Penulis Topik: Hamba Yang Percaya Pada Tuhan  (Dibaca 33 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9592
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 483
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Hamba Yang Percaya Pada Tuhan
« pada: Maret 30, 2018, 04:22:50 AM »
Adik saya bilang, kita ini hidup bagaikan sapi yang ditarik berjalan, selangkah demi selangkah menuju tempat kurban. Demikian pula setiap langkah kita, akhirnya akan sampai pada langkah terakhir di mana kita akan berhenti untuk selama-lamanya.

Kita semua tahu bahwa Kullu nafsin dzaiqatul maut, tetapi seringkali kita lupa bahwa kita pasti akan pulang ke kampung akhirat. Tetapi sebagian orang tidak yakin, kemana ia akan pergi setelah ajal maut tiba. Dia bertanya tanya, "apakah aku akan pergi menuju tempat yang indah, tempat yang buruk lagi menakutkan ataukah aku akan musnah, menjadi tiada kembali seperti sebelumnya".

Manusia bertanya-tanya, mereka merenungi dirinya sendiri. Kita semua ingin tahu, apa yang akan terjadi pada diri kita kelak. Namun bagaimanakah kita dapat mengetahui nya ?

Sebagian orang mencoba mencari tahu dari bacaan bacaan kitab suci, yang lainnya mendengarkan para guru, ada juga yang sekedar menduga-duga. Tapi sebagian orang diperkenankan Tuhan untuk melihat kehidupan sesudah kematian. Bahkan, tidak sedikit manusia yang dimatikan dan dihidupkan kembali untuk memberi kabar pada manusia, apa yang ada dan terjadi di alam kematian, sehingga umat manusia memperoleh penerangan, petunjuk pengetahuan yang mencerahkan. Karena Tuhan tidak membiarkan manusia dalam kegelapan. Dialah yang pertama-tama mendidik dan mengajari kita, dan Dia pula selama ini membimbing kita, serta akan selalu mengajar dan mendidik kita sampai kita kembali ke haribaanNya.

Beruntunglah hamba yang percaya pada adanya Tuhan yang mendengar dan mengasihinya, karena dia memiliki tempat untuk mengadu, berkeluh kesah. Seperti seorang anak yang menangis dalam pangkuan ibunya, seraya ibunya membelainya penuh kasih sayang, demikianlah seorang hamba membenamkan diri dalam buaian Tuhannya. Hamba itu mencintai Tuhannya dan Tuhannya mencintai hambaNya. Saat jiwa berpisah dengan raga, maka tidaklah ia pergi kecuali menuju dzat yang dicintainya, yaitu Tuhannya.

Seorang hamba berdoa,"ya Tuhanku, ibu bapak ku telah lama mati, kini aku sendiri. Tiada lagi seorang yang menyeka air mataku, tidak ada lagi yang memelukku, tiada lagi yang menenangkan hatiku dikala teman-temanku melukai hatiku, aku tanpa pelindung dan pembela. Hanya Engkaulah satu-satunya yang kuharap menjadi pelindung dan pembelaku, karena tidak ada yang lebih mengetahui kepedihan hatiku, kecuali Engkau. Aku yakin Engkau mendengar tangisanku, Engkau melihat kesusahan ku, karena Engkau Maha Mendengar lagi Maha Melihat. Aku juga yakin, Engkau mengasihi dan menyayangiku, karena Engkau Maha Pengasih dan Lagi Maha Penyayang."

Doa seorang hamba yang percaya Tuhannya Maha Mendengar dan Maha Melihat. Tidak perlu khawatir dengan nyinyiran kaum atheis terhadap hamba yang menangis kepada Tuhannya, yang akan menganggapnya bicara dengan teman khayalan, karena pada saatnya Tuhan sendirilah yang akan memperkenalkan diriNya pada setiap hambaNya.

Siapa yang mencintai sesuatu, maka dia akan menyebut-nyebut nama sesuatu itu. Demikian pula hamba yang mencintai Tuhannya, dia akan menyebut-nyebut nama Tuhannya dalam setiap langkah kakinya, dalam setiap gerak tubuhnya, dalam setiap tarikan dan hembusan nafasnya, saat dia duduk, berdiri ataupun berjalan. Tidaklah dia memandang sesuatu, kecuali dia melihat wajah Tuhan. Tidaklah dia memikirkan sesuatu, kecuali dengan mengingat kebesaran Tuhan. Di dalam hati dan pikirannya dia selalu mengingat Tuhan, di dalam pembicaraan nya, nama Tuhan sering disebutnya. Segala perbuatannya dilakukan untuk mendapatkan ridho Tuhannya.

Walaa tamuutunna illaa waantum muslimuun. Janganlah kamu mati, kecuali dalam keadaan berserah diri. Laa haula walaa quwwata illaa Billah. Tiada daya dan kekuatan, kecuali atas pertolongan Allah. Inna shalati, wanusuki, wamahyaya wa mamati lillahi rabbil aalamiin, sesungguhnya hidup dan mati ku adalah bagi Tuhan semesta alam. Karena Dia adalah tujuan terakhir segenap makhluk.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
2 Jawaban
1453 Dilihat
Tulisan terakhir April 08, 2015, 11:25:14 AM
oleh Kang Asep
3 Jawaban
1333 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 02, 2015, 04:52:54 PM
oleh Ziels
2 Jawaban
2169 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 07, 2013, 08:45:08 PM
oleh Kang Asep
9 Jawaban
4674 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 04, 2013, 08:49:09 PM
oleh Kang Asep
7 Jawaban
1647 Dilihat
Tulisan terakhir September 26, 2013, 04:18:00 PM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
626 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 02, 2015, 04:05:16 PM
oleh GeorgeDes
1 Jawaban
528 Dilihat
Tulisan terakhir April 22, 2016, 06:49:10 PM
oleh agusrahmat2099@gmail.com
0 Jawaban
262 Dilihat
Tulisan terakhir September 24, 2016, 03:41:59 PM
oleh Sultan
0 Jawaban
55 Dilihat
Tulisan terakhir April 13, 2017, 05:41:26 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
156 Dilihat
Tulisan terakhir April 18, 2017, 07:56:26 PM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan