Penulis Topik: Antara Manipulasi Data dan Tipu Muslihat  (Dibaca 113 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9592
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 483
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Antara Manipulasi Data dan Tipu Muslihat
« pada: April 07, 2018, 08:54:52 PM »
Edisi : 4 April 2018

Ketika pertama kali saya mendengar istilah "Manipulasi Data", maka yang muncul dalam persepsi saya adalah sesuatu yang berhubungan dengan "Tipu Muslihat" dan "Korupsi". Hehe..  Padahal dalam sistem database, istilah Manipulasi Data sama sekali tidak berkenaan dengan Tipu Muslihat apalagi korupsi, melainkan merupakan suatu metode pengambilan informasi dari sekumpulan data, teknik penempatan informasi baru, penghapusan dan modifikasi informasi, yaitu editing atau upgrade.

Contohnya ketika diketahui ada kekeliruan data di antara sekumpulan data tersebut. Tentu data yang salah tidak dapat dibiarkan, melainkan harus dihapus atau diganti. Apabila data salah tidak diganti, maka dapat menimbulkan informasi palsu. Metoda yang dipilih untuk menghapus atau mengganti data salah tersebut disebut Manipulasi Data atau dikenal dengan istilah Data Manipulation Language (DML).

Data yang salah, dapat diganti dengan data yang benar. Tindakan ini tidak dapat dikategorikan tipu muslihat. Memang sistem harus menyediakan tool agar dapat dapat diperbaharui. Tapi Sebaliknya data yang benar, dapat pula diganti dengan data yang salah, sehingga menimbulkan informasi palsu. Perilaku curang seperti itu disebut tipu muslihat. Jadi "Manipulasi Data" bersifat netral, tidak baik maupun buruk. Jika manipulasi data digunakan untuk tipu muslihat, maka yang buruk adalah tipu muslihatnya sendiri, bukan Manipulasi Data nya.

Ilustrasi :

Di sebuah toko disediakan sistem aplikasi kasir. Setelah login, sistem hanya menyediakan tools untuk penjualan saja, melihat informasi total penjualan, jumlah pembayaran dan angka kembalian. Tetapi kasir tidak mendapatkan tools untuk mengedit atau menghapus penjualan. Dengan demikian, pegawai kasir tidak dapat membuat tipu muslihat untuk mencurangi penjualan.

Untuk menghindari kecurangan, Pegawai kasir tidak diberi kewenangan untuk melakukan manipulasi data. Lalu siapa yang diberi kewenangan melakukan manipulasi data ? Yaitu programmer. Programmer dapat melakukan manipulasi data seperti mengedit, menambah atau menghapus data. Tapi programmer tidak diberi kewenangan untuk melakukan transaksi, baik itu pembelian maupun penjualan, Sehingga tertutup kemungkinan programmer melakukan kecurangan atau tipu muslihat melalui kegiatan manipulasi data. Intinya, ada algoritma tertentu yang menjamin keamanan data, sehingga dalam toko tersebut disediakan ruang untuk manipulasi data, tapi tidak disediakan ruang bagi perilaku curang atau tipu muslihat.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
11 Jawaban
5275 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 15, 2013, 09:36:56 PM
oleh Kang Asep
3 Jawaban
1352 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 20, 2013, 11:03:06 PM
oleh Sandy_dkk
2 Jawaban
6316 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 31, 2013, 02:39:36 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1226 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 14, 2014, 12:18:00 AM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
584 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 15, 2014, 05:45:17 PM
oleh Asep
6 Jawaban
993 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 17, 2015, 01:28:56 PM
oleh kang radi
5 Jawaban
1355 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 10, 2015, 06:26:41 PM
oleh Monox D. I-Fly
0 Jawaban
550 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 12, 2015, 01:23:59 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
403 Dilihat
Tulisan terakhir September 16, 2016, 04:35:04 PM
oleh Kang Asep
7 Jawaban
472 Dilihat
Tulisan terakhir September 18, 2016, 12:11:38 AM
oleh Sultan

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan