Penulis Topik: Arti Implikasi  (Dibaca 602 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9465
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 472
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Arti Implikasi
« pada: Oktober 01, 2015, 07:49:38 AM »
Kutip dari: mushab bin umair;2330612
Ulil-'Amri yang ma'shum itu hanyalah khayalan saja, tidak ada dalam kenyataan, dan hanya ada dalam dongengan orang2 Syi'ah Rafidhah.
Syari'at Allah dan Rasul-Nya hanya mengenal ulil-'Amri yang tidak ma'shum.
Saya hanya akan memilih pemimpin yang dikenal oleh syari'at Allah dan Rasul-Nya, dan tidak akan pernah memilih pemimpin khayalan hasil dongengan orang2 Syi'ah Rafidhah.

Orang ini benar-benar tidak mengerti arti dari sebuah implikasi.

Dalam suatu perdebatan, tentu semua mesti diperkenankan untuk mengemukakan argumentasi masing-masing untuk membuktikan bahwa keyakinannya benar. Tapi sebelum itu, harus dimengerti dulu, para definisi dari bukti, apa yang bisa dianggap sebagai bukti yang benar, dan bagaimana jika terbukti benar. Jika orang berkata pada saya, “Apapun bukti kamu, apapan alasan atau argumentasi kamu, apakah terbukti keyakinanmu sesuai syariat atau tidak, maka menurut saya keyakinanmu tetap salah.” Jika demikian, apa gunanya bersusah payah membeberkan bukti padanya ?

Mushab seperti anak kecil yang merengek, yang berkali-kali mengatakan apa yang dia inginkan. “aku ingin kamu salah, aku ingin kamu mengakui kesalahanmu, dan kamu mengaku bahwa aku benar. Tidak peduli dengan segala alasan atau argumentasimu, aku hanya ingin mengatakan kamu salah.” Seperti anak kecil yang rewel, selama keinginanya tidak terpenuhi, maka dia tidak akan berhenti merengek.

Berikut ilustrasi dialog saya dengan Mushab :

Saya katakan padanya, “Bagaimana jika kemaksuman ulil amri itu sesuai syariat ?”

“Tidak. Ulil Amri yang maksum itu adalah khayalan orang-orang syiah.” Jawab Mushab.

“saya tidak menyangkal, tidak juga membenarkannya. Tapi saya hanya bertanya, bagaimana kalau terbukti bahwa ulil amri itu maksum ?” saya coba tanya lagi.

“Tidak benar. Ulil amri sesuai syariat itu adalah ulil amri yang tidak maksum.” Demikian kata Mushab.

Perhatikan dari ilustrasi tersebut, pertanyaan dan jawaban tidak nyambung. Saya tidak perlu lagi menguraikan secara terperinci, di mana letak kesalahan pemikiran-pemikiran Mushab bin Umair. Dia merasa hebat dan terlalu percaya diri untuk mengkritisi ulama-ulama besar syiah seperti Imam Khomaeni dan sebagainya. Tapi untuk menghadapi kritikan dan pertanyaan-pertanyaan saya saja, saya anggap dia tidak mampu melakukannya dengan benar. Maka, bagaimana mungkin saya bisa mengharapkan pencerahan agama dari orang seperti ini ?

Saya tidak mengkritisi sunni, tidak menyalahkan aqidah sunni, tapi saya menyalahkan dan mengkritisi aqidah Mushab bin Umair. Sebab nyata dengan jelas, Mushab bin Umair dengan Sunni itu berbeda. Walaupun menyalahkan dan mengkritisi, sungguh saya tidak bermaksud menghina. Tetapi, sudah sepuluh tahun terakhir ini Mushab bin Umair selalu menyerang syiah dan menepuk dadanya sendiri bahwa dialah yang benar, serta orang-orang syiah itu keliru. Saya hanya berpikir, jika dia orang yang benar, maka saya akan belajar padanya dengan bersungguh-sungguh. Walaupun saya belajar melalui seni debat, tapi tujuannya adalah untuk mengerti. Saya mengumpulkan potongan-potongan artikelnya, menyusun dan membukukannya. Adakah lawan debat Mushab yang melakukan hal semacam ini selain saya ? tetapi, sepuluh tahun mengikuti postingan-postingannya, mempelajari struktur pemikirannya, berakhir pada kesimpulan bahwa Mushab bin Umair ini hanyalah seorang “Ahli Salah Faham”. Mohon maaf atas segala kesimpulan saya yang mungkin sangat tidak menyenangkan. Tapi saya harus menyimpulkan dan menyampaikan kesimpulan saya. Tentu saya akan bertanggung jawab atas kesimpulan saya di dunia dan di akhirat. Dan tentu Mushab sendiri boleh membuat kesimpulannya tentang saya dan akan saya terima apapun kesimpulan dia tentang saya. 

Sulitnya Mushab mengerti arti sebuah Implikasi sebanding dengan orang yang sulit mengerti arti kata Kecuali, lihat pula bentuk kekacauan aqidahnya dalam artikel berjudul : Dalil Berputar. Dan saya telah mengumpulkan sebagian artikel Mushab pada software PN6 dan juga sebagiannya diposting ulang di medialogika.org pada link : Kumpulan Artikel Mushab bin Umair

Saya merasa bahwa ini adalah diskusi terakhir saya dengan Mushab bin Umair. Karena saya merasa tidak ada hal-hal baru  lagi yang bisa saya pelajari dari Mushab. Tapi entahlah, karena seringkali perasaan dan keinginan berubah kemudian.

Akhir kata, saya sampaikan permohonan maaf saya pada Mushab bin Umair. Karena sudah pasti selama ini saya banyak menyakiti antum dengan kata-kata saya. Tapi ketahuilah, dalam hati saya tidak ada rasa kebencian atau permusuhan sama sekali. Semua kata-kata saya yang mungkin terkesan menghina atau merendahkan antum, hanyalah bagian dari “seni debat” untuk menghangatkan suasana saja. Sekarang, saya merasa sudah cukup untuk belajar dari antum. Tidak ada hal-hal baru lagi yang saya rasa bisa saya pelajari lagi dari antum. Semua sudah antum sampaikan, dan saya sudah mencatatnya. Dan bahkan saya sudah menganalisa serta membuat kesimpulannya. Ingin sekali saya bisa sejalan dan sepemikiran dengan antum, sekeyakinan di dunia dan akhirat. Tapi apa boleh buat, jika setelah melalui proses penyelidikan yang cukup lama, akal saya membuat kesimpulan yang berbeda dari yang saya inginkan. Karena itu, jika memang saya salah menurut Hukum Tuhan, maka doakanlah agar ada jalan lain untuk kembali ke jalan yang benar. Tapi jika saya benar, maka semoga ada jalan lain yang akan dapat membuat antum mengerti, jalan kebenaran sebagaimana yang saya lihat. Sayapun ucapkan rasa terima kasih atas segala waktu, tenaga, pikiran yang telah antum berikan untuk diskusi dengan saya. Semoga antum memperoleh kebahagiaan di dunia dan akhirat !
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 
The following users thanked this post: Ina Azahar

 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
1 Jawaban
1614 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 25, 2012, 08:56:04 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
821 Dilihat
Tulisan terakhir April 16, 2013, 09:28:06 AM
oleh Awal Dj
1 Jawaban
808 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 29, 2013, 07:25:42 AM
oleh Kang Asep
41 Jawaban
12024 Dilihat
Tulisan terakhir September 04, 2013, 06:04:13 AM
oleh Sandy_dkk
0 Jawaban
607 Dilihat
Tulisan terakhir November 25, 2014, 11:58:27 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
707 Dilihat
Tulisan terakhir April 04, 2015, 07:40:37 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
364 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 29, 2015, 10:53:05 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
391 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 06, 2016, 04:47:20 PM
oleh Sandy_dkk
0 Jawaban
198 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 22, 2016, 07:42:28 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
218 Dilihat
Tulisan terakhir November 04, 2016, 10:12:49 AM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan