidak ada dosa yang paling berat untuk ditanggung jiwa manusia, kecuali kebencian. Tak ada kematian yang dapat menyakiti seseorang. Tetapi manusia akan disakiti oleh kebencian dan cinta nya kepada kesenangan duniawi. Kematian tak pernah menyakitkan, seperti halnya kelahiran. Tetapi kebencian dan keserakahan, itulah yang menjadikan hidup maupun mati, jadi terasa sangat menyakitkan. Kepada ibu saya, KI Amar berwasiat, "jangan kau takut mati, karena mati itu tak berasa apa-apa, sebagaimana hal nya kau lahir, tak berasa apa-apa." sedangkan kepada saya, beliau berwasiat, "kita tadinya tidak memiliki apa-apa, lahir ke dunia tanpa membawa apa-apa, karena itu lepaskan semua dan ketika kita kembali, kita tak membawa apa-apa. Dengan demikian, kita selamat." Kami anak cucunya berusaha untuk mendengar, mengerti dan belajar untuk melaksanakan wasiat-wasiatnya.  Walaupun terkadang kami gagal untuk menjadi manusia yang sabar, ikhas dan penuh kasih, tapi kemudian kami bangkit untuk belajar kembali, demikian seterusnya.

Kemudian saya pun ingat kepada Fatimah, salah satu murid saya yang dirundung rasa putus asa, karena merasa tidak mendapat kemajuan yang berarti dalam belajarnya. Saya memanggilnya dan memintanya untuk memusatkan perhatiannya kepad nafas. "Terus pusatkan perhatianmu ke situ dan jangan berpaling sampai saya memintamu untuk berhenti." Fatimah mulai memejamkan matanya, dan memusatkan perhatiannya pada keluar masuknya nafas. Sementara saya berdoa kepada Tuhan, "Ya Tuhan, kuatlah pikiran Fatimah untuk tetapi fokus pada nafas nya, tenangkanlah jiwanya, dan pertemukanlah dia dengan kedamaian !" tak berapa lama kemudian, saya melihat kabut hitam menyelimuti wajahnya. Saya bertanya, "Berhentilah Fatimah ! Apakah kamu merasa bersedih ?"

Fatimah mengangguk.

"Apakah kamu ingin menangis ? Menangislah Fatimah !" demikian saya katakan.

Fatimah lalu mengambil tangan saya, dan dia menangis sejadi-jadinya sambil menciumi tangan saya. Sementara saya membiarkannya demikian, hingga tangisanya Fatimah mereda. Setelah reda, saya bertanya pada nya. "Mengapa kau menangis Fatimah ?"

Fatimah menjawab, "Saya sangat sedih."

"Apa yang kau sedihkan ?" tanya saya lagi.

Fatimah tampak berpikir. "Sangat sulit saya gambarkan. Tetapi itu bermula ketika saya menemukan kedamaian dan kebahagiaan ketika sedang memusatkan perhatian kepada nafas tadi. Ketika saya menyadari betapa agungnya kedamaian dan kebahagiaan itu, kemudian saya berpikir, inilah yang saya cari selama ini. Tetapi kemudian saya berpikir, mengapa saya baru sampai sekarang ini, mengapa tidak sedari dulu. Ketika saya mengingat ke masa yang telah lalu, saya mengerti kesalahan-kesalahan yang telah saya lakukan dan lalu menyesalinya, seperti seorang pendosa yang menyesali dosa-dosanya. Karena itu saya menangis sejadi-jadinya. Dan saya menciumi tangan akang, sebagai ekspresi rasa terima kasih, karena akan telah menunjukan saya kepada jalan ini."

Saya berkata pada Fatimah,"Karena itu Fatimah, ikhlaslah dengan apa yang kau dapatkan. Jangan lagi iri kepada kemajuan yang dicapai orang lain, jangan minder dan jangan pula putus asa. Lihat, kawan-kawanmu yang kau iri padanya, karena kau anggap mereka jauh lebih maju dari mu, mereka belum sampai kepada suatu keadaan yang kau alami tadi, dan mereka belum tentu akan sampai dalam jangka waktu yang cepat. Jika mereka tahu, sekarang ini mungkin mereka yang akan iri dengan pencapaianmu.  Mereka tidak tahu apa yang telah kau capai, dan biarkan mereka tidak tahu, karena walaupun mereka diberi tahu, mereka tidak akan dapat mengerti. Apa yang dapatkan, itu adalah rahmat dari Allah, merupakan ilmuNya yang tersembunyi, dan rahasia Nya yang tertutup. Karena itu, Fatimah, maka tutuplah dan sembunyikanlah, kecuali kepada mereka yang telah Allah bukakan jalannya, yaitu ahli nya. Sekarang silakan bergabung kembali dengan kawan-kawanmu !"

"Baik, kang !" jawab Fatimah. Lalu dia undur diri untuk bergabung bersama teman-temannya.

Ini adalah gambaran, di mana suatu kebenaran tidak dijelaskan dengan kata-kata, melainkan oleh suatu pengalaman spiritual yang menimbulkan perasaan yang berkecamuk di dalam jiwanya, bergejolak, mereda, mencapai ketentraman, merasakan kebahagiaan lalu turunlah hikmah ke dalam dada nya. Di sini, dalam mengajar, saya tidak lagi main kata seperti ketika mengajar ilmu logika, tetapi "main rasa". Dan "ilmu rasa" ini merupakan pelajaran terakhir yang saya peroleh dari guru saya.

Teringat pula pada kisah Sayyidina Ali bin Abi Thalib, ketika seseorang bertanya padanya, "Wahai imam, ada berapakah sifat orang bertakwa ?"

Imam Ali menjawab, "Ada 124 sifat".

"Jelaskanlah satu persatunya, wahai imam !" kata orang itu. (saya tak ingat nama orang yang bertanya, yang ditulis pada buku yang saya baca)

Imam Ali menjawab, "Sebaiknya tidak sekarang. Anda belum kuat untuk mendengarnya!"

Tetapi orang tersebut mendesak agar sayyidina Ali menjelaskan 124 sifat orang bertakwa. Akhirnya sang Imam menjelaskan  satu persatu. Setelah semua dijelaskan, orang tersebut berteriak histeris, dan kemudian meninggal seketika.

Terlepas dari apakah kisah tersebut nyata atau fiksi, shaheh atau dhaif, tetapi kisah tersebut dapat saya "pinjam" untuk menggambarkan maksud saya tentang "main rasa" dan "kalimat-kalimat yang menyentuh hati". Seorang penyihir dapat menyentuh jiwa manusia yang bodoh, sehingga manusia tersebut menjadi seperti zombie, dapat bergerak kemanapun sesuai dengan kemauan penyihir. Ketika manusia zombie ini terkena sihir, maka tak ada logika baginya. Semua fakfa kebenaran menjadi tak berguna lagi. Dia sudah kehilangan otak. Karena otaknya sudah dikuasai oleh penyihir.  Tidaklah mungkin zombie diajak bicara dengan gaya logika, karena akan serupa dengan anda bicara dengan sebatang korek api. Zombie-zombie seperti ini hanya dapat diajak bicara dengan "kekuatan jiwa".  Karena kita harus menyeret kembali jiwanya yang telah hilang itu untuk kembali ke dalam raga nya, lepas dari cengkraman penyihir. Seseorang yang dapat menyampaikan kata-kata yang menggugah, yang menggetarkan jiwa, bahkan getarnnya kata-kata nya dapat membuat makhluk binasa, maka tentu orang tersebut memiliki kekuatan jiwa yang luar biasa.

Sebagaimana sering saya sampaikan, bahwa ada tiga jenis kebenaran, yaitu kebenaran ilmiah, logika dan bathiniah. Sejatinya, logika itu adalah penghubung antara dunia ilmiah dan mistik. Karena itu, janganlah berhenti pada pengajaran logika saja, tetapi Anda harus melangkah ke wilayah selanjutnya, yaitu bathiniah atau mistik.  Karena kita tidak hanya akan menghadapi manusia-manusia yang dapat diajak bernalar, tetapi juga akan menghadapi manusia-manusia zombie, di mana logika dan ilmiah sama sekali tidak berguna baginya, dan hanya kata-kata magic yang dapat mengambalikan kewarasannya. Rasulullah bersabda, "An Nasihatu Kas Sihrun", (nasihat itu bagaikan sihir). Di dalam nasihat, bukan hanya ada kebenaran nyata dan logika, tetapi juga di situ ada kekuatan magic.

Di dalam buku ilmu logika karya Joeseof Souyb, saya mendapati kata-kata :

kata adala magic
magic adalah kata
kata dan magic adalah satu
satu itu sama
kata dan magic itu sama

(apabila ada yang memiliki buku Joeseof Souyb tersebut, silahkan diperiksa buknya dan dikoreksi apabila terdapat kesalahan kutip)

Setiap orang yang dapat berpikir, berarti dapat berkata. Setiap yang dapat berkata berarti dapat melakukan magic. Setiap orang berkata, karena itu setiap orang dapat bermain magic. Kalau orang-orang jahat menggunakan magic untuk mengubah orang-orang bodoh jadi zombie, maka hanyalah suatu kebodohan bila melawan magic tersebut hanya dengan logika, seperti bodohnya orang yang mengajak berbicara pada sebatang kayu. Setelah sepuluh tahun berlalu, kemudian dia menjdi jengkel sendiri, karena batang kayu tak kunjung dapat mengerti apa yang dia katakan.

Dalam setiap nasihat itu ada magic. Tapi kita harus perhatikan, magic hitam dan magic putih. Magic hitam itu ada di dalam nasihat yang bertentangan dengan kebenaran ilmih dan logika. Magic yang putih, pasti selaras dengan kebenaran logika dan ilmiah. Karena itu, pelajari dulu hukum-hukum ilmiah dan logika, sebelum kita menggunakan magic untuk menyembuhkan manusia-manusia zombie yang tekena sihir ad hominem.

Kekuatan magic yang terkandung dalam kata-kata pada masing-masing orang adalah berbeda, bergantung kepada kekuatan rasa. Rasa ini sesuatu yang halus, tidak terlihat wujudnya, tidak bisa disentuh seperti udara, namun ia adalah kekuatan yang dahsyat. Tetapi, rasa ini ada rasa yang baik dan ada yang buruk.  Kebencian, kemarahan, kedengkian, iri hati, dan keangkuhan adalah bentuk perasanaan-perasaan buruk, namun dapat dijadikan kekuatan sebagai magic hitam oleh orang-orang jahat. Karena itu, orang-orang baik harus mempergunakan cinta kasih, kasih sayang, belas kasih, dan ketenangan untuk dijadikan sebagai kekuatan magic putih.

Ini merupakan rahasia para dukun santet. Bahwa untuk menyantet seseorang, sebenarnya tidak diperlukan sarana bermacam-macam. Seseorang dapat bersemedi dalam waktu 3 hari 3 malam dngan terus menerus memusatkan rasa benci kepada orang yang ingin disantet, maka orang yang dibenci tadi akan mengalami gejala-gejala kesakitan yang aneh. Ini gambaran dahyatnya energi kebencian untuk kekuatan magic hitam. Tetapi jangan pernah anda coba-coba mempraktikan hal ini. Karena, apabila anda melakukan hal ini, anda akan mendapat hukuman yang sangat mengerikan dan jauh lebih mengerikan dari pada orang yang tekena santet. Sebaliknya, pancarkanlah cint kasih pada sesama makluk Tuhan, duduklah bersemedi dan bayangkan wajah orang-orang, termasuk orang yang memusuhi Anda. Kemudian, pancarkan cinta kasih kepada mereka, sayangi mereka dalam batin Anda, doakan kebaikan bagi mereka, harapkan kebahagiaan mereka, maka Tuhan akan merahmati Anda, para malaikat akan turun dari langit ke bumi untuk membekati Anda, alams semesta akan menyayangi Anda dan Anda akan memiliki kekuatan magic putih. Kemudian Anda harus ingat, apabila Tuhan telah menganugrahi Anda kekuatan magic putih ini, maka tanggungjawab besar yang harus Anda tanggung selanjutnya adalah menghadapi dan melawan kekuatan-kekuatan magic hitam.

Sebelum saya akhiri, mari kita evaluasi kembali, mengapa bab tentang magic ini ada pada "buku ilmu logika" ? Itu Anda perlu memperhatikan struktur konsepnya. Salah satu Bab ilmu Logika adalah bab "Argumen". Di dalam Bab Argumen itu adalah "Argumentum ad Hominem". Dan Argumentum Ad Hominem ini berkaitan dengan soal perasaan atau mental. Dan Perasaan tersebut merupakan amunisi dari kekuatan magic. Jadi, dengan ini Anda melihat benang merah antara logika dan magic.


Selanjutnya >>> Argumentum Ad Ignoratium

Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Sultan

  • Sang Pengembara Yang Mencari Kepingan - Kepingan Pecahan Cermin Kebenaran Yang Berserakan Di Segala Penjuru Alam Semesta
  • Sahabat
  • ***
  • Tulisan: 188
  • Thanked: 1 times
  • Total likes: 21
  • Jenis kelamin: Pria
  • Spiritualitas dan Kebatinan
    • Lihat Profil
Re:Magic
« Jawab #1 pada: Oktober 02, 2017, 11:41:28 PM »
Kutip dari: Mas Sultan
Mas Sultan:
Benar sekali, kata dan magic adalah 2 sisi dalam satu koin ; di balik kata terdapat magic dan di balik magic terdapat kata.

Di dalam kata - kata, terkandung berbagai macam bentuk perasaan dari seseorang yang ditangkap oleh si pembaca dengan hatinya sehingga si pembaca dapat mengerti dan merasakan apa yang dirasakan oleh penulisnya.

Di dalam kata - kata, juga terkandung berbagai macam konsep, maksud, pemikiran, dan abstraksi dari seseorang yang ditangkap oleh si pembaca dengan akalnya sehingga si pembaca dapat memahami dan memikirkan apa yang dipikirkan dan dipahami oleh penulisnya.

Dengan demikian, selain menggunakan mata, manusia membaca kata - kata juga menggunakan akal dan hatinya ; akal dan hati seseorang juga menyaksikan kata - kata yang dibaca oleh matanya.


Kata - kata adalah madu dan racun ; 2 jenis rasa ; pahit dan manis.
Ketika seseorang memuji orang lain karena keberuntungannya, maka ia memberikan rasa manis dalam kata - katanya kepada orang yang dipujinya.
Ketika seseorang mencaci, memaki, menghina, atau merendahkan orang lain, maka ia memberikan rasa pahit dalam kata - katanya kepada orang yang dihina, dicaci, dimaki, atau direndahkan olehnya.

Masih banyak penggambaran dan pengungkapan tentang magic dalam kata - kata yang semuanya tidak bisa dituliskan dalam tempat yang terbatas ini.

Yang terpenting intinya adalah kata - kata itu kaya akan makna.
Kebenaran itu ibarat cermin yang pecah berkeping - keping. Masing - masing kepingnya adalah kebenaran. Namun kepingan - kepingan pecahan cermin tersebut berserakan di segala tempat. Tugas kitalah untuk memungut kepingannya satu per satu kemudian menyusunnya agar menjadi cermin yang utuh.
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
239 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 11, 2016, 01:45:25 PM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan