Penulis Topik: Hukum Rangka Pikiran Ketiga  (Dibaca 56 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9592
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 483
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Hukum Rangka Pikiran Ketiga
« pada: Juni 09, 2018, 12:54:37 AM »
Hukum Rangka Pikiran Ketiga (TKTB) memuat ketentuan sebagai berikut :

1) Premis minor mesti menegas (affirmatif)
2) Mesti meliput (universal) setidak-tidaknya pada salah satu premis.

contoh :

Premis minor : setiap Rasul Allah menerima Wahyu
Premis mayor : Setiap Rasul Allah adalah ahli sorga
konklusi : sebagian yang menerima wahyu adalah ahli sorga.

Dalam contoh ini premis minor menegas dan kedua premis meliput, maka memenuhi ketentuan Hukum Rangka Pikiran Ketiga.

Contoh bila premis minor menidak

premis minor : Setiap Rasul Allah bukan pendusta
premis mayor : setiap Rasul Allah itu jujur.
Konklusi : Setiap pendusta tidak  jujur.

Susun Pikiran ini tidak sah karena melanggar Hukum Peniapan, yaitu Hukum Aristoteles yg ke 4. Perhatikan bahwa term "jujur" di dalam premis yang bersifat partial berubah menjadi universal dalam konklusi. Ini adalah pelanggaran.

Contoh lain :

premis minor : Setiap emas bukan kayu
premis mayor : setiap emas adalah logam
Jadi : setiap kayu bukan logam

Konklusi bernilai benar, tapi tak logis. Karena term "logam" yang tadinya partial jadi universal. Ini adalah modus KTBT - AAA. Modus berpikir seperti ini melanggar hukum logika dan termasuk pada modus berpikir yang tak sah.

Jika konklusinya dapat bernilai benar, lalu mengapa modus berpikir seperti ini harus dianggap melanggar dan  tak sah ? Karena, modus berpikir yang sah itu harus logis dan benar, bila diterapkan pada seluruh kasus. Perhatikan bahwa walaupun pada kasus di atas, konklusi bernilai benar, tapi lain lagi jika diterapkan pada kasus berikut :

premis minor : Setiap kelinci tidak bertelur
premis mayor : Setiap kelinci adalah hewan
kesimpulan : Setiap yang berterlur bukan hewan

Pada kasus ini,  selain tak logis, konklusinya juga bernilai salah.

Contoh lain :

premis minor : sebagian siswa tidak naik kelas
premis mayor : setiap siswa berhak mendapatkan pendidikan
kesimpulan : setiap yang naik kelas tidak berhak mendapatkan pendidikan
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
1808 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 21, 2013, 06:02:36 AM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
656 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 14, 2014, 10:16:46 PM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
738 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 26, 2016, 10:35:14 AM
oleh Sandy_dkk
1 Jawaban
513 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 10, 2015, 02:32:04 PM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
517 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 07, 2016, 05:38:00 PM
oleh kang radi
5 Jawaban
1202 Dilihat
Tulisan terakhir April 20, 2016, 07:55:48 AM
oleh Kang Asep
3 Jawaban
662 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 16, 2016, 01:36:21 AM
oleh Ziels
0 Jawaban
463 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 09, 2016, 03:13:02 PM
oleh Sultan
2 Jawaban
693 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 14, 2016, 04:32:05 PM
oleh Sultan
2 Jawaban
569 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 24, 2016, 04:34:28 PM
oleh Sultan

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan