Penulis Topik: Kontradiksi dengan Perbuatan  (Dibaca 143 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9585
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Kontradiksi dengan Perbuatan
« pada: Oktober 04, 2017, 09:13:05 PM »
Daftar Isi
====================
1. kontradiksi
1.1. Kontradiksi atau Bukan
1.2. Kasus Kontradiksi
1.3. Tafsiran Kontradiktif
1.4. Hipothetical Proposisi Yang Kontradiksi
1.5. [Kontradiksi Dengan Perbuatan]
2. Kontrari
3. Subkontrari
4. Subalternasi
====================

1.5. Kontradiksi Dengan Perbuatan
Edisi : 04 Oktober 2017, 21:05:10

Tujuan :
 - memahami penggunaan istilah "kontradiksi" yang tidak tepat
- berhati-hati dalam menggunakan istilah kontradiksi
- dapat menjelaskan dan memberi contoh antara kontradiksi dan bentuk-bentuk yang hanya mirip dengan kontradiksi
- membedakan antara nilai salah, bohong dan kontradiksi
===================

Istilah kontradiksi sebenarnya untuk menyatakan pertentangan antara bentuk proposisi A dan O, juga antara bentuk E dan I. Tetapi, kemudian terkadang istilah kontradiksi diterapkan pertentangan antar kondisi, perasaan atau perilaku serta pertentangan antara ucapan dengan perilaku :

Contoh 1:

 "Andi mencintai Citra, Tetapi Citra membenci Andi".

1. Andi mencintai Citra
2. Citra membenci Andi

Ada yang menyebut fakta yang demikian itu sebagai kontradiksi. Karena cinta dianggap antonim dari benci. Penggunaan istilah kontradiksi untuk fakta yang demikian itu tidaklah tepat. Istilah yang tepat untuk menyebut pertentangan antara perasaan Andi dengan Citra adalah Kiasmus, bukan kontradiksi. Perhatikan pula contoh-contoh lainnya !

Contoh 2 :

"Perilaku mu kontradiksi dengan ucapanmu. Katamu, Halimah adalah wanita yang baik dan cantik, dan kamu ingin menjadikannya sebagai istrimu, tetapi faktanya kamu sekarang mempersunting Meisya."

Ini tidak dapat disebut kontradiksi, apabila dikembalikan ke dalam dua bentuk proposisi :

A. Kamu harus memilih Halimah sebagai istri
E. Kamu tidak memilih Halimah sebagai istri

syarat kontradiksi tidak terpenuhi, karena terdapat tiga term. Sedangkan kontradiksi itu hanya boleh terdiri dari dua term, tidak boleh kurang maupun lebih.

Term 1 = kamu
Term 2 = harus memilih Halimah sebagai istri
Term 3 = memilih Halimah sebagai istri

Soal "kamu tidak memilih apa yang menurutmu harus kau pilih" tidak menjadikan sesuatu itu sebagai kontradiksi.

Contoh 3 :

"Kamu bilang, lapar dan ingin makan, tapi kutawari makan kau menolak".

Dalam pengalaman sehari-hari, terkadang saya mendengar orang menyebut yang demkian itu kontradiksi. Sedangkan kontradiks itu sejatinya pertentangan keyakinan. Bayangkan, orang yang sedang berpuasa tidak mustahil mengatakan "saya lapar dan ingin makan", tapi soal kemudian dia tidak melakukan apa yang ingin dia lakukan, tidak menjadikannya kontradiksi. Coba lihat bentuk proposisinya :

A. Saya ingin makan
E. Saya tidak makan

lagi-lagi, ini adalah tiga term, bukan dua term, sehingga syarat kontradiksi tidak terpenuhi.

Bandingkan lagi :

A. Saya ingin makan
E. Saya tidak ingin makan

ini hanya ada dua term, dua proposisi, satu bersifat positif dan lainnya negatif, maka jelas ini bentuknya kontradiksi. Karena itu, kalau orang berkata, "saya ingin makan, tapi saya tidak ingin makan", maka jelas kontradiksi. Tapi tidak kontradiksi kalau berkata, "saya ingin makan, tapi saya menolak makan sekarang".

Contoh 4 :

"Kamu bilang harus pergi ke utara, tapi sekarang kau berngkat ke selatan".

A. Saya harus pergi ke utara
A. Saya pergi ke selatan

tak ada kontradiksi.

Contoh 5 :

"Kau sering bilang, bahwa kita ini harus sabar, menghadapi masalah dengan tenang, tapi faktanya sekarang marah, kesal, panik, tidak sabar dalam menghadapi masalah yang kau hadapi."

A. Saya harus sabar menghadapi masalah ini
E. Saya tidak sabar menghadapi masalah ini

dua proposisi di atas tidak kontradiksi.

A. Saya orang sabar
E. Saya bukan orang sabar

Ini baru kontradiksi.

Contoh 6 :

"kamu bilang kamu akan berani menghadapi hukum, tetapi sekarang kau lari dari hukum".

Contoh 7 :

"Anda berjanji, bahwa hari ini Anda akan melunasi hutang Anda pada saya. Tapi kenyataannya, Anda tidak membayar serupiahpun."

Contoh 8 :

"Ayah bilang, kalau aku naik kelas akan membelikanku sepeda, tapi aku sudah naik kelas dan ayah tidak membelikanku sepeda."

premis minor : jika aku naik kelas, ayah membelikanku sepeda
premis mayor : ternyata aku naik kelas
Kesimpulan : jadi, (semestinya) ayah membelikanku sepeda

tapi ternyata, ayah tidak membelikanku sepeda
itu berarti "implikasinya bernilai salah" atau "sang ayah berbohong".

Apakah "kebohongan" adalah kontradiksi ? Jika kebohongan itu kontradiksi, maka kebenaran juga kontradiksi. Sebab, setiap proposisi yang bernilai benar maupun salah, tentu memiliki lawan proposisi yang menjadi kontradiksinya. Karena itu, jika anda berkata benar, maka itu pasti kontradiksi dengan kebohongan. Dan jika anda berkata bohong, maka itu pasti kontradiksi dengan kebenaran. Setiap perkataan bohong, berisi proposisi yang salah. Tetapi proposisi yang salah, tidak berarti berisi kebohongan. Ada perbedaan antara perkataan bohong dengan kontradiksi, juga ada perbedaan antara "salah" dan "bohong".

Semisal, saya katakan "Setiap A adalah B" merupakan proposisi bernilai salah. Tapi saya tidak berbohong. Sedangkan bila saya katakan "jumlah istri saya adalah dua orang", maka proposisi ini bukan saja bernilai bohong, tetapi juga salah.  Karena itu, setiap perkataan bohong pasti memiliki kontradiksinya.  Tetapi setiap kontradiksi, tidak berarti kebohongan. Jadi, di sini perlu membedakan antara nilai proposisi, kebohongan dan kontradiksi.

Pekerjaan logicer adalah mengolah nilai proposisi, mendeteksi kebohongan serta memeriksa kontradiksi, tujuannya adalah untuk meluruskan pikiran. Sebelum memeriksa kontradiksi-kontradiksi pada keyakinan orang lain, tentu lebih berguna bagi seorang logicer untuk terlebih dahulu memeriksa kontradiks-kontradiksi di dalam keyakinnnya sendiri. Karena itu, sebagai seorang pemikir logic, sungguh senang apabila ada orang yang dapat menemukan kontradiksi-kontradiksi di dalam pemikiran saya. Itu berarti dia telah membantu saya untuk memperbaiki diri. Untuk dapt menemukan kontradiksi di dalam pemikiran orang lain, terkadang diperlukan aanlisa yang cerdas dan kerja keras. Karena itu saya akan sangt berterima kasih, dia begitu menyimak dan meperhatikan pemikiran-pemikiran saya  Saya telah memposting ribuan artikel di medialogika.org. Siapapun dipersilakan untuk menganalisa kontradiksi pemikiran-pemikiran yang tertuang dalam tulisan-tulisan yang telah saya posting tersebut. Tetapi, apabila Anda hendak menyatakan sesuatu sebagai kontradiksi, Anda harus hati-hati ! Sebelumnya Anda harus memperhatikan terlebih dahulu definisi kontradiksi serta syarat-syarat sesuatu dapat disebut kontradiksi. Dan perhatikan pula, bagaimana sesuatu dapat dianggap terbukti kontradiksi.

Contoh kasus sederhana :
-----------------
Suatu hari anak saya mendengar caci maki dalam tayangan sinetron, di mana seorang perempuan memaki seorang lelaki dengan menggunakan kata-kata "Dasar kamu !"

anak saya yang masih berumur 4 tahun bertanya, "Yah.... Dasar itu apa sih ?"

saya menjawab, " itu kata-kata yang kasar, kamu tidak boleh berkata seperti itu."

anak saya mengingt dan mematuhinya dengan baik. Tapi setelah dia berumur 5 tahun, saya berkata padanya, "Sebentar lagi kamu masuk Sekolah Dasar."

anak saya protes dan berkata, "ayah bilang gak boleh ngomong `dasar`. Katanya kasar. Kenapa ayah bilang begitu ?"

bukan hanya merasa aneh tetapi anak saya juga terlihat kecewa, karena saya terlihat seperti mengingkari diri saya sendiri, kontradiksi.

Saya tersenyum, "oh.. Maksud ayah bukan begitu ... " saya termenung sebentar memikirkan bagaimana caranya menjelaskannya pada anak saya.
===========

Dalam tingkatan yang lebih pelik, saya telah menghadapi banyak orang yang kecewa, pergi menjauh bahkan boleh dibilang  "melarikan diri", kabur dari saya karena menganggap saya tidak konsisten, kontradiksi atau mengingkari diri saya sendiri. Padahal, jika ada yang dapat menemukan kontradiksi di dalam keyakinan-keyakinan saya, hal yang harus anda lakukan bukannya membenci atau lari menjauh, tapi silahkan sebutkan di mana kontradiksinya dan buktikan. Format pembuktiannya telah saya sediakan. Tetapi sejauh pengalaman saya, anggapan-anggapan bahwa pemikiran, ucapan dan perilaku saya kontradiksi yang terjadi selama ini hanyalah semisal kasus kata "dasar" yang tadi diceritakan.


Selanjutnya >>> Kontrari

« Edit Terakhir: Oktober 04, 2017, 09:35:49 PM oleh Kang Asep »
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

GoogleTagged

com


Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
4 Jawaban
2182 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 03, 2013, 08:40:00 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1555 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 04, 2013, 09:57:41 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1014 Dilihat
Tulisan terakhir November 18, 2014, 12:20:52 AM
oleh Kang Asep
8 Jawaban
2796 Dilihat
Tulisan terakhir April 05, 2017, 03:37:49 PM
oleh Ziels
0 Jawaban
590 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 10, 2016, 09:55:55 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
457 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 10, 2016, 10:05:13 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
329 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 24, 2016, 01:24:09 PM
oleh Kang Asep
2 Jawaban
392 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 24, 2016, 07:31:55 PM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
396 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 23, 2017, 10:00:50 PM
oleh Monox D. I-Fly
0 Jawaban
887 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 24, 2017, 04:30:11 PM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan