Penulis Topik: Indikasi  (Dibaca 78 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9458
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 472
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Indikasi
« pada: Oktober 09, 2017, 09:03:48 AM »
Daftar Isi
====================
1. Proposisi Hipotesa
1.1. Implikasi
1.1.1.Menguji Kebenaran Implikasi
1.2. Ekuivalensi
1.3. Hukum Kausalitas
1.4. Hukum Kausalitas Ilmiah
1.4.1. Indikasi
2. Proposisi Disjungsi
2.1. Hukum Perlainan
2.1.1. Pengantar Dan Pengiring Pada Disjungsi
2.1.2. Bukan Fallacy
====================

1.4.1. Indikasi
Edisi : 09 Oktober 2017, 08:57:42

Pertentangan pendapat merupakan hal biasa di dalam kehidupan ini. Tetapi, akibat pertentangan pendapat, dapat menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan, mulai dari konflik antar individu, antar kelompok masyarakat, kelompok agama hingga akhirnya dapat menimbulkan peperangan. Peperangan tidak akan terjadi, jika kedua pihak sependapat dalam segala hal, tanpa pertentangan. Ada perang, berarti di situ ada pertentangan pendapat. Karena itu, hal "yang biasa" tadi, ternyata dampaknya bisa "luar biasa".

Di sisi lain, banyak orang atau kelompok orang yang bertentangan pendapat dengan pihak lainnya tanpa menimbulkan "perang". Jika perang, pasti di situ ada pertentangan pendapat. Tapi jika bertentangan pendapat, belum tentu perang. Sedangkan menurut hukum kausalitas ilmiah,  "pertentangan pendapat" hanya bisa disebut sebagai "sebab perang", apabila selalu ditemukan pada setiap kasus "perang" dan "perang" selalu terjadi pada setiap terjadi "pertentangan pendapat".  Pertanyaannya, apakah benar setiap terjadi pertentangan pendapat berarti terjadi perang ? Jawabanya "tidak benar".  Ini berarti, berdasarkan hukum kausalitas ilmiah, pertentangan pendapat tidak dapat dikatakan sebagai "sebab" dari perang. Walaupun tidak dapat dikatakan sebagai "sebab", tetapi adanya "perang" tidak dapat lepas dari pengaruh "pertentangan pendapat". Jika "hubungan pengaruh" ini tidak dapat disebut sebagai "sebab", maka apa sebutannya yang tepat ? Ada yang menyebut hubungan seperti itu sebagai "sebab yang tidak sempurna". Oleh karena itu dikatakan "perntentangan pendapat" merupakan sebab perang yang belum sempurna. Namun saya tidak sepakat dengan istilah "sebab yang belum sempurna" tersebut dan tidak ingin mempergunakan istilah seperti itu, melainkan lebih memilih istilah "indikasi". Dengan demikian saya katakan "pertentangan pendapat" adalah "Indikasi perang".

Mari kita coba terapkan kepada berbagai kasus lainnya.

Kasus 1 :

Jika hujan, berarti mendung. Jika mendung, belum tentu hujan. Jadi, mendung adalah indikasi hujan.

Cocok tidak ?

Kasus 2 :

jika pintar, maka naik kelas. Jika naik kelas, belum tentu pintar. Jadi, naik kelas adalah indikasi pintar.

Kasus 3 :
jika Anda menikah, maka Anda dewasa. Jika Anda dewasa, belum tentu Anda menikah. Jadi, menikah adalah indikasi Anda dewasa ?

Silahkan Anda membuat contoh-contoh kasus lainnya !
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
1025 Dilihat
Tulisan terakhir April 16, 2013, 04:51:20 PM
oleh Awal Dj
5 Jawaban
3308 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 03, 2015, 12:35:18 AM
oleh Monox D. I-Fly

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan