Penulis Topik: Ittifaqiyah  (Dibaca 71 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9592
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 483
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Ittifaqiyah
« pada: Juni 07, 2018, 04:28:43 PM »
(Syartiyah Muttashilah[2])

Syartiyah muttashilah Ittifaqiyah adalah keterangan menduga di mana hubungan Muqaddam dan Taali tidak bersifat mesti, melainkan :

1) hanya kebetulan
2) sebagai perumpamaan
3) kebiasaan
4) Rencana

Contoh kebetulan :
jika kamu dapat THR, maka aku hanya dapat gigit jari

Kebetulan kamu seorang karyawan, sedangkan saya hanya tukang cendol. THR dari mana ?

Sebagai perumpamaan :
Jika kamu bunga, maka aku kumbangnya.

Contoh Kebiasaan :
Jika aku berharap padamu, kau menghindar dariku
Jika aku pergi, kau dagang memberi harapan.

Biasanya begitu. Memang kau cewek PHP.

Contoh Rencana :
Jika bulan lebaran menjelang, maka akan mudik ke kampung halaman

Pernyataan-pernyataan ittifaqiyah sebenarnya di luar pembahasan logika. Karena tidak memiliki konsekuensi logis  yang dapat dipertanggungjawabkan. Jika muqaddam terjadi atau pun tidak, tidak berpengaruh pada terjadinya taali. Semua itu hanyalah ketak-pastian. Pernyataan menduga yang dapat dimasukan ke dalam mesin logika adalah pernyataan yang sekurang-kurangnya apabila Muqaddam terjadi, tetapi taali tak terjadi, maka dapat dinyatakan sebagai pernyataan bohong. Tetapi ittifaqiyah tidak memiliki kondisi di mana ia dapat dinyatakan bohong atau salah.

Teman : saya bilang ke anak, "jika kamu naik kelas, ayah akan membelikanmu sepeda." Tapi saya tidak membelikannya sepeda. Maka, apakah saya salah ?
Saya : Berarti Anda telah berbohong pada anak Anda.
Teman : saya gak bohong. Itu kan cuma rencana, bukan janji. Namanya rencana bisa berubah.

Boleh saja pernyataan-pernyataan Ittifaqiyah dimasukan ke dalam mesin logika, tapi mesti diasumsikan sebagai Syartiyah Muttashilah Luzumiyah.

Jika malam minggu tiba, aku apel ke rumah mu.

Pernyataan tersebut, merupakan Luzumiyah, bila dapat diambil konsekuensi logisnya. Dan ia merupakan ittifaqiyah, bila tidak dapat diambil konsekuensi nya. Secara alami, pernyataan tersebut Ittifaqiyah. Karena hubungan antara "tibanya malam minggu" dengan "apel ke rumahmu" tidaklah bersifat mesti.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan